PDIP Surati BGN, Minta Data Kader yang Diduga Terlibat Proyek MBG

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 19 Juli 2026 - 06:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekjen PDIP Hasto, Secara resmi kirim surat pada BGN minta data Kader terlibat Proyek MBG.

Sekjen PDIP Hasto, Secara resmi kirim surat pada BGN minta data Kader terlibat Proyek MBG.

Jakarta, jentik.id – PDI Perjuangan (PDIP) secara resmi mengirimkan surat kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meminta data terkait dugaan keterlibatan kader partai dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memastikan tidak ada kader yang memanfaatkan program pemerintah untuk kepentingan pribadi.

Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, mengatakan surat tersebut merupakan tindak lanjut atas pernyataan salah seorang petinggi BGN yang menyebut hampir seluruh partai politik terlibat dalam pengadaan program MBG melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Menurut Hasto, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menginstruksikan agar partai mengambil langkah tegas apabila terdapat kader yang terbukti mencari keuntungan dari program yang diperuntukkan bagi masyarakat.

Baca Juga :  Eks Waka BGN Pusung Mengaku Difitnah Sebelum Ditangkap, Sempat WhatsApp Menhan Sjafrie

“Surat yang dikirim oleh DPP PDI Perjuangan sampai sekarang belum mendapat jawaban. Padahal surat itu kami maksudkan setelah Wakil Kepala BGN saat itu mengatakan bahwa hampir seluruh partai politik terlibat dalam pengadaan melalui SPPG tersebut,” kata Hasto kepada wartawan di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Sabtu (18/7/2026).

Hasto menegaskan, apabila pernyataan tersebut benar, PDIP akan melakukan evaluasi dan penertiban secara internal terhadap kader yang terlibat.
“Karena yang menyampaikan adalah otoritas dari Badan Gizi Nasional, maka partai mengirimkan surat agar kami dapat melakukan langkah-langkah koreksi dan penertiban di internal,” ujarnya.

Baca Juga :  Kader Senior PDIP Syamsu Arifin Soroti Anggota Fraksi PDIP yang Disebut Abaikan Instruksi DPP

Ia menambahkan, PDIP memiliki kebijakan yang melarang seluruh anggota maupun kader memanfaatkan program pemerintah untuk memperoleh keuntungan finansial, termasuk dalam program MBG.

“Partai sudah mengambil kebijakan bahwa setiap anggota dan kader dilarang terlibat dalam proses mencari keuntungan dari program yang seharusnya didedikasikan untuk kepentingan rakyat,” tegas Hasto.

Hingga kini, DPP PDIP mengaku masih menunggu tanggapan resmi dari BGN atas permintaan data tersebut. Jika belum mendapat jawaban, partai berencana kembali mengirimkan surat sebagai tindak lanjut.

“Kalau belum ada jawaban, nanti kita kirim surat yang kedua. Ini sudah menjadi kebijakan partai,” pungkasnya.(asy*).

Berita Terkait

Putusan MA soal Suket Ijazah Gibran, Budi Arie Tegaskan Wapres Tak Akan Mundur
Kemenhaj Rilis Jadwal Haji 2027, Ini Tanggal Keberangkatan Kloter Pertama
Teh Kemasan Berbusa Saat Demo Viral, Polisi Telusuri Pihak yang Membagikan
KPK Ungkap Dugaan Kerugian Negara Triliunan Rupiah dalam Kasus Cukai PT Djarum
Dakwaan Silmy Karim Ungkap Uang Klik, Saham Rp 31 Miliar hingga Biaya Kuliah S3
Amran Bongkar Dugaan Pengoplosan 600 Ton Beras SPHP, Kerugian Capai Rp3,3 Miliar
Amran Bertindak Tegas! 8 Pejabat Bapanas-Bulog Dicopot Buntut Dugaan Penyelewengan Beras SPHP
Kepala BGN Klaim Hemat Anggaran MBG Rp44 Triliun, Tutup 2.000 Dapur Bermasalah
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 09:29 WIB

Putusan MA soal Suket Ijazah Gibran, Budi Arie Tegaskan Wapres Tak Akan Mundur

Minggu, 1 November 2026 - 07:54 WIB

Kemenhaj Rilis Jadwal Haji 2027, Ini Tanggal Keberangkatan Kloter Pertama

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Teh Kemasan Berbusa Saat Demo Viral, Polisi Telusuri Pihak yang Membagikan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:42 WIB

KPK Ungkap Dugaan Kerugian Negara Triliunan Rupiah dalam Kasus Cukai PT Djarum

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Dakwaan Silmy Karim Ungkap Uang Klik, Saham Rp 31 Miliar hingga Biaya Kuliah S3

Berita Terbaru