Muara Madras Lumpuh! Banjir Bandang Rendam Rumah hingga Putuskan Jembatan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 5 Mei 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir bandang di Desa Muara Madras merendam rumah warga dan merusak jembatan serta fasilitas umum, tanpa menimbulkan korban jiwa, Minggu (3/5/2026) malam.

Banjir bandang di Desa Muara Madras merendam rumah warga dan merusak jembatan serta fasilitas umum, tanpa menimbulkan korban jiwa, Minggu (3/5/2026) malam.

MERANGIN, jentik.id – Banjir bandang melanda Desa Muara Madras, Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin, pada Minggu (3/5/2026) malam setelah Sungai Mantenang meluap akibat hujan deras.

Kepala Desa Muara Madras, Saleh Albasaroh, menyebut banjir terjadi sekitar pukul 19.30 WIB dan merendam sejumlah rumah warga.

“Beberapa rumah terendam dengan ketinggian air sekitar 30 sentimeter. Warga langsung mengamankan barang-barang saat air naik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, banjir juga merusak infrastruktur desa. Satu jembatan gantung roboh, sementara jembatan lain mengalami kerusakan namun masih bisa dilalui. Sejumlah jembatan usaha tani berbahan kayu juga ikut rusak.

Baca Juga :  Sungai Meluap Tengah Malam, 409 Rumah Warga Merangin Terendam dan Jembatan Putus

Selain itu, banjir menyebabkan satu rumah roboh dan beberapa rumah lainnya dipenuhi lumpur. Bangunan taman kanak-kanak (TK) terbawa arus, dan satu masjid ikut terendam. Warga juga melaporkan satu ekor sapi mati terseret arus.

“Total ada empat rumah terdampak, satu rumah rusak berat, dan lima rumah lainnya penuh lumpur,” jelas Saleh.

Baca Juga :  Antrean Mengular Sejak Pagi, Nasabah Bank Jambi Kesulitan Tarik Uang

Meski kerusakan cukup luas, ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Saat ini, air sudah surut dan warga mulai membersihkan rumah secara gotong royong.

Saleh mengimbau warga tetap waspada, terutama saat hujan deras, serta menghindari aktivitas di sekitar Sungai Mantenang untuk mengantisipasi banjir susulan. (nr*)

Berita Terkait

35 Tahun Beroperasi, Tiga Traffic Light di Sungai Penuh Segera Diganti
Tim SAR Gabungan Kerahkan Lima Kapal Cari Lima Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Gunung Anak Krakatau
Bukan Sekadar Usia, Ini Alasan SIM B Punya Batas Lebih Tinggi dari SIM A
Abu Gunung Anak Krakatau Menyebar, Sejumlah Daerah Alihkan Sekolah ke PJJ
Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Ini Alasannya
Kebakaran TPA Putri Cempo Belum Padam, Warga Keluhkan Gejala ISPA
Semeru Erupsi dan Luncurkan Lava Pijar Saat Kawasan TNBTS Masih Terbakar
Paripurna Anggaran Berujung Adu Jotos, Ketua DPRD Ende Dilaporkan ke Polisi
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 14:45 WIB

35 Tahun Beroperasi, Tiga Traffic Light di Sungai Penuh Segera Diganti

Rabu, 9 September 2026 - 11:26 WIB

Tim SAR Gabungan Kerahkan Lima Kapal Cari Lima Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Gunung Anak Krakatau

Senin, 7 September 2026 - 12:28 WIB

Bukan Sekadar Usia, Ini Alasan SIM B Punya Batas Lebih Tinggi dari SIM A

Senin, 7 September 2026 - 10:13 WIB

Abu Gunung Anak Krakatau Menyebar, Sejumlah Daerah Alihkan Sekolah ke PJJ

Senin, 7 September 2026 - 08:47 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Ini Alasannya

Berita Terbaru

Kursi Menkeu Purbaya di serahkan pada Suahsil.

Ekonomi

Kursi Menkeu Diserahkan Tanggung Jawab kepada Suahasil Nazara

Selasa, 15 Sep 2026 - 12:28 WIB

Nurul dan Fares terima kado besti dari Discukcapil Kota Sungai Penuh. (Dok. Ft: Meri)

Pemerintahan

Discukcapil Beri Kado Besti untuk Nurul dan Fares di Hari Bahagia

Selasa, 15 Sep 2026 - 11:01 WIB