Gempa NTT Renggut 53 Korban Jiwa, 135 Orang Luka-Luka

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 16 Agustus 2026 - 17:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puing puing bangunan yang runtuh akibat gempa di NTT

Puing puing bangunan yang runtuh akibat gempa di NTT

Nusa Tenggara Timur, jentik.id– Gempa bumi yang mengguncang sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) selain kerugian materi juga menelan korban jiwa.

Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 53 orang meninggal dunia dan 135 lainnya mengalami luka-luka.

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari mengatakan, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi puluhan korban dari sejumlah dari puing puing bangunan yang runtuh, saat ini korban luka masih mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan.

“Sebanyak 53 korban jiwa telah berhasil dievakuasi dari reruntuhan bangunan. Sementara 135 orang mengalami luka-luka dan saat ini masih mendapatkan perawatan,” ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers, Minggu (16/8/2026).

Baca Juga :  Bansos 2026 Dibuka! Ini Cara Mudah Daftar Agar Masuk Data Penerima

Ia merinci, korban meninggal dunia tersebar di sejumlah kabupaten. Kabupaten Manggarai Barat tercatat satu orang, Manggarai Timur 20 orang, Kabupaten Manggarai 25 orang, Nagekeo satu orang, Sikka empat orang, dan Ende dua orang.

Sementara itu, sebanyak 135 korban mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang berbeda. Para korban saat ini mendapatkan perawatan di puskesmas maupun fasilitas kesehatan terdekat di wilayah terdampak.

Abdul Muhari mengatakan, proses pencarian dan penyisiran masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan bersama para relawan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi warga yang menjadi korban dan masih tertimbun akibat gempa.

Baca Juga :  Gempa Terdasat Korban Tewas Baru Ditemukan 1.430 Orang, Sekitar 70.000 Warga Masih Dinyatakan Hilang

“Tim SAR gabungan bersama relawan masih terus melakukan penyisiran di lokasi terdampak untuk memastikan kemungkinan adanya korban lainnya, baik yang meninggal dunia maupun mengalami luka-luka,” katanya.

Di tengah proses evakuasi dan pencarian, pemerintah daerah bersama unsur terkait juga terus menyalurkan bantuan kebutuhan mendesak kepada masyarakat yang terdampak bencana.

BNPB menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia serta berharap seluruh korban yang terluka segera mendapatkan penanganan dan dapat pulih.

“Kita mendoakan yang terbaik bagi para korban dan menyampaikan simpati yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujar Abdul Muhari.(asy*)

Berita Terkait

Ala Emak-Emak Lingkungan III Dusun Nek Meriahkan HUT RI ke-81 dengan Karaoke Bersama
Korban Gempa NTT Capai 47 Orang Tim SAR Gabungan Bersama Brimob Bantu Evakuasi Korban
Jum’at Berkah, Warung Buk Dorlan Bagikan 100 Kotak Nasi dan 100 Gelas Jus kepada Warga
Warung Buk Dorlan Tebar Kebaikan, Bagikan 100 Kotak Nasi dan 100 Gelas Jus kepada Warga
Reuni Akbar SMP Negeri 2 Sungai Penuh Semarak, Permainan KIM Hibur Ratusan Alumni
Warga Sambut Antusias Program 342 Anak Di Khitanan Gratis, Minker Wujud Nyata Kepedulian Sosial Di Tengah Masyarakat
Wako Alfin Buka Khitanan Massal Minang Kerinci, Diikuti Lebih dari 120 Anak Berjalan Sukses.
Kapolda Jateng Bagikan 1.000 Pasang Sepatu Gratis untuk Pelajar di Sukoharjo
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Ala Emak-Emak Lingkungan III Dusun Nek Meriahkan HUT RI ke-81 dengan Karaoke Bersama

Minggu, 16 Agustus 2026 - 17:33 WIB

Gempa NTT Renggut 53 Korban Jiwa, 135 Orang Luka-Luka

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:02 WIB

Korban Gempa NTT Capai 47 Orang Tim SAR Gabungan Bersama Brimob Bantu Evakuasi Korban

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 16:37 WIB

Jum’at Berkah, Warung Buk Dorlan Bagikan 100 Kotak Nasi dan 100 Gelas Jus kepada Warga

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:54 WIB

Warung Buk Dorlan Tebar Kebaikan, Bagikan 100 Kotak Nasi dan 100 Gelas Jus kepada Warga

Berita Terbaru