Nusa Tenggara Timur, jentik.id– Gempa bumi yang mengguncang sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) selain kerugian materi juga menelan korban jiwa.
Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 53 orang meninggal dunia dan 135 lainnya mengalami luka-luka.
Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari mengatakan, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi puluhan korban dari sejumlah dari puing puing bangunan yang runtuh, saat ini korban luka masih mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan.
“Sebanyak 53 korban jiwa telah berhasil dievakuasi dari reruntuhan bangunan. Sementara 135 orang mengalami luka-luka dan saat ini masih mendapatkan perawatan,” ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers, Minggu (16/8/2026).
Ia merinci, korban meninggal dunia tersebar di sejumlah kabupaten. Kabupaten Manggarai Barat tercatat satu orang, Manggarai Timur 20 orang, Kabupaten Manggarai 25 orang, Nagekeo satu orang, Sikka empat orang, dan Ende dua orang.
Sementara itu, sebanyak 135 korban mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang berbeda. Para korban saat ini mendapatkan perawatan di puskesmas maupun fasilitas kesehatan terdekat di wilayah terdampak.
Abdul Muhari mengatakan, proses pencarian dan penyisiran masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan bersama para relawan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi warga yang menjadi korban dan masih tertimbun akibat gempa.
“Tim SAR gabungan bersama relawan masih terus melakukan penyisiran di lokasi terdampak untuk memastikan kemungkinan adanya korban lainnya, baik yang meninggal dunia maupun mengalami luka-luka,” katanya.
Di tengah proses evakuasi dan pencarian, pemerintah daerah bersama unsur terkait juga terus menyalurkan bantuan kebutuhan mendesak kepada masyarakat yang terdampak bencana.
BNPB menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia serta berharap seluruh korban yang terluka segera mendapatkan penanganan dan dapat pulih.
“Kita mendoakan yang terbaik bagi para korban dan menyampaikan simpati yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujar Abdul Muhari.(asy*)









