BBM Subsidi Disalahgunakan untuk PETI, Gubernur Jambi Al Haris Siap Sikat Pelaku

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 24 Maret 2026 - 19:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jambi, Al Haris

Gubernur Jambi, Al Haris

Jambi, jentik.id – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, distribusi BBM subsidi di Provinsi Jambi menghadapi masalah serius. Gubernur Jambi, Al Haris, mengungkap praktik penyalahgunaan BBM yang mengalir ke aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Praktik ini memicu kelangkaan BBM di sejumlah daerah. Oknum pelaku mengalihkan BBM yang seharusnya untuk masyarakat ke tambang ilegal.

Al Haris memastikan pemerintah sudah menemukan bukti di lapangan. Aparat juga mengungkap beberapa kasus.

“BBM subsidi memang masuk ke tambang ilegal, dan aparat sudah menangkap pelakunya,” ujarnya.

Al Haris mengingatkan pengelola SPBU agar tidak bermain curang. Ia meminta mereka memprioritaskan BBM subsidi untuk masyarakat, bukan untuk industri atau tambang ilegal.

Baca Juga :  Al Haris Buka Pintu untuk BAMAG LKK Jambi, Siap Hadiri Pelantikan Pengurus

Ia juga mengimbau pengelola SPBU agar tidak mengejar keuntungan sesaat.

Pemprov Jambi menyiapkan dua langkah. Pertama, pemerintah menggandeng Kamar Dagang dan Industri (Kadin) untuk memenuhi kebutuhan BBM industri melalui jalur resmi.

Kedua, Pemprov bekerja sama dengan Kementerian ESDM dan BPH Migas untuk membentuk tim pengawasan dan penindakan.

“Kami akan menindak tegas perusahaan yang masih nekat,” tegas Al Haris.

Al Haris mengakui PETI menjadi sumber penghasilan sebagian masyarakat. Namun, ia menetapkan batas yang jelas.

Baca Juga :  Dugaan Kebocoran PAD di Pasar Tanjung Bajure, DPRD Sungai Penuh Turun Tangan

Masyarakat masih bisa mendulang secara tradisional. Namun, penggunaan alat berat seperti ekskavator harus berhenti karena berisiko merusak lingkungan.

Pemprov Jambi akan memperketat pengawasan distribusi BBM, mulai dari SPBU hingga jalur distribusi.

Langkah ini bertujuan memastikan BBM tepat sasaran sekaligus menekan tambang ilegal.

Di sisi lain, faktor ekonomi, keterbatasan kerja, dan tingginya harga emas mendorong masyarakat menjalankan PETI. Tanpa pengawasan, aktivitas ini bisa merusak lingkungan dan memicu konflik sosial.

Karena itu, pemerintah menjadikan penertiban distribusi BBM sebagai langkah awal untuk menekan PETI. (nr*)

Berita Terkait

35 Tahun Beroperasi, Tiga Traffic Light di Sungai Penuh Segera Diganti
Tim SAR Gabungan Kerahkan Lima Kapal Cari Lima Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Gunung Anak Krakatau
Bukan Sekadar Usia, Ini Alasan SIM B Punya Batas Lebih Tinggi dari SIM A
Abu Gunung Anak Krakatau Menyebar, Sejumlah Daerah Alihkan Sekolah ke PJJ
Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Ini Alasannya
Kebakaran TPA Putri Cempo Belum Padam, Warga Keluhkan Gejala ISPA
Semeru Erupsi dan Luncurkan Lava Pijar Saat Kawasan TNBTS Masih Terbakar
Paripurna Anggaran Berujung Adu Jotos, Ketua DPRD Ende Dilaporkan ke Polisi
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 14:45 WIB

35 Tahun Beroperasi, Tiga Traffic Light di Sungai Penuh Segera Diganti

Rabu, 9 September 2026 - 11:26 WIB

Tim SAR Gabungan Kerahkan Lima Kapal Cari Lima Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Gunung Anak Krakatau

Senin, 7 September 2026 - 12:28 WIB

Bukan Sekadar Usia, Ini Alasan SIM B Punya Batas Lebih Tinggi dari SIM A

Senin, 7 September 2026 - 10:13 WIB

Abu Gunung Anak Krakatau Menyebar, Sejumlah Daerah Alihkan Sekolah ke PJJ

Senin, 7 September 2026 - 08:47 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Ini Alasannya

Berita Terbaru

Penyambutan tradisi pedang pora kapolre Kerinci AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro, S.H., S.I.K., M.I.K.

Kerinci

AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro Resmi Komando Polres Kerinci

Senin, 14 Sep 2026 - 08:40 WIB