Jangan Salah Paham! Ini Perbedaan Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan Sekolah Nasional Terintegrasi

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 20:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pendidikan(KOMPAS.com/M Latief)

Ilustrasi pendidikan(KOMPAS.com/M Latief)

Jakarta, jentik.id– Pemerintah terus memperluas akses pendidikan melalui tiga program unggulan, yakni Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT). Meski sama-sama bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan, ketiga program ini menyasar kelompok siswa yang berbeda.

Sekolah Nasional Terintegrasi untuk Pemerataan Pendidikan

Presiden Prabowo Subianto menggagas Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) untuk anak-anak dari keluarga ekonomi hampir miskin, pas-pasan, hingga kelas menengah.

Program ini menawarkan fasilitas pendidikan unggulan tanpa sistem asrama. Siswa tetap belajar di sekolah pada siang hari dan pulang ke rumah setelah kegiatan belajar selesai. Pemerintah juga menyiapkan layanan bus antar-jemput untuk mendukung mobilitas siswa.

Melalui SNT, pemerintah ingin mengurangi kesenjangan kualitas pendidikan antarwilayah. Selama ini, sekolah unggulan lebih banyak terkonsentrasi di kota-kota besar, sementara banyak daerah masih kesulitan mengakses pendidikan berkualitas.

Karena itu, pemerintah berencana menghadirkan sekolah unggulan di berbagai daerah agar siswa tidak perlu berpindah kota untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengatakan pemerintah menargetkan pembangunan 100 SNT di berbagai daerah.

“Tahun ini direncanakan membangun 100 Sekolah Nasional Terintegrasi,” ujarnya.

Baca Juga :  KPK Bongkar Potensi Celah Korupsi di Pengadaan Motor Listrik BGN

Saat ini pemerintah telah menyeleksi sejumlah lokasi dan mulai mempersiapkan pembukaan sekolah melalui fasilitas yang sudah tersedia maupun pembangunan baru.

Sekolah Rakyat untuk Keluarga Miskin

Berbeda dengan SNT, Sekolah Rakyat secara khusus menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Pemerintah menyediakan pendidikan gratis sekaligus asrama, makanan, dan kebutuhan dasar lainnya. Melalui program ini, pemerintah ingin membantu siswa dari keluarga rentan memperoleh akses pendidikan yang lebih baik.

Sekolah Rakyat tidak berfokus pada pencarian siswa berprestasi, melainkan membuka kesempatan bagi anak-anak yang menghadapi keterbatasan ekonomi agar dapat meningkatkan kualitas hidup mereka melalui pendidikan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menargetkan 183 Sekolah Rakyat beroperasi hingga akhir 2026 dan menampung lebih dari 45.000 siswa.

Pemerintah juga terus mempercepat pembangunan infrastruktur sekolah agar seluruh unit dapat beroperasi sesuai target pada tahun ajaran mendatang.

Sekolah Garuda untuk Talenta Unggul

Sementara itu, Sekolah Garuda menyasar siswa berprestasi yang memiliki potensi akademik tinggi.

Pemerintah merancang program ini untuk mencetak talenta unggul yang mampu bersaing di tingkat internasional, terutama pada bidang sains, teknologi, matematika, dan riset.

Baca Juga :  Bahas Sekolah Rakyat di Padang Panjang, Wako Hendri Arnis Temui Wamensos

Melalui Sekolah Garuda, pemerintah berharap lebih banyak siswa Indonesia dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik dunia serta menjadi ilmuwan, peneliti, dan pemimpin masa depan.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menjelaskan bahwa Sekolah Garuda merupakan bagian dari program strategis nasional yang bertujuan memperluas akses pendidikan unggulan di seluruh Indonesia.

Program ini mencakup pembangunan sekolah baru di daerah yang masih minim akses pendidikan berkualitas serta penguatan sekolah unggulan yang sudah ada melalui skema transformasi.

Perbedaan Utama Tiga Program

Secara sederhana, Sekolah Rakyat berfokus pada bantuan pendidikan bagi keluarga miskin dan miskin ekstrem melalui sistem asrama. Sekolah Garuda menyiapkan siswa berprestasi untuk bersaing di tingkat global. Sementara itu, Sekolah Nasional Terintegrasi mendorong pemerataan kualitas pendidikan melalui sekolah unggulan non-asrama yang tersebar di berbagai daerah.

Dengan tiga pendekatan tersebut, pemerintah berupaya memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia dari berbagai latar belakang sosial dan ekonomi. (nr*)

Berita Terkait

Presiden Prabowo Terima Kunjungan Jusuf Kalla, Bahas Berbagai Isu Strategis dalam Suasana Akraban
Guncang Kasus MBG! Kejagung Kembali Tetapkan Tersangka Baru Korupsi
Aturan Baru Disiapkan, Sipil Bisa Duduki Jabatan di Lingkungan Polri
Kemenhaj Pastikan Asuransi Jamaah Wafat Tetap Cair
Sebanyak 1.555 Narapidana Pindah ke Lapas Sengeti, Lapas Jambi Disiapkan Jadi Rutan
Purbaya Kaget Sidak Tanjung Priok, Ribuan Kontainer Tertahan
Tak Lagi Bergantung APBN, BGN Dorong Pembangunan SPPG Lewat CSR dan Kantin Sekolah
Rekam Jejak Dino Patti Djalal, Diplomat Senior yang Aktif Soroti Isu Internasional
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 20:38 WIB

Jangan Salah Paham! Ini Perbedaan Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan Sekolah Nasional Terintegrasi

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:45 WIB

Presiden Prabowo Terima Kunjungan Jusuf Kalla, Bahas Berbagai Isu Strategis dalam Suasana Akraban

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:08 WIB

Guncang Kasus MBG! Kejagung Kembali Tetapkan Tersangka Baru Korupsi

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:17 WIB

Aturan Baru Disiapkan, Sipil Bisa Duduki Jabatan di Lingkungan Polri

Senin, 8 Juni 2026 - 08:12 WIB

Kemenhaj Pastikan Asuransi Jamaah Wafat Tetap Cair

Berita Terbaru