BOGOR, jentik.id – Warga menilai kondisi Bendung Katulampa di Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, menjadi yang paling parah dalam beberapa tahun terakhir. Musim kemarau membuat debit air terus menyusut hingga Tinggi Muka Air (TMA) sempat menyentuh angka 0 sentimeter.
Pantauan di lokasi pada Minggu (19/7) menunjukkan aliran Sungai Ciliwung menyusut drastis. Batu-batu besar yang biasanya tertutup air kini tampak di dasar sungai.
Warga mengaku kawasan tersebut sudah mengalami kekeringan selama lebih dari satu bulan. Kondisi itu bahkan mulai memengaruhi ketersediaan air di sejumlah sumur warga.
Ujang (64), warga Katulampa, mengatakan kekeringan memang hampir selalu terjadi saat musim kemarau. Namun, menurutnya, kondisi tahun ini jauh lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Memang tiap tahun ada, cuma enggak separah ini. Ini terparah,” kata Ujang, Minggu (19/7).
Hujan Jarang Turun Selama Sebulan
Ujang memperkirakan sungai mulai mengering sejak sekitar satu bulan lalu. Selama periode tersebut, hujan hampir tidak pernah turun di kawasan Katulampa.
“Kurang lebih sudah sekitar satu bulan. Memang enggak hujan,” ujarnya.
Menurutnya, hujan sempat turun dalam waktu singkat, tetapi tidak cukup untuk menambah debit air sungai.
“Ada sih hujan, tapi sebentar. Kayak semalam cuma nyiram doang, paling lima menit juga enggak ada,” tambahnya.
Debit Air Turun hingga 0 Sentimeter
Sebelumnya, Tinggi Muka Air (TMA) Bendung Katulampa sempat mencapai 0 sentimeter pada Sabtu (18/7).
Penjaga Bendung Katulampa, Muhammad Alwan, mengatakan musim kemarau menyebabkan debit Sungai Ciliwung terus menurun. Dalam beberapa hari terakhir, TMA hanya bergerak di kisaran 0 hingga 10 sentimeter.
“Untuk TMA Bendung Katulampa sekarang sudah mulai surut. Dalam beberapa hari terakhir angkanya beberapa kali turun ke 0 sentimeter, lalu naik lagi menjadi 10 sentimeter. Kondisi ini terjadi karena dampak musim kemarau,” kata Alwan. (nr*)









