Gaza, jentik.id – Jumlah korban tewas akibat agresi militer Israel di Jalur Gaza sejak Oktober 2023 terus bertambah. Berdasarkan laporan sumber medis dan relawan kemanusiaan di Palestina, sebanyak 72.783 warga dilaporkan meninggal dunia, sementara 172.779 lainnya mengalami luka-luka dan cacat akibat serangan yang terus berlangsung.
Sebagian besar korban disebut merupakan perempuan dan anak-anak.
Kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza juga semakin memprihatinkan karena banyak korban masih tertimbun reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan udara dan belum dapat dievakuasi oleh tim penyelamat maupun ambulans.
“Masih banyak korban yang berada di bawah reruntuhan dan belum bisa dijangkau oleh petugas medis serta tim evakuasi,” ujar sumber medis di Gaza.
Dalam 24 jam terakhir, sedikitnya delapan warga Palestina dilaporkan tewas dan 29 lainnya mengalami luka-luka sebelum dilarikan ke rumah sakit di wilayah Gaza.
Sumber medis setempat juga menyebutkan, jumlah korban tewas dan terluka dalam beberapa pekan terakhir terus mengalami peningkatan.
Selain itu, sebanyak 776 jenazah berhasil ditemukan dari timbunan reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan.
Situasi di Jalur Gaza hingga kini masih memanas. Serangan militer yang berlangsung berkepanjangan menyebabkan krisis kemanusiaan semakin memburuk, sementara ribuan warga sipil masih berada dalam kondisi kekurangan makanan, obat-obatan, dan tempat tinggal.
Komunitas internasional terus menyerukan penghentian kekerasan dan perlindungan terhadap warga sipil, terutama perempuan dan anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan dalam konflik tersebut.(asy*)









