Jakarta, jentik.id-KPK kembali menahan mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut, dalam kasus dugaan korupsi kuota haji, Selasa (24/3/2026).
Petugas membawa Yaqut ke Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 10.30 WIB menggunakan mobil tahanan. Ia mengenakan rompi oranye dan borgol di tangan.
Sebelumnya, KPK sempat mengalihkan status penahanan Yaqut menjadi tahanan rumah pada 19 Maret 2026. KPK menyetujui permohonan keluarga berdasarkan ketentuan dalam KUHAP.
Namun, keputusan itu memicu kritik dari berbagai pihak. Mereka mempertanyakan alasan pengalihan penahanan tersebut.
KPK kemudian mengembalikan status Yaqut menjadi tahanan rutan pada Senin (23/3/2026). Sebelum menjalani penahanan, tim medis memeriksa kondisi kesehatannya di RS Polri Kramat Jati.
Dalam perkara ini, KPK menetapkan Yaqut bersama mantan staf khususnya, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex, sebagai tersangka.
Penyidik menduga keduanya mengatur kuota haji pada 2023–2024 dengan imbalan fee. Mereka meminta sejumlah uang dari Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) atau biro travel haji.
PIHK kemudian membebankan biaya tersebut kepada jemaah dalam paket haji khusus.
KPK menilai praktik ini merugikan negara hingga sekitar Rp622 miliar, meski belum merinci aliran dana secara detail.
Yaqut membantah menerima uang dari pengaturan kuota haji. Ia mengaku mengambil kebijakan demi keselamatan jemaah.
Sementara itu, Gus Alex menyatakan telah memberikan keterangan kepada penyidik untuk membantu mengungkap perkara. Ia juga menegaskan tidak menerima perintah dari Yaqut terkait dugaan korupsi tersebut. (nr*)









