Kubu Roy Suryo Sebut Kader PSI sebagai Pengunggah Pertama File Ijazah Digital Jokowi

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 11 Juli 2026 - 13:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kolase foto Jokowi dan ijazahnya. Tim penasihat hukum Roy Suryo membongkar paradoks besar dalam kasus dugaan pencemaran nama baik terkait keabsahan ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.

Kolase foto Jokowi dan ijazahnya. Tim penasihat hukum Roy Suryo membongkar paradoks besar dalam kasus dugaan pencemaran nama baik terkait keabsahan ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.

JAKARTA, jentik.id – Tim kuasa hukum Roy Suryo menyebut kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dian Sandi Utama, sebagai pihak yang pertama kali mengunggah file ijazah digital Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang menjadi bagian dari perkara dugaan pencemaran nama baik.

Tim kuasa hukum menyampaikan pernyataan itu setelah sidang perdana praperadilan kedua di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Jumat (10/7/2026). Dalam sidang tersebut, mereka mempersoalkan penetapan Roy Suryo sebagai tersangka berdasarkan Pasal 32 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Kuasa hukum Roy Suryo, Yasena, menjelaskan bahwa perkara tersebut berfokus pada file ijazah dalam bentuk digital, bukan dokumen fisik.

Yasena mengatakan, Dian Sandi Utama pertama kali mengunggah file digital yang kemudian beredar luas di media sosial. Karena itu, ia mempertanyakan keputusan penyidik Polda Metro Jaya yang menetapkan Roy Suryo sebagai tersangka.

Baca Juga :  Ratusan PMI Tanpa Dokumen Masuk Jalur Tikus Dideportasi dari Malaysia

“Yang dipermasalahkan sekarang adalah ijazah digital. File itu diluncurkan oleh Dian Sandi. Seharusnya penyidik menelusuri pihak yang pertama kali mengunggahnya,” kata Yasena.

Selain itu, Yasena mempertanyakan dasar penyidik dalam menilai file digital tersebut melanggar hukum. Ia menegaskan bahwa dokumen fisik dan file digital merupakan dua objek yang berbeda sehingga penyidik perlu menjelaskan unsur pidana yang mereka gunakan.

Kuasa hukum lainnya, Abdul Gafur Sangadji, meminta penyidik menunjukkan bukti permulaan yang cukup serta sedikitnya dua alat bukti yang sah untuk mendukung penetapan Roy Suryo sebagai tersangka.

Baca Juga :  Terjaring OTT KPK, Ini Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed dan Kiprahnya

Menurut Gafur, penyidik harus membuktikan penerapan Pasal 32 UU ITE melalui mekanisme hukum yang berlaku. Ia juga meminta jaksa mengevaluasi penggunaan pasal tersebut apabila proses pembuktiannya tidak memenuhi ketentuan.

Melalui gugatan praperadilan terhadap Kapolda Metro Jaya, Direktorat Reserse Kriminal Umum, dan pihak Kejaksaan, tim kuasa hukum berharap hakim membatalkan status tersangka Roy Suryo apabila menemukan pelanggaran prosedur dalam proses penyidikan.

Saat ini, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan masih memproses perkara tersebut. Hakim akan menguji keabsahan penetapan Roy Suryo sebagai tersangka sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (nr*)

Berita Terkait

KPK Cegah Ahmad Dedi alias Dedi Congor ke Luar Negeri dalam Kasus Bea Cukai
Kapolda Jambi Instruksikan Seluruh Kapolres Petakan Wilayah Rawan PETI
Ibu Kandung Ditemukan Meninggal, Anak yang Berstatus Polisi Kini Ditahan
Ladang Ganja Seluas 18 Hektare Terungkap di Aceh Utara, BNN Amankan Empat Orang
TNI AL Bongkar Aksi Penyelundupan Emas Rp2,9 Miliar, Petugas Temukan 3 Benda Mencurigakan
Polisi Bongkar 3 Kasus Solar Subsidi di Padang, Puluhan Jeriken Jadi Barang Bukti!
Polda Jambi Ungkap 32 Kasus PETI, 71 Tersangka Diamankan dan 3,5 Kilogram Emas Disita
Bangkai Kapal Wisata Kerinci Sakti Senilai Rp1,2 Miliar Kembali Muncul, Baru Sepekan Berlayar Sudah Rusak
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:39 WIB

KPK Cegah Ahmad Dedi alias Dedi Congor ke Luar Negeri dalam Kasus Bea Cukai

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:40 WIB

Kapolda Jambi Instruksikan Seluruh Kapolres Petakan Wilayah Rawan PETI

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:27 WIB

Ibu Kandung Ditemukan Meninggal, Anak yang Berstatus Polisi Kini Ditahan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:27 WIB

Ladang Ganja Seluas 18 Hektare Terungkap di Aceh Utara, BNN Amankan Empat Orang

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:53 WIB

TNI AL Bongkar Aksi Penyelundupan Emas Rp2,9 Miliar, Petugas Temukan 3 Benda Mencurigakan

Berita Terbaru