Jakarta.jentik.id. Teuku Riefky Harsya menegaskan pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal terus didorong untuk meningkatkan daya saing global.
Pernyataan itu disampaikan dalam siaran pers kementerian di Jakarta, Sabtu, terkait kehadiran AMANAH Creative Hub sebagai pusat pengembangan ekonomi kreatif di Aceh.
Pemerintah mendorong pengembangan subsektor seperti fesyen, kriya, kuliner, dan teknologi melalui kolaborasi lintas pihak, kurasi tenant, komersialisasi kekayaan intelektual (IP), perluasan akses pendanaan, serta promosi produk lokal agar mampu menembus pasar nasional dan global.
Menurut Menteri, AMANAH diharapkan menjadi pusat inkubasi bisnis, pengembangan talenta muda, dan ruang kolaborasi produk kreatif unggulan daerah.
Ia menambahkan, sektor ekonomi kreatif berperan penting dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas serta menekan angka kemiskinan dan pengangguran.
Sementara itu, Ketua Yayasan AMANAH, Saifullah Muhammad, menyatakan pihaknya akan kembali mengaktifkan program pemberdayaan pemuda Aceh dengan fokus pada peningkatan kapasitas, kreativitas, dan kemandirian ekonomi.
Saat ini, tenaga kerja di subsektor ekonomi kreatif telah mencapai sekitar 27,4 juta orang, dengan sekitar 50 persen berasal dari generasi Z dan milenial.(asy*).









