Jakarta, jentik.id – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menegaskan pihaknya tidak akan mentoleransi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak memenuhi standar dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
” SPPG yang terbukti melanggar standar keamanan pangan, mutu, gizi, maupun pelayanan distribusi akan diberikan sanksi tegas hingga penutupan operasional.
Sudaryono menjelaskan, SPPG merupakan ujung tombak pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis karena berfungsi sebagai dapur umum yang mengelola, memproduksi, dan mendistribusikan makanan bergizi kepada para penerima manfaat.
Menurutnya, BGN membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat dan insan pers untuk ikut mengawasi pelaksanaan program tersebut.
“Apabila ditemukan SPPG yang bermasalah, masyarakat diminta segera melaporkannya agar dapat segera ditindaklanjuti.
“Silakan diinformasikan kepada kami. Kalau ada SPPG yang bermasalah, akan kami perbaiki, kami tegur, dan bila memang tidak mampu memenuhi standar keamanan, standar gizi, standar mutu, maupun pelayanan distribusi yang baik, maka dapur tersebut akan kami tutup,” ujar Sudaryono kepada wartawan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah SPPG di Bogor, Jumat.
Selain menegaskan pengawasan, Sudaryono juga mengingatkan seluruh kepala SPPG, pengawas gizi, akuntan, serta petugas dapur agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.
Ia menekankan bahwa bekerja di SPPG bukan semata-mata untuk mencari keuntungan, melainkan memastikan setiap makanan yang disajikan benar-benar aman, bergizi, dan layak dikonsumsi.
“Saya berpesan kepada seluruh kepala SPPG, pengawas gizi, akuntan, dan seluruh petugas dapur agar bekerja dengan hati
Jangan hanya sekadar bekerja mencari uang atau sekadar memberi makan, tetapi benar-benar memastikan kualitas makanan yang diberikan kepada masyarakat,” katanya.
Dalam sidak tersebut, Sudaryono mengunjungi dua titik SPPG, yakni SPPG Pasir Kuda dan SPPG Cipaku 02. Berdasarkan hasil pemantauan, kedua unit tersebut dinilai telah beroperasi dengan baik, baik dari aspek kebersihan, manajemen, maupun pelayanan.
Ia berharap kualitas yang telah dicapai dapat terus dipertahankan sehingga menjadi contoh bagi SPPG lain di berbagai daerah.
“Sejauh ini hasilnya bagus. Kepala SPPG bekerja dengan baik, petugasnya juga menjaga kebersihan. Tinggal dipertahankan agar kualitas pelayanan tetap konsisten,” tutup Sudaryono.(asy*)









