Terungkap di Persidangan, Eks Dirut PDAM Tirta Mayang Jelaskan Pengadaan Sucolite

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama PDAM Tirta Mayang Kota Jambi, Dwike Riantara, menjadi saksi kasus korupsi pengadaan bahan kimia penjernih air jenis Sucolite LA24HZ periode 2021-2023, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jambi, Kamis (23/7/2026),

Direktur Utama PDAM Tirta Mayang Kota Jambi, Dwike Riantara, menjadi saksi kasus korupsi pengadaan bahan kimia penjernih air jenis Sucolite LA24HZ periode 2021-2023, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jambi, Kamis (23/7/2026),

JAMBI, jentik.id – Mantan Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi, Dwike Riantara, memberikan kesaksian dalam sidang dugaan korupsi pengadaan bahan kimia penjernih air jenis Sucolite LA24HZ periode 2021–2023 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi, Kamis (23/7/2026).

Di hadapan majelis hakim, Dwike menjelaskan penggunaan Sucolite merupakan kelanjutan dari kebijakan yang sudah diterapkan pada tahun-tahun sebelumnya. Ia juga menegaskan tim perusahaan menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP), menetapkan harga satuan, serta menyusun Harga Perkiraan Sendiri (HPS).

Menurutnya, seluruh proses pengadaan berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.

“Penggunaan bahan kimia tersebut merupakan kelanjutan dari kebijakan yang sudah berjalan pada tahun-tahun sebelumnya,” ujar Dwike.

Selain Dwike, jaksa penuntut umum juga menghadirkan Manager Distribusi PDAM Tirta Mayang Gustoni, Direktur Keuangan Sahar, dan Pelaksana Tugas Direktur Utama Masrizal sebagai saksi.

BPKP Sebut Kerugian Negara Rp4,4 Miliar

Dalam persidangan, jaksa mengungkap hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Jambi. Audit tertanggal 28 Mei 2025 itu mencatat dugaan kerugian negara sebesar Rp4,4 miliar yang berkaitan dengan pengadaan bahan kimia penjernih air di PDAM Tirta Mayang.

Baca Juga :  Aksi Curi Motor di 17 Lokasi Terbongkar, Dua Residivis Jambi Dijatuhi Hukuman

Jaksa menjadikan hasil audit tersebut sebagai salah satu dasar dakwaan terhadap para terdakwa.

Kuasa Hukum Bantah Ada Penyimpangan

Kuasa hukum terdakwa Rusdi Wahab, Holim Kimsu, menilai kesaksian Dwike justru memperlihatkan tidak adanya penyimpangan dalam proses pengadaan maupun penggunaan Sucolite.

Ia juga menyebut masyarakat tidak pernah mengajukan keluhan terkait kualitas air bersih selama PDAM menggunakan bahan kimia tersebut.

Selain itu, Holim membantah adanya penunjukan langsung terhadap penyedia barang. Menurutnya, perusahaan memilih penyedia melalui proses lelang, bukan penunjukan langsung.

Kuasa hukum terdakwa Hery Fitriadi, Rahman, juga menyatakan proses lelang berlangsung terbuka. Ia menjelaskan empat perusahaan di Indonesia memproduksi Sucolite sehingga seluruh penyedia yang memenuhi syarat memiliki kesempatan mengikuti pengadaan.

Sementara itu, kuasa hukum terdakwa Mustazal, Wahyu, mengatakan kliennya pernah mengusulkan evaluasi penggunaan merek Sucolite agar sesuai dengan karakteristik air baku Sungai Batanghari. Namun, tim penyusun RKAP tidak menindaklanjuti usulan tersebut.

Baca Juga :  21 Jemaah Umrah Jambi Telantar di Tanah Suci, Terpaksa Rogoh Kocek Sendiri

Sidang Dilanjutkan Pekan Depan

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kukuh, mengatakan majelis hakim akan melanjutkan pemeriksaan saksi pada sidang berikutnya. Jaksa belum menyelesaikan pemeriksaan seluruh saksi karena keterbatasan waktu.

Ia memastikan seluruh saksi yang telah memberikan keterangan pada tahap penyidikan akan kembali hadir di persidangan.

Tiga Terdakwa Jalani Proses Hukum

Kasus ini bermula dari pengadaan bahan kimia penjernih air jenis Sucolite LA24HZ di Perumda Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi selama 2021 hingga 2023.

Dokumen RKAP mencatat total pengadaan mencapai 5.982.652 kilogram. Perusahaan menunjuk PT Definite Hue of Solutions (DHS) sebagai penyedia melalui enam kontrak dengan nilai sekitar Rp19,57 miliar.

Dalam perkara ini, jaksa menetapkan tiga terdakwa, yakni Direktur Teknik PDAM Tirta Mayang Mustazal, Manajer Pengadaan Hery Fitriadi, dan Kepala Cabang PT DHS Rusdi Wahab. Mereka kini menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Jambi. (nr*)

Berita Terkait

Ketua DPRD Kota Bengkulu Hermanto Diperiksa KPK sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi Bupati Rejang Lebong
AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro Resmi Jabat Kapolres Kerinci, Gantikan AKBP Ramadhanil
Anggota Komisi VI DPR Minta Kemendag Tindak Tegas Praktik Mark Up Harga Masker
Anggota Komisi III Tak Ingin RUU Perampasan Aset Jadi Kendaraan Kriminalisasi
Kecelakaan Beruntun Di Kembangan Jakbar, Tiga Orang Tewas Satu Keluarga.
Legislator PDIP Gus Falah Dukung Proses Hukum Kasus Keracunan MBG
Dugaan Korupsi Damkar Sungai Penuh Tiga Modus SPJ Fiktif, Mark-Up Hingga Pencairan Tanpa Verifikasi
Aipda Aviv Muharman Dipecat dari Polres Bungo, Kapolres Beri Peringatan Keras ke Anggota
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 23:26 WIB

Ketua DPRD Kota Bengkulu Hermanto Diperiksa KPK sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi Bupati Rejang Lebong

Jumat, 11 September 2026 - 11:08 WIB

AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro Resmi Jabat Kapolres Kerinci, Gantikan AKBP Ramadhanil

Rabu, 9 September 2026 - 12:10 WIB

Anggota Komisi VI DPR Minta Kemendag Tindak Tegas Praktik Mark Up Harga Masker

Rabu, 9 September 2026 - 11:47 WIB

Anggota Komisi III Tak Ingin RUU Perampasan Aset Jadi Kendaraan Kriminalisasi

Minggu, 6 September 2026 - 16:43 WIB

Kecelakaan Beruntun Di Kembangan Jakbar, Tiga Orang Tewas Satu Keluarga.

Berita Terbaru

Penyambutan tradisi pedang pora kapolre Kerinci AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro, S.H., S.I.K., M.I.K.

Kerinci

AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro Resmi Komando Polres Kerinci

Senin, 14 Sep 2026 - 08:40 WIB