JPU Naik Bading Putuslan Pengadikan Kasus Pembunuhan Brigadir Esca Faska Rely.

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 20 Juni 2026 - 15:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JPU Naik bading atas keputusan Majelis Hakim Pengadilan Mataram, Nusateragara Barat  atas kasus pembunuhan  Brigadir Esca Faska Rely.

JPU Naik bading atas keputusan Majelis Hakim Pengadilan Mataram, Nusateragara Barat atas kasus pembunuhan Brigadir Esca Faska Rely.

Mataram,jentik.id-Putusan Majelis Hakim pada sidang di Pengadilan Negeri Mataram, Nusatergara Barat terhadap Brigadir Rizka terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Esca Faska Rely yang dijatuhkan hukuman 10 tahun penjara. Jaksa penuntut umum (JPU) mengajukan upaya hukum banding.

“Kami nyatakan banding,” kata I Made Saptini ke hadapan majelis hakim dalam sidang putusan terdakwa Rizka di Pengadilan Negeri Mataram, Jumat.

Jaksa menyampaikan hal tersebut usai mendengar tanggapan penasihat hukum terdakwa Brigadir Rizka yang secara langsung menyatakan hal serupa di hadapan majelis hakim.

Jaksa dalam tuntutan sebelumnya meminta agar majelis hakim menjatuhkan hukuman 14 tahun penjara kepada Brigadir Rizka.

Baca Juga :  Kejari Jaktim Tahan Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Pengadaan Mesin Jahit Senilaib Rp9 Miliar DiSudin PPKUKM.

Jaksa menyatakan tuntutan demikian dengan menyebut perbuatan anggota Polres Lombok Barat tersebut terbukti melanggar dakwaan alternatif kesatu penuntut umum terkait Pasal 44 ayat (3) Undang-Undang Nomor 23 tahun 2004 tentang PKDRT jo. Nomor 38 lampiran satu UU No. 1 tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Dalam amar putusan, majelis hakim yang diketuai I Putu Suyoga sependapat dengan tuntutan jaksa bahwa terdakwa terbukti melakukan kekerasan fisik dalam rumah tangga hingga mengakibatkan korban meninggal.

Perbedaan antara putusan hakim dengan tuntutan jaksa hanya ada pada penjatuhan pidana. Terdakwa dijatuhi hukuman lebih rendah dibandingkan tuntutan jaksa, yakni 10 tahun penjara dari tuntutan 14 tahun.

Baca Juga :  Terjaring OTT KPK, Ini Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed dan Kiprahnya

“Dalam selang waktu kita Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengajukan banding adalah langkah hukum yang karena tidak puas dengan putusan vonis hakim di Pengadilan Negeri.

Alasan Umum JPU BandingVonis Terlalu Ringan Hukuman yang dijatuhkan hakim jauh lebih rendah daripada tuntutan jaksa (biasanya di bawah dua pertiga tuntutan).

Ketidaksesuaian Pasal: Terdapat perbedaan pandangan yuridis antara tuntutan JPU dan putusan majelis hakim terkait pembuktian dakwaan, paling lambat dalam waktu 7 hari sejak putusan dibacakan akan kita sampaikan.(asy*).

 

Berita Terkait

KPK Cegah Ahmad Dedi alias Dedi Congor ke Luar Negeri dalam Kasus Bea Cukai
Kapolda Jambi Instruksikan Seluruh Kapolres Petakan Wilayah Rawan PETI
Ibu Kandung Ditemukan Meninggal, Anak yang Berstatus Polisi Kini Ditahan
Ladang Ganja Seluas 18 Hektare Terungkap di Aceh Utara, BNN Amankan Empat Orang
TNI AL Bongkar Aksi Penyelundupan Emas Rp2,9 Miliar, Petugas Temukan 3 Benda Mencurigakan
Polisi Bongkar 3 Kasus Solar Subsidi di Padang, Puluhan Jeriken Jadi Barang Bukti!
Polda Jambi Ungkap 32 Kasus PETI, 71 Tersangka Diamankan dan 3,5 Kilogram Emas Disita
Bangkai Kapal Wisata Kerinci Sakti Senilai Rp1,2 Miliar Kembali Muncul, Baru Sepekan Berlayar Sudah Rusak
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:39 WIB

KPK Cegah Ahmad Dedi alias Dedi Congor ke Luar Negeri dalam Kasus Bea Cukai

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:40 WIB

Kapolda Jambi Instruksikan Seluruh Kapolres Petakan Wilayah Rawan PETI

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:27 WIB

Ibu Kandung Ditemukan Meninggal, Anak yang Berstatus Polisi Kini Ditahan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:27 WIB

Ladang Ganja Seluas 18 Hektare Terungkap di Aceh Utara, BNN Amankan Empat Orang

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:53 WIB

TNI AL Bongkar Aksi Penyelundupan Emas Rp2,9 Miliar, Petugas Temukan 3 Benda Mencurigakan

Berita Terbaru