Drone Fiber Optik Hizbullah Bikin Israel Ketar-Ketir di Lebanon Selatan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 12 Mei 2026 - 08:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (AFP/Photo)

Ilustrasi (AFP/Photo)

Israel, jentik.id-Militer Israel terus mencari cara untuk menghadapi drone canggih milik Hizbullah yang beroperasi di Lebanon selatan. Drone berbasis fiber optik milik kelompok tersebut dinilai semakin sulit dideteksi dan dicegat.

Media Israel, KAN, melaporkan militer Israel mulai mengerahkan sistem penargetan cerdas ke wilayah Lebanon selatan untuk meningkatkan kemampuan melacak dan menghancurkan drone Hizbullah.

Selain itu, tentara Israel juga menerima ratusan teropong malam “Dagger” guna meningkatkan akurasi tembakan terhadap target bergerak saat operasi malam.

Menurut laporan KAN, drone fiber optik Hizbullah kini menjadi salah satu tantangan terbesar bagi operasi militer Israel di Lebanon selatan. Drone tersebut terus menargetkan pasukan dan kendaraan militer Israel.

Baca Juga :  Iran Beri Sinyal Serangan Balasan Usai Tewasnya Ali Larijani

Militer Israel hingga kini masih kesulitan menemukan sistem pertahanan yang mampu menghentikan serangan drone tersebut secara efektif.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebelumnya mengakui rudal dan drone Hizbullah menjadi ancaman besar bagi keamanan Israel. Ia meminta komandan militer segera mencari solusi untuk menangkal serangan itu.

Meski Israel dan Hizbullah sempat menyepakati gencatan senjata sejak 17 April 2026, bentrokan di Lebanon selatan masih terus terjadi. Militer Israel tetap melancarkan serangan harian dan terlibat baku tembak dengan Hizbullah.

Baca Juga :  Konflik Iran–AS–Israel Memanas, Kepulangan 2.500 Jemaah Umrah Sumbar Terancam Tertunda

Konflik kembali memanas sejak 2 Maret lalu setelah perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel pecah pada akhir Februari.

Serangan Israel ke Lebanon dilaporkan menewaskan lebih dari 2.700 orang dan memaksa lebih dari satu juta warga mengungsi.

Sementara itu, Amerika Serikat kembali menjadwalkan perundingan damai antara Israel dan Lebanon pada 14-15 Mei mendatang. (nr*)

Berita Terkait

Terlibat Haji Ilegal, 4 WNI Diciduk Polisi Makkah di Lokasi Berbeda
Wabah di Laut Lepas! 3 Penumpang Kapal Pesiar Tewas Diduga Virus Hanta
Operasi Militer Memanas, AS Hantam Kapal Iran dan Gagalkan Serangan Udara
Macron Angkat Suara: Tanpa Kerja Sama AS–Iran, Selat Hormuz Tak Akan Terbuka
Usai Diambil Alih AS, Ekspor Minyak Venezuela Melejit Tembus 1 Juta Barel/Hari
Pentagon Akan Tarik Pasukannya di Jerman
Polisi Gerebek Praktik Haji Ilegal, 3 WNI Ditangkap di Makkah
Israel Gempur Gaza, Komandan Hamas dan Bocah 9 Tahun Jadi Korban Jiwa
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 08:33 WIB

Drone Fiber Optik Hizbullah Bikin Israel Ketar-Ketir di Lebanon Selatan

Selasa, 12 Mei 2026 - 07:20 WIB

Terlibat Haji Ilegal, 4 WNI Diciduk Polisi Makkah di Lokasi Berbeda

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:33 WIB

Wabah di Laut Lepas! 3 Penumpang Kapal Pesiar Tewas Diduga Virus Hanta

Selasa, 5 Mei 2026 - 10:00 WIB

Operasi Militer Memanas, AS Hantam Kapal Iran dan Gagalkan Serangan Udara

Senin, 4 Mei 2026 - 20:00 WIB

Macron Angkat Suara: Tanpa Kerja Sama AS–Iran, Selat Hormuz Tak Akan Terbuka

Berita Terbaru