Israel, jentik.id-Militer Israel terus mencari cara untuk menghadapi drone canggih milik Hizbullah yang beroperasi di Lebanon selatan. Drone berbasis fiber optik milik kelompok tersebut dinilai semakin sulit dideteksi dan dicegat.
Media Israel, KAN, melaporkan militer Israel mulai mengerahkan sistem penargetan cerdas ke wilayah Lebanon selatan untuk meningkatkan kemampuan melacak dan menghancurkan drone Hizbullah.
Selain itu, tentara Israel juga menerima ratusan teropong malam “Dagger” guna meningkatkan akurasi tembakan terhadap target bergerak saat operasi malam.
Menurut laporan KAN, drone fiber optik Hizbullah kini menjadi salah satu tantangan terbesar bagi operasi militer Israel di Lebanon selatan. Drone tersebut terus menargetkan pasukan dan kendaraan militer Israel.
Militer Israel hingga kini masih kesulitan menemukan sistem pertahanan yang mampu menghentikan serangan drone tersebut secara efektif.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebelumnya mengakui rudal dan drone Hizbullah menjadi ancaman besar bagi keamanan Israel. Ia meminta komandan militer segera mencari solusi untuk menangkal serangan itu.
Meski Israel dan Hizbullah sempat menyepakati gencatan senjata sejak 17 April 2026, bentrokan di Lebanon selatan masih terus terjadi. Militer Israel tetap melancarkan serangan harian dan terlibat baku tembak dengan Hizbullah.
Konflik kembali memanas sejak 2 Maret lalu setelah perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel pecah pada akhir Februari.
Serangan Israel ke Lebanon dilaporkan menewaskan lebih dari 2.700 orang dan memaksa lebih dari satu juta warga mengungsi.
Sementara itu, Amerika Serikat kembali menjadwalkan perundingan damai antara Israel dan Lebanon pada 14-15 Mei mendatang. (nr*)









