Kenaikan Suku Bunga AS Tekan Harga Emas Dunia, Turun 1,4 Persen

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 28 Mei 2026 - 11:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Analis pasar dari American Gold Exchange, Jim Wyckoff, mengatakan pasar obligasi saat ini mengindikasikan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed yang menjadi sentimen negatif bagi harga emas.

Analis pasar dari American Gold Exchange, Jim Wyckoff, mengatakan pasar obligasi saat ini mengindikasikan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed yang menjadi sentimen negatif bagi harga emas.

Jakarta, jentik.id — Harga emas dunia anjlok hingga 1,4 persen pada perdagangan dalam minggu ini, akibat meningkatnya spekulasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) di tengah memanasnya tensi geopolitik antara AS dan Iran.

Tekanan terhadap harga logam mulia terjadi setelah eskalasi konflik militer memicu lonjakan harga minyak mentah Brent lebih dari 4 persen. Kenaikan harga energi dinilai berpotensi meningkatkan inflasi global karena produsen diperkirakan membebankan biaya tambahan kepada konsumen.

Kondisi tersebut mendorong pelaku pasar memperkirakan bank sentral AS, Federal Reserve, akan kembali mengambil langkah pengetatan kebijakan moneter melalui kenaikan suku bunga acuan.
Padahal sehari sebelumnya,

Senin (25/5/2026), harga emas spot sempat menguat 1,4 persen ke level 4.570,50 dolar AS per ons troi seiring optimisme pasar terhadap peluang kesepakatan damai di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga :  Rupiah Menguat ke Rp17.986 per Dolar AS, Langkah Pemerintah Hadapi El Nino Tuai Respons Positif

Analis pasar dari American Gold Exchange, Jim Wyckoff, mengatakan pasar obligasi saat ini mengindikasikan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed yang menjadi sentimen negatif bagi harga emas.

“Pasar obligasi berpikir langkah suku bunga berikutnya dari Federal Reserve adalah kenaikan. Itu menjadi sentimen negatif bagi pasar emas hari ini,” ujar Jim Wyckoff dikutip dari Refinitiv.

Menurut Wyckoff, secara teknikal pergerakan harga emas dalam jangka pendek masih berada dalam tren bearish sehingga memicu aksi jual di pasar.

“Secara teknikal dalam jangka pendek, pasar masih menguntungkan pihak bearish, sehingga memicu aksi jual teknikal juga,” katanya.

Pelaku pasar kini menantikan sejumlah rilis data ekonomi penting Amerika Serikat untuk melihat arah kebijakan moneter Federal Reserve dalam beberapa bulan ke depan.

Baca Juga :  Nilai Tukar Rupiah Anjlok ke Level Rp17.304 per Dolar AS, Dipicu Faktor Eksternal

Sementara itu, analis UBS Giovanni Staunovo menilai pergerakan harga emas saat ini sangat dipengaruhi dinamika harga energi global, khususnya minyak mentah.

“Aset keuangan saat ini sangat dipengaruhi oleh harga minyak, begitu pula dengan harga emas,” ujar Giovanni Staunovo.

Tidak hanya emas, harga perak global juga mengalami pelemahan. Pada penutupan perdagangan Selasa, harga perak turun 1,44 persen ke level 76,95 dolar AS per troy ons.

Ketidakpastian geopolitik dan arah kebijakan suku bunga AS diperkirakan masih akan menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga logam mulia dalam jangka pendek.(asy*)

Berita Terkait

Bank Sentral Belanda Pindahkan Cadangan Emas 86 Ton Dari Amerika Serikat
Pendapatan Negara RAPBN 2027 Naik Rp9,1 Triliun, Penerimaan Pajak Bertambah Rp2 Triliun
Penerbangan Di Bandara Soetta Ditutup Sementara Imbas Abu Erupsi Anak Krakatau
Auto Care Kenalkan Teknologi Touchless Shampoo, Kinclong Tanpa Risiko Baret
Wakapolres Kerinci Pantau SPBU, Pastikan Penyaluran BBM Bersubsidi Tepat Sasaran
DPRD Sungai Penuh Sidak SPBU Playang Raya, Soroti Dugaan Pungutan Liar Nomor Antrian Isi BBM
Wali Kota Alfin Resmikan Gen Auto Care Anak Perusahaann, PT Tren Gen Hurizon
Inflasi AS Belum Jinak, Pejabat The Fed Dorong Kenaikan Suku Bunga
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 19:01 WIB

Bank Sentral Belanda Pindahkan Cadangan Emas 86 Ton Dari Amerika Serikat

Senin, 7 September 2026 - 20:30 WIB

Pendapatan Negara RAPBN 2027 Naik Rp9,1 Triliun, Penerimaan Pajak Bertambah Rp2 Triliun

Minggu, 6 September 2026 - 10:14 WIB

Penerbangan Di Bandara Soetta Ditutup Sementara Imbas Abu Erupsi Anak Krakatau

Rabu, 2 September 2026 - 15:38 WIB

Auto Care Kenalkan Teknologi Touchless Shampoo, Kinclong Tanpa Risiko Baret

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:22 WIB

Wakapolres Kerinci Pantau SPBU, Pastikan Penyaluran BBM Bersubsidi Tepat Sasaran

Berita Terbaru

Wakil Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi. Lahirlah atlet tembak nasional

Sport

TNI AU Gelar Kompotisi Tembak Di Ikuti 800 Peserta 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:36 WIB