KPK OTT Bupati Muara Enim Edison, Sejumlah Kantor Pemerintah Langsung Disegel

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 07:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim, Sumatera Selatan, mendadak menjadi sorotan setelah tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan serangkaian penggeledahan pada Senin (8/6/2026).

Aktivitas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim, Sumatera Selatan, mendadak menjadi sorotan setelah tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan serangkaian penggeledahan pada Senin (8/6/2026).

MUARA ENIM, jentik.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Senin (8/6/2026). Dalam operasi itu, tim penyidik KPK mengamankan Bupati Muara Enim, Edison.

Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan informasi tersebut saat menjawab konfirmasi awak media.

Namun, KPK belum menjelaskan secara rinci perkara yang melatarbelakangi OTT itu. Penyidik juga masih merahasiakan jumlah pihak yang turut terjaring serta barang bukti yang mereka kumpulkan.

Selain mengamankan sejumlah pihak, tim KPK menggeledah beberapa lokasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim.

Dengan pengawalan aparat kepolisian, penyidik membagi tugas ke beberapa titik. Salah satu tim mendatangi rumah dinas Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan lalu menyegel lokasi tersebut.

Baca Juga :  CCTV Tunjukkan Pencurian di Kantor Camat, Warga Sungai Penuh Desak Polisi Bertindak

Selanjutnya, tim KPK mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Muara Enim. Di lokasi itu, penyidik menyegel ruang perencanaan, ruang sarana dan prasarana, ruang sekretaris, ruang keuangan, serta ruang bidang kebudayaan.

Tim lainnya memeriksa ruang kerja Bupati Muara Enim di kompleks perkantoran pemerintah daerah lalu menyegel ruangan tersebut. Penyidik juga memeriksa rumah dinas jabatan bupati untuk mendalami perkara yang sedang mereka tangani.

Aparat kepolisian mengawal seluruh rangkaian penggeledahan hingga sore hari. Tim KPK mengakhiri pemeriksaan sekitar pukul 16.00 WIB.

Baca Juga :  Gus Yaqut Kembali Masuk Rutan, KPK Tegaskan Proses Hukum Berlanjut

Hingga kini, penyidik KPK terus memeriksa Edison dan sejumlah pihak lain yang turut terjaring dalam OTT tersebut.

Sesuai ketentuan yang berlaku, KPK memiliki waktu maksimal 1×24 jam untuk menentukan status hukum pihak yang terjaring sebelum mengumumkan hasil resmi operasi kepada publik.

Saat ini, masyarakat menunggu penjelasan resmi KPK terkait dugaan tindak pidana korupsi yang memicu operasi tersebut. KPK juga masih mendalami kemungkinan penetapan tersangka serta menelusuri barang bukti yang berhasil mereka kumpulkan. (nr*)

Berita Terkait

Ketua DPRD Kota Bengkulu Hermanto Diperiksa KPK sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi Bupati Rejang Lebong
AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro Resmi Jabat Kapolres Kerinci, Gantikan AKBP Ramadhanil
Anggota Komisi VI DPR Minta Kemendag Tindak Tegas Praktik Mark Up Harga Masker
Anggota Komisi III Tak Ingin RUU Perampasan Aset Jadi Kendaraan Kriminalisasi
Kecelakaan Beruntun Di Kembangan Jakbar, Tiga Orang Tewas Satu Keluarga.
Legislator PDIP Gus Falah Dukung Proses Hukum Kasus Keracunan MBG
Dugaan Korupsi Damkar Sungai Penuh Tiga Modus SPJ Fiktif, Mark-Up Hingga Pencairan Tanpa Verifikasi
Aipda Aviv Muharman Dipecat dari Polres Bungo, Kapolres Beri Peringatan Keras ke Anggota
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 23:26 WIB

Ketua DPRD Kota Bengkulu Hermanto Diperiksa KPK sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi Bupati Rejang Lebong

Jumat, 11 September 2026 - 11:08 WIB

AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro Resmi Jabat Kapolres Kerinci, Gantikan AKBP Ramadhanil

Rabu, 9 September 2026 - 12:10 WIB

Anggota Komisi VI DPR Minta Kemendag Tindak Tegas Praktik Mark Up Harga Masker

Rabu, 9 September 2026 - 11:47 WIB

Anggota Komisi III Tak Ingin RUU Perampasan Aset Jadi Kendaraan Kriminalisasi

Minggu, 6 September 2026 - 16:43 WIB

Kecelakaan Beruntun Di Kembangan Jakbar, Tiga Orang Tewas Satu Keluarga.

Berita Terbaru

Kursi Menkeu Purbaya di serahkan pada Suahsil.

Ekonomi

Kursi Menkeu Diserahkan Tanggung Jawab kepada Suahasil Nazara

Selasa, 15 Sep 2026 - 12:28 WIB

Nurul dan Fares terima kado besti dari Discukcapil Kota Sungai Penuh. (Dok. Ft: Meri)

Pemerintahan

Discukcapil Beri Kado Besti untuk Nurul dan Fares di Hari Bahagia

Selasa, 15 Sep 2026 - 11:01 WIB