Bidan di Situbondo Tewas, Suami Datangi Polisi dan Akui Perbuatannya

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 7 Juni 2026 - 16:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Mayat. Foto: Skyward Kick Productions/Shutterstock

Ilustrasi Mayat. Foto: Skyward Kick Productions/Shutterstock

SITUBONDO, jentik.id – Warga menemukan Murtafia Rafika Devi (34), seorang bidan asal Desa Besuki, Kabupaten Situbondo, meninggal dunia di saluran drainase pinggir Jalur Pantura, Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Sabtu (6/6/2026) malam.

Warga melihat jasad korban tertutup sampah dan balok kayu di sisi selatan jalan. Murtafia diketahui bekerja sebagai bidan di RSUD Besuki.

Kapolsek Banyuglugur AKP Teguh Santoso mengatakan polisi mengungkap kasus tersebut setelah suami korban mendatangi Polda Jawa Timur dan mengakui perbuatannya.

Baca Juga :  Sempat Buang Barang Bukti Saat Disergap, Ibu Muda di Batang Hari Tetap Ditangkap Polisi

Setelah menerima keterangan pelaku, petugas langsung menuju lokasi kejadian dan mengevakuasi jasad korban ke kamar jenazah RSUD Situbondo.

“Suami korban mendatangi Polda Jatim dan mengakui perbuatannya. Setelah itu, petugas langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi,” kata Teguh Santoso.

Baca Juga :  Majelis Hakim Tipikor Jakarta Putusan  Eks Wamenaker dan Delapan Pegawai Kemnaker Penjara.

Direktur RSUD Besuki, dr. Imam Haryono, memastikan Murtafia merupakan salah satu bidan yang aktif bertugas di rumah sakit tersebut.

Rekan kerja korban menyebut Murtafia masih menjalani dinas malam pada Jumat (5/6/2026) sebelum kejadian itu terjadi.

Saat ini, polisi terus menyelidiki kasus tersebut untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa dan motif yang melatarbelakanginya. (nr*)

Berita Terkait

Ketua DPRD Kota Bengkulu Hermanto Diperiksa KPK sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi Bupati Rejang Lebong
AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro Resmi Jabat Kapolres Kerinci, Gantikan AKBP Ramadhanil
Anggota Komisi VI DPR Minta Kemendag Tindak Tegas Praktik Mark Up Harga Masker
Anggota Komisi III Tak Ingin RUU Perampasan Aset Jadi Kendaraan Kriminalisasi
Kecelakaan Beruntun Di Kembangan Jakbar, Tiga Orang Tewas Satu Keluarga.
Legislator PDIP Gus Falah Dukung Proses Hukum Kasus Keracunan MBG
Dugaan Korupsi Damkar Sungai Penuh Tiga Modus SPJ Fiktif, Mark-Up Hingga Pencairan Tanpa Verifikasi
Aipda Aviv Muharman Dipecat dari Polres Bungo, Kapolres Beri Peringatan Keras ke Anggota
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 23:26 WIB

Ketua DPRD Kota Bengkulu Hermanto Diperiksa KPK sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi Bupati Rejang Lebong

Jumat, 11 September 2026 - 11:08 WIB

AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro Resmi Jabat Kapolres Kerinci, Gantikan AKBP Ramadhanil

Rabu, 9 September 2026 - 12:10 WIB

Anggota Komisi VI DPR Minta Kemendag Tindak Tegas Praktik Mark Up Harga Masker

Rabu, 9 September 2026 - 11:47 WIB

Anggota Komisi III Tak Ingin RUU Perampasan Aset Jadi Kendaraan Kriminalisasi

Minggu, 6 September 2026 - 16:43 WIB

Kecelakaan Beruntun Di Kembangan Jakbar, Tiga Orang Tewas Satu Keluarga.

Berita Terbaru

Penyambutan tradisi pedang pora kapolre Kerinci AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro, S.H., S.I.K., M.I.K.

Kerinci

AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro Resmi Komando Polres Kerinci

Senin, 14 Sep 2026 - 08:40 WIB