Buron Penyekapan di Bandung Terbongkar Lewat Jejak Transaksi Online

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas kepolisian saat menggiring pelaku penganiayaan dan penyekapan yakni Taufik Hidayat untuk menjalani pemeriksaan di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Selasa (23/6/2026). ANTARA/Rubby Jovan

Petugas kepolisian saat menggiring pelaku penganiayaan dan penyekapan yakni Taufik Hidayat untuk menjalani pemeriksaan di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Selasa (23/6/2026). ANTARA/Rubby Jovan

BANDUNG, jentik.id – Kepolisian Daerah Jawa Barat menangkap Taufik Hidayat, tersangka utama kasus penyekapan dan penganiayaan berat terhadap perempuan berinisial YTR (29) di kawasan Perumahan Griya Pesona, Ciparay, Kabupaten Bandung.

Polisi melacak pelaku melalui jejak transaksi digital dan aktivitas finansial yang ia lakukan. Data tersebut kemudian mengarahkan tim penyidik ke lokasi persembunyian pelaku di wilayah Majalaya.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan, menjelaskan tim menemukan petunjuk dari transaksi elektronik yang dilakukan pelaku pada hari penangkapan.

“Pelaku sempat melakukan transaksi pada pagi hari. Dari situ kami mendapatkan petunjuk lokasi,” ujarnya.

Baca Juga :  Kasus Jual Beli Jabatan Terbongkar, Rumah Eks Pj Sekda Pati Digeledah KPK

Tim gabungan kemudian bergerak dan menyisir kawasan Majalaya. Setelah melakukan pencarian, petugas akhirnya menangkap pelaku pada sore hingga malam hari.

Usai penangkapan, polisi membawa pelaku ke Polsek Majalaya untuk pemeriksaan awal sebelum memindahkannya ke Mapolda Jawa Barat guna proses penyidikan lebih lanjut.

Polisi juga memeriksa kondisi kesehatan pelaku serta melakukan tes narkoba. Hasil pemeriksaan menunjukkan pelaku negatif narkoba.

Dalam pemeriksaan awal, Taufik mengakui seluruh perbuatannya. Ia juga menyampaikan penyesalan dan menyebut pengaruh alkohol saat melakukan aksi tersebut.

Baca Juga :  Kabid Aset Hibah Tanah Dan Pembongkaran Bangunan Eks Dinkes Tak Perlu Persetujuan DPRD

“Dia mengakui semua perbuatannya dan menyesal. Dia juga menyebut dalam pengaruh alkohol,” kata Rudi.

Kasus ini terungkap setelah keluarga korban menerima pesan misterius dari nomor tidak dikenal melalui WhatsApp yang menyebut korban dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Akibat penyekapan dan penganiayaan tersebut, korban YTR mengalami luka berat, termasuk kebutaan permanen pada kedua mata, luka di bagian wajah, kesulitan berbicara, gangguan mobilitas, serta kehilangan barang berharga. (nr*)

Berita Terkait

KPK Cegah Ahmad Dedi alias Dedi Congor ke Luar Negeri dalam Kasus Bea Cukai
Kapolda Jambi Instruksikan Seluruh Kapolres Petakan Wilayah Rawan PETI
Ibu Kandung Ditemukan Meninggal, Anak yang Berstatus Polisi Kini Ditahan
Ladang Ganja Seluas 18 Hektare Terungkap di Aceh Utara, BNN Amankan Empat Orang
TNI AL Bongkar Aksi Penyelundupan Emas Rp2,9 Miliar, Petugas Temukan 3 Benda Mencurigakan
Polisi Bongkar 3 Kasus Solar Subsidi di Padang, Puluhan Jeriken Jadi Barang Bukti!
Polda Jambi Ungkap 32 Kasus PETI, 71 Tersangka Diamankan dan 3,5 Kilogram Emas Disita
Bangkai Kapal Wisata Kerinci Sakti Senilai Rp1,2 Miliar Kembali Muncul, Baru Sepekan Berlayar Sudah Rusak
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:39 WIB

KPK Cegah Ahmad Dedi alias Dedi Congor ke Luar Negeri dalam Kasus Bea Cukai

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:40 WIB

Kapolda Jambi Instruksikan Seluruh Kapolres Petakan Wilayah Rawan PETI

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:27 WIB

Ibu Kandung Ditemukan Meninggal, Anak yang Berstatus Polisi Kini Ditahan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:27 WIB

Ladang Ganja Seluas 18 Hektare Terungkap di Aceh Utara, BNN Amankan Empat Orang

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:53 WIB

TNI AL Bongkar Aksi Penyelundupan Emas Rp2,9 Miliar, Petugas Temukan 3 Benda Mencurigakan

Berita Terbaru