Efek Domino dari Jambi Bikin Sumatera Gelap, Ini Penyebab PLTU Butuh Waktu Lama Pulih

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

General Manager PLN UID Riau dan Kepulauan Riau, Didik Wicaksono (kanan), berkoordinasi dengan Manajer PLN UP2D Riau, Andi Setiawan (kiri) di ruang Riau Command Center (RCC) PLN UP2D Riau, Pekanbaru. Insiden mati lampu massal atau blackout yang melumpuhkan sebagian besar Pulau Sumatera, termasuk Provinsi Jambi sejak Jumat (22/5/2026) malam menyisakan pertanyaan besar di benak publik mengenai lambatnya proses pemulihan.

General Manager PLN UID Riau dan Kepulauan Riau, Didik Wicaksono (kanan), berkoordinasi dengan Manajer PLN UP2D Riau, Andi Setiawan (kiri) di ruang Riau Command Center (RCC) PLN UP2D Riau, Pekanbaru. Insiden mati lampu massal atau blackout yang melumpuhkan sebagian besar Pulau Sumatera, termasuk Provinsi Jambi sejak Jumat (22/5/2026) malam menyisakan pertanyaan besar di benak publik mengenai lambatnya proses pemulihan.

Jambi, jentik.id-Blackout yang melanda sebagian wilayah Sumatera, termasuk Jambi, sejak Jumat (22/5/2026) malam membuat banyak warga bertanya-tanya. Masyarakat menyoroti lamanya proses pemulihan listrik di sejumlah daerah.

Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menjelaskan proses pemulihan sistem kelistrikan Sumatera tidak dapat berlangsung cepat, terutama pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batu bara.

Menurut Darmawan, sistem interkoneksi Sumatera menggunakan berbagai jenis pembangkit dengan karakter pemulihan berbeda. Pembangkit listrik tenaga air dan gas dapat kembali aktif lebih cepat karena proses sinkronisasinya lebih sederhana.

“Pembangkit hydro dan gas bisa kembali beroperasi dalam waktu sekitar 5 hingga 15 jam,” ujar Darmawan dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (23/5/2026).

Namun, kondisi berbeda terjadi pada PLTU batu bara yang menjadi penopang utama pasokan listrik Sumatera. Operator harus menjalankan tahapan teknis secara bertahap dan sangat presisi sebelum pembangkit kembali normal.

Baca Juga :  Permudah Transaksi! ATM Bank Jambi Kini Beroperasi Hingga Pukul 20.00 WIB

Petugas lapangan memanaskan air di dalam boiler hingga menghasilkan uap bertekanan tinggi untuk memutar turbin. Setelah itu, petugas menyalakan unit penunjang satu per satu lalu menyinkronkannya kembali ke sistem interkoneksi Sumatera.

Karena proses tersebut cukup rumit, sebagian besar PLTU membutuhkan waktu sekitar 15 hingga 20 jam hingga kembali beroperasi penuh.

Gangguan Transmisi di Jambi Jadi Pemicu Awal

PLN mengungkap gangguan awal berasal dari jalur Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai di Jambi.

General Manager PLN UID Riau dan Kepulauan Riau, Didik Wicaksono, mengatakan cuaca buruk diduga memicu gangguan pada jalur transmisi utama tersebut.

Gangguan itu kemudian memicu efek domino di jaringan interkoneksi Sumatera. Akibatnya, pemadaman listrik meluas ke sejumlah wilayah seperti Jambi, Riau, Sumatera Utara, hingga Aceh.

Baca Juga :  Bea Masuk LPG dan Bahan Plastik Resmi Nol Persen, Ini Dampaknya untuk Industri

PLN langsung menjalankan skema darurat untuk mempercepat pemulihan sistem kelistrikan. Tim lapangan melakukan pengaturan beban, manuver jaringan, dan percepatan penormalan di wilayah terdampak.

Lebih dari 1,5 Juta Pelanggan Kembali Menikmati Listrik

PLN UID Riau dan Kepulauan Riau menyatakan lebih dari 1,5 juta pelanggan di wilayah Riau dan sekitarnya sudah kembali menikmati aliran listrik secara bertahap hingga Sabtu (23/5/2026).

Didik menegaskan petugas masih terus bekerja agar seluruh sistem interkoneksi Sumatera kembali stabil sepenuhnya.

“PLN terus mengoptimalkan proses penormalan sistem kelistrikan agar pelanggan dapat kembali menikmati listrik secara normal,” katanya di Pekanbaru.

PLN juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan tersebut. Manajemen meminta tambahan waktu agar seluruh pembangkit dapat sinkron sempurna dengan sistem kelistrikan Sumatera. (nr*)

Berita Terkait

Banyak Jemaah Tertipu di Jambi, Ini Panduan Pilih Travel Umrah Resmi
Komisi XIII Tegaskan Tembak untuk Lumpuhkan Begal Bukan Pelanggaran HAM
Dana Rp10,6 Triliun Siap Digelontorkan, Mendagri Desak Daerah Bergerak Cepat Pascabencana
Relawan GSF Termasuk 9 WNI yang Ditahan Israel Dibebaskan, Kini Jalani Proses Deportasi
PT Tren Gen Horizon Resmi Kantongi HAKI dari DJKI, Perkuat Bisnis Periklanan Digital
ICP Melonjak ke USD 117 per Barel, Bahlil Jamin Harga BBM Subsidi Tetap Aman
Prabowo Tinjau Alutsista Baru TNI, Rafale dan A400M Siap Jaga Langit Indonesia
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 2026 pada 27 Mei, Muhammadiyah Kompak Satu Tanggal
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:39 WIB

Efek Domino dari Jambi Bikin Sumatera Gelap, Ini Penyebab PLTU Butuh Waktu Lama Pulih

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:05 WIB

Banyak Jemaah Tertipu di Jambi, Ini Panduan Pilih Travel Umrah Resmi

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:03 WIB

Komisi XIII Tegaskan Tembak untuk Lumpuhkan Begal Bukan Pelanggaran HAM

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:20 WIB

Dana Rp10,6 Triliun Siap Digelontorkan, Mendagri Desak Daerah Bergerak Cepat Pascabencana

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:19 WIB

Relawan GSF Termasuk 9 WNI yang Ditahan Israel Dibebaskan, Kini Jalani Proses Deportasi

Berita Terbaru