JAMBI, jentik.id – Balai Karantina Kesehatan Kelas II Provinsi Jambi menyatakan dua jemaah haji asal Kerinci dan Merangin belum layak terbang karena kondisi kesehatan menurun.
Dari 444 jemaah yang menjalani pemeriksaan kesehatan, petugas menyatakan 442 orang layak terbang dan berangkat ke Tanah Suci.
Plt Kepala BKK Kelas II Provinsi Jambi, Dewi Julia mengatakan dua jemaah yang menunda keberangkatan ialah Muhammad Ali asal Kerinci dan Suradi asal Merangin.
Saat ini, Suradi masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat penyakit paru kronik disertai infeksi paru. Kondisi saturasi oksigennya berada di angka 91 persen atau di bawah batas normal.
Dewi menjelaskan, usia jemaah yang mencapai 74 tahun juga meningkatkan risiko kesehatan. Meski begitu, kondisi kesehatan jemaah Kloter 19 secara umum tetap baik, termasuk jemaah lanjut usia.
“Kami memeriksa 445 jemaah dari Kerinci, Merangin, dan Muaro Jambi. Setelah pemeriksaan, dua orang belum bisa berangkat karena kondisi kesehatan,” kata Dewi, Selasa (12/5/2026).
Menurutnya, sebagian besar penyakit yang dialami jemaah masih terkendali, seperti hipertensi, diabetes, dan gangguan ginjal ringan sehingga mereka tetap bisa berangkat haji.
Dewi menegaskan, pasien gagal ginjal stadium lima yang harus menjalani cuci darah tidak memenuhi syarat istitha’ah untuk berangkat.
BKK Jambi masih menunggu perkembangan kondisi jemaah yang menjalani perawatan. Jika kondisi mereka membaik, petugas akan memberangkatkan mereka bersama kloter berikutnya.
Selain itu, BKK Jambi mengingatkan seluruh jemaah agar menjaga kesehatan selama berada di Arab Saudi. Cuaca panas ekstrem membuat jemaah rentan mengalami dehidrasi.
Petugas meminta jemaah memperbanyak minum air hingga tiga liter per hari, mengonsumsi buah dan sayur, serta mengurangi aktivitas luar ruangan jika tidak mendesak. (nr*)









