Kemenkes Langsung Bentuk Tim Investigasi untuk Selidiki Kematian dr Myta di Jambi

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 4 Mei 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokter magang lulusan Unsri, dr Myta Aprilia Azmy, meninggal diduga karena beban kerja berlebih dan sakit.(Sripoku.com)

Dokter magang lulusan Unsri, dr Myta Aprilia Azmy, meninggal diduga karena beban kerja berlebih dan sakit.(Sripoku.com)

Jambi, jentik.id-Kasus meninggalnya dokter internship dr Myta Aprilia Azmy yang bertugas di RSUD K.H. Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi, menjadi perhatian luas. Peristiwa ini memicu investigasi dari Kementerian Kesehatan serta tanggapan dari pihak rumah sakit dan organisasi profesi.

Myta meninggal setelah menjalani perawatan intensif di RSUP Dr Mohammad Hoesin, Palembang, pada Jumat (1/5/2026). Sebelumnya, ia mengalami penurunan kondisi kesehatan.

Kementerian Kesehatan Kementerian Kesehatan RI langsung membentuk tim investigasi terpadu untuk menelusuri penyebab kematian.

Tim ini melibatkan berbagai unit, termasuk Inspektorat Jenderal, Ditjen SDM Kesehatan, Ditjen Kesehatan Lanjutan, serta tenaga ahli profesi. Mereka memeriksa rekam medis, proses pemeriksaan kesehatan, serta kondisi kerja almarhumah.

Baca Juga :  Bongkar PETI di Merangin! Polda Jambi Ringkus 7 Pelaku Sekaligus

Kemenkes menegaskan tidak menyimpulkan penyebab kematian sebelum hasil investigasi selesai. Mereka juga berjanji mengambil tindakan tegas jika menemukan pelanggaran.

Pihak RSUD K.H. Daud Arif membantah adanya perundungan terhadap almarhumah. Direktur RSUD, Sahala Simatupang, menyatakan pihaknya sudah memeriksa sejumlah dokter dan komite medis.

Ia menegaskan tidak ada bukti perundungan di lingkungan kerja rumah sakit. Selain itu, ia menyebut Myta sudah lama mengalami masalah kesehatan sebelum kejadian.

Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri) meminta Kemenkes melakukan audit terhadap RSUD K.H. Daud Arif.

Mereka menyoroti dugaan beban kerja berlebihan dan kondisi kesehatan Myta yang tetap dijadwalkan jaga malam. Organisasi ini juga membuka kemungkinan langkah hukum jika menemukan unsur kelalaian.

Baca Juga :  Jangan Percaya Calo! Kejati Jambi Pastikan Rekrutmen Jaksa Transparan

Keluarga Myta menyerahkan sepenuhnya proses investigasi kepada Kemenkes. Mereka mengaku masih dalam suasana duka dan belum memiliki data lengkap terkait penyebab kematian.

Keluarga berharap kasus ini diusut tuntas dan tidak terulang pada tenaga kesehatan lain di masa mendatang.

Kasus kematian dr Myta memicu perhatian publik dan mendorong pemerintah melakukan investigasi menyeluruh. Kemenkes bergerak cepat, RSUD memberikan klarifikasi, sementara organisasi profesi menuntut audit lanjutan.

Peristiwa ini kini menjadi sorotan karena menyangkut sistem kerja dan perlindungan tenaga medis di Indonesia. (nr*)

Berita Terkait

Tak Terima Diceraikan, Pria di Jambi Siram Mantan Istri dengan Air Keras
Lansia di Jambi Dibacok Tetangga Usai Cekcok Saat Cuci Motor
Fakta OTT KPK Bupati Bolmut Sirajudin Lasena
Sopir Truk di Karangasem Dibakar Bos, Diduga karena Uang Setoran
Ketua DPRD Kota Bengkulu Hermanto Diperiksa KPK sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi Bupati Rejang Lebong
AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro Resmi Jabat Kapolres Kerinci, Gantikan AKBP Ramadhanil
Anggota Komisi VI DPR Minta Kemendag Tindak Tegas Praktik Mark Up Harga Masker
Anggota Komisi III Tak Ingin RUU Perampasan Aset Jadi Kendaraan Kriminalisasi
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 10:14 WIB

Tak Terima Diceraikan, Pria di Jambi Siram Mantan Istri dengan Air Keras

Sabtu, 26 September 2026 - 08:10 WIB

Lansia di Jambi Dibacok Tetangga Usai Cekcok Saat Cuci Motor

Rabu, 23 September 2026 - 15:57 WIB

Fakta OTT KPK Bupati Bolmut Sirajudin Lasena

Rabu, 23 September 2026 - 14:48 WIB

Sopir Truk di Karangasem Dibakar Bos, Diduga karena Uang Setoran

Jumat, 11 September 2026 - 23:26 WIB

Ketua DPRD Kota Bengkulu Hermanto Diperiksa KPK sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi Bupati Rejang Lebong

Berita Terbaru