JAKARTA, jentik.id – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai mengkaji penggunaan tabung Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram untuk menggantikan LPG rumah tangga. Indonesia bahkan berpeluang menjadi negara pertama yang memakai tabung CNG 3 kg secara massal.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan CNG merupakan gas alam bertekanan tinggi yang tersimpan dalam tabung khusus hingga 250 bar. Berbeda dengan LNG yang berbentuk cair, CNG tetap berbentuk gas.
Laode mengatakan teknologi tabung CNG sudah berkembang sejak lama. Kini pemerintah mengembangkan tabung tipe 4 berbahan komposit fiber yang lebih ringan dan kuat dibanding tabung logam biasa.
Ia menilai Indonesia bisa menjadi pelopor penggunaan tabung CNG 3 kg untuk rumah tangga. Pemerintah juga memasukkan program tersebut ke dalam roadmap energi nasional.
Potensi Hemat Subsidi dan Kurangi Impor
Laode menjelaskan pasokan gas CNG bisa berasal dari lapangan migas dalam negeri dan fasilitas LNG di Bontang maupun Papua. Pemerintah ingin memanfaatkan energi domestik untuk menekan impor LPG.
Menurutnya, penggunaan CNG dapat menghemat subsidi energi hingga 20 sampai 30 persen. Program ini juga berpotensi mengurangi beban devisa negara.
Saat ini konsumsi LPG nasional sudah menembus lebih dari 7 juta ton per tahun. Sementara itu, produksi dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Laode menegaskan pemerintah harus mencari sumber energi alternatif agar impor LPG tidak terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan jumlah penduduk.
Pemerintah Fokus pada Aspek Keselamatan
Pemerintah masih memprioritaskan faktor keselamatan sebelum menjalankan program tersebut secara luas. Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi Lemigas masih menguji tabung dan sistem distribusi CNG.
Laode menargetkan proses kajian selesai dalam tiga bulan ke depan. Setelah itu, pemerintah akan menyiapkan produksi tabung CNG 3 kg secara massal.
Pemerintah juga memastikan masyarakat tidak perlu mengganti kompor. Tabung CNG nantinya memakai valve dan converter sistem plug and play sehingga bisa langsung digunakan pada kompor LPG yang sudah ada.
Selain itu, pemerintah masih membahas skema bisnis dan distribusi tabung CNG. Laode menyebut penggunaan CNG tetap bisa menghemat subsidi hingga 30 persen meski harganya setara dengan LPG 3 kg.
Pemerintah berharap program ini dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG. (nr*)









