Sungai Penuh, jentik.id – Tumpukan sampah kembali muncul di sejumlah titik Kota Sungai Penuh pada Senin (9/3/2026). Kondisi ini memicu keluhan warga karena bau tidak sedap mulai mengganggu kenyamanan lingkungan.
Pantauan di lapangan memperlihatkan sampah rumah tangga menumpuk karena petugas kebersihan belum mengangkutnya. Tumpukan cukup mencolok terlihat di kawasan Koto Baru. Sampah juga menumpuk di area samping pusat perbelanjaan Kincai Plaza.
Seorang warga mengatakan petugas dari dinas terkait sudah beberapa hari tidak datang mengangkut sampah di lokasi tersebut.
“Sudah beberapa hari sampah menumpuk dan petugas dari LH belum datang mengangkutnya,” ujarnya.
Warga khawatir kondisi ini akan semakin parah jika pemerintah tidak segera menanganinya. Mereka menilai tumpukan sampah berpotensi menimbulkan bau menyengat dan mengganggu aktivitas masyarakat, terutama warga yang tinggal di sekitar lokasi pembuangan sementara.
TPST Renah Kayu Embun Diduga Tidak Beroperasi
Hingga kini pemerintah belum menjelaskan penyebab pasti penumpukan sampah di beberapa wilayah Kota Sungai Penuh. Namun, warga menyebut Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Renah Kayu Embun di Kecamatan Kumun Debai sudah beberapa bulan berhenti beroperasi.
Pantauan di lokasi menunjukkan sampah masih menumpuk di area TPST. Kondisi fasilitas pengolahan juga tampak kurang terawat.
Sebagian pagar seng di sekitar lokasi roboh. Beberapa lembar seng pada bangunan pengolahan tampak terlepas dari rangkanya.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran warga. Mereka menilai pemerintah perlu memaksimalkan fasilitas yang dibangun dengan anggaran besar untuk mendukung pengelolaan sampah di daerah tersebut.
Warga berharap pemerintah daerah segera memperbaiki fasilitas itu dan kembali mengoperasikan TPST Renah Kayu Embun. Dengan begitu, pengangkutan dan pengelolaan sampah di Kota Sungai Penuh dapat berjalan normal.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Sungai Penuh belum memberikan tanggapan meski awak media telah menghubunginya melalui pesan WhatsApp hingga berita ini diterbitkan. (nr*)









