Sungai penuh, jentik.id-Pemerintah Kota Sungai Penuh kembali mempercepat normalisasi Sungai Batang Merao untuk mengurangi risiko banjir sekaligus mendukung sektor pertanian warga.
Proyek yang berada di Kecamatan Hamparan Rawang itu kembali berjalan pada 2026 setelah mendapat dukungan anggaran dari APBN. Sebelumnya, pengerjaan sempat melambat akibat efisiensi anggaran pemerintah pusat.
Wali Kota Sungai Penuh, Alfin Bakar, menegaskan normalisasi Sungai Batang Merao menjadi program prioritas karena berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat dan produktivitas lahan pertanian.
“Program ini penting untuk mengurangi ancaman banjir sekaligus mendukung aktivitas pertanian warga,” ujar Alfin, Sabtu (9/5/2026).
Pemerintah mengerjakan normalisasi mulai dari kawasan jembatan simpang tiga hingga batas Kota Sungai Penuh di wilayah Koto Lanang dengan panjang penanganan sekitar 1,68 kilometer.
Alfin juga meminta dukungan masyarakat agar proses pengerjaan berjalan lancar. Pasalnya, jalur proyek cukup rumit karena melewati tujuh jembatan, tembok penahan banjir, kandang ternak, hingga kebun milik warga.
Selama beberapa tahun terakhir, Sungai Batang Merao sering meluap saat curah hujan tinggi. Kondisi itu memicu genangan di permukiman dan area persawahan sehingga mengganggu aktivitas warga, terutama petani.
Melalui normalisasi ini, pemerintah ingin memperlancar aliran air dan mengurangi sedimentasi yang mempersempit badan sungai. Dengan begitu, risiko banjir di kawasan pemukiman diharapkan dapat berkurang.
Selain menangani banjir, proyek tersebut juga mendukung ketahanan pangan daerah. Pemerintah mencatat normalisasi tahap awal sebelumnya membantu meningkatkan luas lahan pertanian produktif.
Data Pemkot Sungai Penuh menunjukkan sekitar 2.941,01 hektare lahan di Kecamatan Sungai Penuh dan Hamparan Rawang sudah merasakan manfaat program tersebut.
Pemerintah daerah optimistis proyek normalisasi Sungai Batang Merao akan memberi dampak besar bagi masyarakat, baik untuk perlindungan kawasan dari banjir maupun peningkatan hasil pertanian warga. (nr*)









