Kejagung Tangkap Buronan Kasus Penipuan Bisnis Batu Bara Rp7 Miliar di Bandara Soekarno-Hatta

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kejagung Tangkap Richard dan amankan pada Sabtu (20/6/2026) dibandara Sukarno--Hatta sesaat setelah tiba di Indonesia usai melakukan perjalanan dari Singapura.

Kejagung Tangkap Richard dan amankan pada Sabtu (20/6/2026) dibandara Sukarno--Hatta sesaat setelah tiba di Indonesia usai melakukan perjalanan dari Singapura.

Jakarta, jentik.id – Tim Kejaksaan Agung (Kejagung) berhasil menangkap buronan terdakwa kasus dugaan penipuan bisnis batu bara, Richard Arif Mulyadi (38), yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Richard diamankan pada Sabtu (20/6/2026) sesaat setelah tiba di Indonesia usai melakukan perjalanan dari Singapura.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, mengatakan penangkapan dilakukan sebagai bagian dari upaya penegakan hukum terhadap tersangka yang sebelumnya berstatus buronan.

“DPO tersebut diamankan pada Sabtu, 20 Juni 2026, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, saat kembali dari Singapura,” kata Anang Supriatna kepada wartawan, Minggu (21/6/2026).

Baca Juga :  Lima ASN BPK Terjaring OTT KPK Sita Uang Rp500 Juta Terkait Kasus Suap Bupati Muara Enim

Richard merupakan terdakwa dalam perkara dugaan penipuan bisnis batu bara yang menyebabkan kerugian mencapai sekitar Rp7 miliar.

Dalam perkara tersebut, ia dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP mengenai turut serta melakukan tindak pidana. Ancaman hukuman maksimal yang dikenakan mencapai delapan tahun penjara.

Baca Juga :  Pendalaman Dugaan Korupsi Bupati Rejang Lebong M Fikri Thobari, KPK Geledah Tiga Lokasi

Setelah diamankan, Richard langsung dibawa ke Kejaksaan Agung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut serta pengembangan penyidikan terkait perkara yang menjeratnya.

Kejagung menegaskan komitmennya untuk terus memburu dan menangkap para buronan yang masuk dalam daftar pencarian orang guna memastikan proses penegakan hukum berjalan efektif dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.

Pihak Kejagung juga mengimbau seluruh buronan yang masih melarikan diri agar segera menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.(asy*)

Berita Terkait

KPK Cegah Ahmad Dedi alias Dedi Congor ke Luar Negeri dalam Kasus Bea Cukai
Kapolda Jambi Instruksikan Seluruh Kapolres Petakan Wilayah Rawan PETI
Ibu Kandung Ditemukan Meninggal, Anak yang Berstatus Polisi Kini Ditahan
Ladang Ganja Seluas 18 Hektare Terungkap di Aceh Utara, BNN Amankan Empat Orang
TNI AL Bongkar Aksi Penyelundupan Emas Rp2,9 Miliar, Petugas Temukan 3 Benda Mencurigakan
Polisi Bongkar 3 Kasus Solar Subsidi di Padang, Puluhan Jeriken Jadi Barang Bukti!
Polda Jambi Ungkap 32 Kasus PETI, 71 Tersangka Diamankan dan 3,5 Kilogram Emas Disita
Bangkai Kapal Wisata Kerinci Sakti Senilai Rp1,2 Miliar Kembali Muncul, Baru Sepekan Berlayar Sudah Rusak
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:39 WIB

KPK Cegah Ahmad Dedi alias Dedi Congor ke Luar Negeri dalam Kasus Bea Cukai

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:40 WIB

Kapolda Jambi Instruksikan Seluruh Kapolres Petakan Wilayah Rawan PETI

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:27 WIB

Ibu Kandung Ditemukan Meninggal, Anak yang Berstatus Polisi Kini Ditahan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:27 WIB

Ladang Ganja Seluas 18 Hektare Terungkap di Aceh Utara, BNN Amankan Empat Orang

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:53 WIB

TNI AL Bongkar Aksi Penyelundupan Emas Rp2,9 Miliar, Petugas Temukan 3 Benda Mencurigakan

Berita Terbaru