Terbongkar! Tiga Perusahaan Mitra Hot 51 Diduga Raup Dana Ilegal Rp262,3 Miliar

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 27 Juni 2026 - 21:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi judi online. Foto: Syawal Darisman/kumparan

Ilustrasi judi online. Foto: Syawal Darisman/kumparan

JAKARTA, jentik.id – Polda Metro Jaya mengungkap perkembangan penyidikan kasus aplikasi bermuatan judi dan pornografi Hot 51. Penyidik menemukan tiga perusahaan mitra aplikasi itu meraup dana ilegal hingga Rp262,3 miliar.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Immanudin, menyebut ketiga perusahaan tersebut ialah PT MDS, PT CDS, dan PT IDI.

Penyidik menemukan ketiga perusahaan itu beroperasi sebagai shell company atau perusahaan cangkang. Mereka menampung hasil tindak pidana selama periode Januari hingga Juni 2026.

Iman menjelaskan, perusahaan-perusahaan itu memanipulasi identitas saat mendaftar ke penyedia layanan payment gateway. Cara tersebut membuat mereka memperoleh fasilitas virtual account. Selanjutnya, mereka memanfaatkan rekening itu sebagai tempat deposit aplikasi Hot 51.

Baca Juga :  KPK Geledah Rumah Silmy Karim, Moge dan Mobil Mewah Diangkut Dengan Mobil Derek

Perputaran Dana Tembus Ratusan Miliar

Penyidik menelusuri aliran dana dengan metode follow the money. Hasil penyelidikan menunjukkan ekosistem Hot 51 mencatat perputaran uang hingga Rp559,8 miliar.

Dari nilai tersebut, PT MDS, PT CDS, dan PT IDI menerima aliran dana sebesar Rp262,3 miliar. Ketiga perusahaan itu mengelola seluruh transaksi tersebut.

Terancam Denda hingga Pembubaran

Polda Metro Jaya menjerat ketiga perusahaan itu dengan pasal pidana korporasi. Penyidik menerapkan Pasal 118 sampai Pasal 122 juncto Pasal 45 hingga Pasal 49 KUHP.

Baca Juga :  Kepala Disperindag Jambi Tersangka Korupsi Pajak, 4 Orang Ikut Terseret

Ketiga perusahaan menghadapi ancaman denda mulai Rp2 miliar untuk Kategori VI, Rp5 miliar untuk Kategori VII, hingga Rp50 miliar untuk Kategori VIII.

Selain menjatuhkan pidana denda, penyidik juga akan menuntut ganti rugi. Penyidik turut mengajukan perampasan aset hasil kejahatan, pencabutan izin usaha, pelarangan kegiatan usaha, pembekuan operasional, hingga pembubaran perusahaan. (nr*)

Berita Terkait

KPK Cegah Ahmad Dedi alias Dedi Congor ke Luar Negeri dalam Kasus Bea Cukai
Kapolda Jambi Instruksikan Seluruh Kapolres Petakan Wilayah Rawan PETI
Ibu Kandung Ditemukan Meninggal, Anak yang Berstatus Polisi Kini Ditahan
Ladang Ganja Seluas 18 Hektare Terungkap di Aceh Utara, BNN Amankan Empat Orang
TNI AL Bongkar Aksi Penyelundupan Emas Rp2,9 Miliar, Petugas Temukan 3 Benda Mencurigakan
Polisi Bongkar 3 Kasus Solar Subsidi di Padang, Puluhan Jeriken Jadi Barang Bukti!
Polda Jambi Ungkap 32 Kasus PETI, 71 Tersangka Diamankan dan 3,5 Kilogram Emas Disita
Bangkai Kapal Wisata Kerinci Sakti Senilai Rp1,2 Miliar Kembali Muncul, Baru Sepekan Berlayar Sudah Rusak
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:39 WIB

KPK Cegah Ahmad Dedi alias Dedi Congor ke Luar Negeri dalam Kasus Bea Cukai

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:40 WIB

Kapolda Jambi Instruksikan Seluruh Kapolres Petakan Wilayah Rawan PETI

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:27 WIB

Ibu Kandung Ditemukan Meninggal, Anak yang Berstatus Polisi Kini Ditahan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:27 WIB

Ladang Ganja Seluas 18 Hektare Terungkap di Aceh Utara, BNN Amankan Empat Orang

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:53 WIB

TNI AL Bongkar Aksi Penyelundupan Emas Rp2,9 Miliar, Petugas Temukan 3 Benda Mencurigakan

Berita Terbaru