Kasus DBD di Sri Lanka Melonjak, Lebih dari 44 Ribu Orang Terinfeksi Sejak Awal 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 22 Juni 2026 - 19:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi nyamuk Demam Berdarah (DBD). (livescience)

Ilustrasi nyamuk Demam Berdarah (DBD). (livescience)

SRI LANKA, jentik.id – Sri Lanka menghadapi lonjakan kasus demam berdarah dengue (DBD) yang cukup serius sejak awal 2026. Hingga pertengahan Juni, otoritas kesehatan mencatat lebih dari 44.000 orang terinfeksi dan puluhan kematian akibat penyakit yang dibawa nyamuk Aedes aegypti.

Peningkatan kasus terjadi cepat dalam beberapa bulan terakhir. Data dari National Dengue Control Unit menunjukkan jumlah pasien melonjak tajam dan hampir berlipat dalam waktu singkat. Otoritas kesehatan menyebut situasi ini sebagai salah satu wabah terburuk dalam beberapa tahun terakhir.

Selain itu, kondisi lingkungan memperburuk penyebaran penyakit. Banjir dan dampak siklon pada akhir tahun sebelumnya meninggalkan banyak genangan air dan puing, sehingga menciptakan tempat berkembang biak nyamuk. Urbanisasi yang tidak teratur juga ikut mempercepat penyebaran di kawasan padat penduduk.

Baca Juga :  Trump Sebut AS Kebal Krisis Minyak, Tak Bergantung pada Selat Hormuz

Rumah sakit di sejumlah wilayah mulai kewalahan menampung pasien. Pemerintah memperingatkan potensi tekanan lebih besar pada fasilitas kesehatan jika jumlah kasus terus meningkat, terutama di wilayah barat termasuk ibu kota Colombo yang mencatat kasus tertinggi.

Sementara itu, lebih dari separuh kasus terpusat di wilayah tersebut, sementara distrik lain juga melaporkan ribuan kasus baru. Kondisi ini menunjukkan penyebaran DBD telah meluas ke berbagai daerah di Sri Lanka.

Baca Juga :  Drama 40 Hari Berakhir! AS dan Iran Sepakat Damai Sementara, Hormuz Dibuka

Sejak awal tahun, puluhan korban jiwa tercatat, termasuk anak-anak. Pemerintah kemudian memperkuat upaya pengendalian melalui pembersihan lingkungan dan kampanye pemberantasan sarang nyamuk di sekolah, rumah, dan fasilitas umum.

Para ahli kesehatan memperkirakan kasus masih akan bertambah dalam beberapa minggu ke depan, seiring musim hujan yang belum berakhir. Jika tidak terkendali, wabah ini berpotensi menyamai bahkan melampaui lonjakan kasus pada 2019. (nr*)

Berita Terkait

Trump Pamer Jet Kepresidenan dari Qatar, Nilainya Tembus Rp 7,13 Triliun
11 WNI Ditangkap Polisi Taiwan Usai Terlibat Tawuran di Stasiun Taichung
Ribuan Ikan Mati di AS, Gelombang Panas Ekstrem Ancam Ekosistem Perairan
Efek Damai AS-Iran! Harga Minyak Ambruk, Batu Bara dan CPO Ikut Terseret.
Babak Baru Timur Tengah! Trump Klaim AS dan Iran Segera Teken Kesepakatan Damai”
Iran Tutup Selat Hormuz, Ketegangan dengan AS Kian Memanas
Tren Umrah Plus: Ibadah Suci yang Kini Menyatu dengan Wisata Global
Konflik Bersenjata Pecah di Somalia, Presiden Tolak Lengser dan Picu Krisis Politik
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 19:28 WIB

Kasus DBD di Sri Lanka Melonjak, Lebih dari 44 Ribu Orang Terinfeksi Sejak Awal 2026

Minggu, 21 Juni 2026 - 08:58 WIB

Trump Pamer Jet Kepresidenan dari Qatar, Nilainya Tembus Rp 7,13 Triliun

Rabu, 17 Juni 2026 - 08:43 WIB

11 WNI Ditangkap Polisi Taiwan Usai Terlibat Tawuran di Stasiun Taichung

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:30 WIB

Ribuan Ikan Mati di AS, Gelombang Panas Ekstrem Ancam Ekosistem Perairan

Senin, 15 Juni 2026 - 18:44 WIB

Efek Damai AS-Iran! Harga Minyak Ambruk, Batu Bara dan CPO Ikut Terseret.

Berita Terbaru