Kesehatan Menurun, Dua Jemaah Haji Jambi Gagal Berangkat ke Tanah Suci

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 13 Mei 2026 - 08:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt Kepala Balai Karantina Kesehatan (BKK) Kelas II Provinsi Jambi, Dr. Dewi Julia. Balai Karantina Kesehatan Jambi menyatakan dua jemaah haji asal Kerinci dan Merangin tidak layak terbang karena kondisi kesehatan, sementara 442 jemaah lainnya diberangkatkan ke Tanah Suci.

Plt Kepala Balai Karantina Kesehatan (BKK) Kelas II Provinsi Jambi, Dr. Dewi Julia. Balai Karantina Kesehatan Jambi menyatakan dua jemaah haji asal Kerinci dan Merangin tidak layak terbang karena kondisi kesehatan, sementara 442 jemaah lainnya diberangkatkan ke Tanah Suci.

JAMBI, jentik.id – Balai Karantina Kesehatan Kelas II Provinsi Jambi menyatakan dua jemaah haji asal Kerinci dan Merangin belum layak terbang karena kondisi kesehatan menurun.

Dari 444 jemaah yang menjalani pemeriksaan kesehatan, petugas menyatakan 442 orang layak terbang dan berangkat ke Tanah Suci.

Plt Kepala BKK Kelas II Provinsi Jambi, Dewi Julia mengatakan dua jemaah yang menunda keberangkatan ialah Muhammad Ali asal Kerinci dan Suradi asal Merangin.

Saat ini, Suradi masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat penyakit paru kronik disertai infeksi paru. Kondisi saturasi oksigennya berada di angka 91 persen atau di bawah batas normal.

Baca Juga :  Cabai Rawit Tembus Rp90 Ribu, DPRD Jambi Dorong Sidak Pasar Intensif

Dewi menjelaskan, usia jemaah yang mencapai 74 tahun juga meningkatkan risiko kesehatan. Meski begitu, kondisi kesehatan jemaah Kloter 19 secara umum tetap baik, termasuk jemaah lanjut usia.

“Kami memeriksa 445 jemaah dari Kerinci, Merangin, dan Muaro Jambi. Setelah pemeriksaan, dua orang belum bisa berangkat karena kondisi kesehatan,” kata Dewi, Selasa (12/5/2026).

Menurutnya, sebagian besar penyakit yang dialami jemaah masih terkendali, seperti hipertensi, diabetes, dan gangguan ginjal ringan sehingga mereka tetap bisa berangkat haji.

Dewi menegaskan, pasien gagal ginjal stadium lima yang harus menjalani cuci darah tidak memenuhi syarat istitha’ah untuk berangkat.

Baca Juga :  Pasca Relokasi Penepatan PKL Ditinjau Wawako dan Sekda

BKK Jambi masih menunggu perkembangan kondisi jemaah yang menjalani perawatan. Jika kondisi mereka membaik, petugas akan memberangkatkan mereka bersama kloter berikutnya.

Selain itu, BKK Jambi mengingatkan seluruh jemaah agar menjaga kesehatan selama berada di Arab Saudi. Cuaca panas ekstrem membuat jemaah rentan mengalami dehidrasi.

Petugas meminta jemaah memperbanyak minum air hingga tiga liter per hari, mengonsumsi buah dan sayur, serta mengurangi aktivitas luar ruangan jika tidak mendesak. (nr*)

Berita Terkait

Longsor Terjang Rumah Warga di Bungo, Dua Bocah Meninggal dan Ibu Selamat
Hujan Deras Picu Banjir-Longsor di Bungo, Satu Keluarga Belum Ditemukan
ATM Bank Jambi Mulai Normal, Ini Daftar Lokasi yang Sudah Bisa Digunakan
442 Jemaah Haji Jambi Resmi Berangkat, Al Haris Minta Fokus Ibadah
PWI Provinsi Jambi Matangkan Persiapan Kunjungan Ketua PWI Pusat dan Pelaksanaan UKW
Jangan Percaya Calo! Kejati Jambi Pastikan Rekrutmen Jaksa Transparan
Demi Kelancaran Jemaah Haji, Jambi Stop Sementara Angkutan Batu Bara hingga 21 Mei
TPP ASN Pemprov Jambi Segera Cair! Dana Rp130 Miliar Sudah Siap
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:26 WIB

Hujan Deras Picu Banjir-Longsor di Bungo, Satu Keluarga Belum Ditemukan

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:30 WIB

ATM Bank Jambi Mulai Normal, Ini Daftar Lokasi yang Sudah Bisa Digunakan

Rabu, 13 Mei 2026 - 08:44 WIB

Kesehatan Menurun, Dua Jemaah Haji Jambi Gagal Berangkat ke Tanah Suci

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:46 WIB

442 Jemaah Haji Jambi Resmi Berangkat, Al Haris Minta Fokus Ibadah

Senin, 11 Mei 2026 - 17:56 WIB

PWI Provinsi Jambi Matangkan Persiapan Kunjungan Ketua PWI Pusat dan Pelaksanaan UKW

Berita Terbaru