Said Iqbal Soroti Pajak JHT, Usul Korban PHK Dibebaskan dari Pungutan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 29 Juni 2026 - 07:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

JAKARTA, jentik.id – Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, meminta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meninjau ulang kebijakan pajak atas pencairan Jaminan Hari Tua (JHT). Menurutnya, dana JHT merupakan tabungan pekerja sehingga pemerintah tidak perlu mengenakan pajak saat pekerja mencairkannya, terutama setelah terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Said Iqbal mengatakan akan segera mengirim surat kepada Menteri Keuangan untuk membahas usulan tersebut. Ia juga meminta pemerintah mengevaluasi pajak atas uang pesangon, jaminan pensiun, dan tunjangan hari raya (THR).

Menurut Said, pekerja telah memenuhi kewajiban pajak melalui potongan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 dari gaji setiap bulan. Selain itu, mereka juga membayar iuran JHT dan jaminan pensiun selama masih bekerja.

Baca Juga :  MBG Ubah Cara Sajian, BGN Uji Coba Prasmanan di Sekolah

Karena itu, Said menilai pemerintah tidak perlu memungut pajak saat pekerja mencairkan dana JHT. Ia juga mengusulkan tarif pajak 0 persen bagi pekerja yang mencairkan JHT setelah mengalami PHK.

Menurut Said, kebijakan tersebut dapat meringankan beban pekerja yang sedang mengalami kesulitan ekonomi. Pekerja dapat memanfaatkan seluruh dana JHT untuk memenuhi kebutuhan hidup atau menjadi modal memulai usaha.

Usulan tersebut juga mendapat dukungan dari Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (ASPIRASI). Organisasi itu menilai dana JHT merupakan hak pekerja karena berasal dari potongan upah selama masa kerja, bukan bantuan pemerintah.

Baca Juga :  Rebutan 35 Ribu Kursi! 639 Ribu Pelamar Banjiri Seleksi Koperasi Desa

Presiden ASPIRASI, Mirah Sumirat, mengatakan pemotongan pajak atas pencairan JHT justru menambah beban korban PHK. Banyak pekerja mengandalkan dana tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah kehilangan pekerjaan.

Mirah juga mengingatkan bahwa pekerja selama ini telah membayar pajak melalui PPh Pasal 21. Mereka juga membayar berbagai pajak saat membeli kebutuhan sehari-hari.

Karena itu, ASPIRASI meminta pemerintah mengevaluasi kebijakan pajak pencairan JHT. Organisasi tersebut juga mengusulkan pembebasan atau relaksasi pajak bagi korban PHK dan pekerja berupah rendah. ASPIRASI juga meminta pemerintah melibatkan serikat pekerja dalam penyusunan kebijakan yang berkaitan dengan jaminan sosial tenaga kerja. (nr*)

Berita Terkait

Teh Kemasan Berbusa Saat Demo Viral, Polisi Telusuri Pihak yang Membagikan
KPK Ungkap Dugaan Kerugian Negara Triliunan Rupiah dalam Kasus Cukai PT Djarum
Dakwaan Silmy Karim Ungkap Uang Klik, Saham Rp 31 Miliar hingga Biaya Kuliah S3
Amran Bongkar Dugaan Pengoplosan 600 Ton Beras SPHP, Kerugian Capai Rp3,3 Miliar
Amran Bertindak Tegas! 8 Pejabat Bapanas-Bulog Dicopot Buntut Dugaan Penyelewengan Beras SPHP
Kepala BGN Klaim Hemat Anggaran MBG Rp44 Triliun, Tutup 2.000 Dapur Bermasalah
BGN Siapkan Pejabat Daerah Setingkat Kapolres hingga Kapolda, Ini Tugasnya
Mentan Amran Bongkar Dugaan Pengalihan Beras SPHP Jadi Premium di Jakarta Timur
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Teh Kemasan Berbusa Saat Demo Viral, Polisi Telusuri Pihak yang Membagikan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:42 WIB

KPK Ungkap Dugaan Kerugian Negara Triliunan Rupiah dalam Kasus Cukai PT Djarum

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Dakwaan Silmy Karim Ungkap Uang Klik, Saham Rp 31 Miliar hingga Biaya Kuliah S3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Amran Bongkar Dugaan Pengoplosan 600 Ton Beras SPHP, Kerugian Capai Rp3,3 Miliar

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Amran Bertindak Tegas! 8 Pejabat Bapanas-Bulog Dicopot Buntut Dugaan Penyelewengan Beras SPHP

Berita Terbaru