Kebakaran Hebat di Desa Koto Tinggi, 45 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal, Kerugian Capai Ratusan Juta

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puing pungi sisa kebakaran yang terjadi di Desa Koto Tinggi yang terjadi, Selasa (5/5) sekitar pukul 10.35 Wib dan api berhasil digunakan dengan 4 unit Damkar Kota Sungai

Puing pungi sisa kebakaran yang terjadi di Desa Koto Tinggi yang terjadi, Selasa (5/5) sekitar pukul 10.35 Wib dan api berhasil digunakan dengan 4 unit Damkar Kota Sungai

Sungai Penuh, jentik.id—Kebakaran hebat melanda permukiman padat warga di Desa Koto Tinggi, Kecamatan Sungai Bungkal, Sungai Penuh, Selasa (5/5/2026) sekitar pukul 10.35 WIB. Peristiwa ini membuat puluhan warga kehilangan tempat tinggal dan menimbulkan kerugian ratusan juta rupiah.

Data sementara mencatat 12 kepala keluarga atau 45 jiwa terdampak. Sebanyak 13 jiwa mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini.

Baca Juga :  Pasar Tanjung Bajure Jadi Sorotan, Wako Alfin Benahi Penataan dan Parkir

Api menghanguskan empat unit rumah semi permanen hingga rusak berat. Selain itu, api merusak lima unit rumah lainnya dengan tingkat kerusakan ringan. Kobaran api membesar dengan cepat sehingga warga tidak sempat menyelamatkan harta benda.

Petugas Pemadam Kebakaran Kota Sungai Penuh langsung turun ke lokasi dengan mengerahkan empat unit mobil pemadam. Petugas berjibaku selama lebih dari dua jam hingga akhirnya berhasil memadamkan api sekitar pukul 12.15 WIB.

Baca Juga :  Wako Alfin Apresiasi Masyarakat Adat saat Pergelaran Seni Budaya Kenduri Sko Enam Luhah

Pihak berwenang masih menyelidiki penyebab kebakaran. Sementara itu, warga mengalami kerugian besar karena sebagian korban kehilangan seluruh isi rumah.

Peristiwa ini mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat penduduk. (asy)

Berita Terkait

35 Tahun Beroperasi, Tiga Traffic Light di Sungai Penuh Segera Diganti
Tim SAR Gabungan Kerahkan Lima Kapal Cari Lima Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Gunung Anak Krakatau
Bukan Sekadar Usia, Ini Alasan SIM B Punya Batas Lebih Tinggi dari SIM A
Abu Gunung Anak Krakatau Menyebar, Sejumlah Daerah Alihkan Sekolah ke PJJ
Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Ini Alasannya
Kebakaran TPA Putri Cempo Belum Padam, Warga Keluhkan Gejala ISPA
Semeru Erupsi dan Luncurkan Lava Pijar Saat Kawasan TNBTS Masih Terbakar
Paripurna Anggaran Berujung Adu Jotos, Ketua DPRD Ende Dilaporkan ke Polisi
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 14:45 WIB

35 Tahun Beroperasi, Tiga Traffic Light di Sungai Penuh Segera Diganti

Rabu, 9 September 2026 - 11:26 WIB

Tim SAR Gabungan Kerahkan Lima Kapal Cari Lima Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Gunung Anak Krakatau

Senin, 7 September 2026 - 12:28 WIB

Bukan Sekadar Usia, Ini Alasan SIM B Punya Batas Lebih Tinggi dari SIM A

Senin, 7 September 2026 - 10:13 WIB

Abu Gunung Anak Krakatau Menyebar, Sejumlah Daerah Alihkan Sekolah ke PJJ

Senin, 7 September 2026 - 08:47 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Ini Alasannya

Berita Terbaru

Wakil Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi. Lahirlah atlet tembak nasional

Sport

TNI AU Gelar Kompotisi Tembak Di Ikuti 800 Peserta 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:36 WIB