SUNGAI PENUH, jentik.id – Masyarakat Luhah Rio Mendiho menyambut kedatangan Tiang Karamentang dengan penuh antusias dalam rangkaian Kenduri Sko 6 Luhah Sungai Penuh.
Sejak pagi, warga bergotong royong menebang bteung yang akan dijadikan Tiang Karamentang. Setelah itu, mereka mengarak kayu tersebut menuju lokasi pelaksanaan Kenduri Sko sambil menjaga tradisi turun-temurun.
Sepanjang perjalanan, warga menunjukkan kekompakan dan semangat kebersamaan. Mereka bahu-membahu membawa bteung, sementara warga lain memadati jalur untuk menyaksikan prosesi adat tersebut.
Setibanya di lokasi, masyarakat Luhah Rio Mendiho menyambut Tiang Karamentang dengan pertunjukan hulu baleang yang menampilkan silat tradisional. Aksi ini menambah semarak suasana dan mendapat sambutan meriah dari warga.
Lantunan sike menggema mengiringi masuknya Tiang Karamentang ke arena acara. Syair adat tersebut membangkitkan semangat anak jantan yang mengiringi prosesi sekaligus menghadirkan suasana adat yang kental dalam rangkaian Kenduri Sko.
Ratusan warga ikut menyaksikan seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat. Mereka menunjukkan penghormatan terhadap adat dan budaya yang masih hidup di tengah masyarakat.
Tiang Karamentang menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Kenduri Sko. Prosesi penyambutannya tidak hanya memperkuat tradisi adat, tetapi juga mempererat persaudaraan dan semangat gotong royong masyarakat Luhah Rio Mendiho.
Melalui kegiatan ini, masyarakat menegaskan komitmen mereka untuk menjaga dan melestarikan budaya Sungai Penuh agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. (nr*)









