Komisi X Dukung Pembaruan Buku Pelajaran, Minta Gratis dan Bukan Jadi Ladang Bisnis

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi X Lalu Hadrian Irfani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/8/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Wakil Ketua Komisi X Lalu Hadrian Irfani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/8/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Jakarta, jentik.id-Komisi X DPR RI mendukung rencana pemerintah memperbarui buku pelajaran siswa. Namun, Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani meminta pemerintah tidak hanya mengganti tampilan buku.

Lalu meminta pemerintah memperbaiki materi dan konten agar buku mampu mendukung kualitas pembelajaran. Ia juga mendorong pemerintah melibatkan para pakar pendidikan dalam proses penyusunan buku.

“Ide Pak Presiden melalui Mensesneg terkait buku mata pelajaran yang akan diubah, kami di Komisi X prinsipnya setuju,” kata Lalu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/8/2026).

Lalu menilai pemerintah perlu mengkaji isi buku secara matang sebelum menerbitkannya. Ia juga mendorong pemerintah menggelar uji publik agar masyarakat dapat memberikan masukan.

Menurut Lalu, langkah tersebut dapat mencegah kelompok tertentu menguasai proses penyusunan buku untuk kepentingan pribadi atau kelompok.

Komisi X Minta Pemerintah Perbaiki Isi Buku

Lalu meminta pemerintah mengevaluasi buku secara menyeluruh. Ia tidak ingin pemerintah hanya mengganti sampul, desain, atau bentuk fisik buku.

Menurutnya, pemerintah perlu menyesuaikan materi dan konten dengan kebutuhan siswa saat ini. Karena itu, ia meminta para pakar pendidikan ikut menyusun dan menguji materi buku.

Baca Juga :  Indonesia Kembangkan Tabung CNG 3 Kg, Siap Gantikan LPG Bersubsidi

Lalu juga meminta pemerintah membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan sebelum siswa menggunakan buku tersebut di sekolah.

“Uji publik ini penting agar tidak muncul isu atau opini bahwa buku hanya dikerjakan kelompok tertentu untuk kepentingan tertentu,” ujarnya.

Dengan uji publik, pemerintah dapat menerima masukan dari berbagai pihak sekaligus meningkatkan transparansi dalam proses penyusunan buku.

Buku Pelajaran Baru Harus Gratis

Komisi X juga menyoroti akses siswa terhadap buku pelajaran. Lalu meminta pemerintah menyediakan buku tersebut secara gratis bagi seluruh siswa di Indonesia.

Ia tidak ingin kebijakan pembaruan buku justru menambah pengeluaran orang tua. Pemerintah harus memastikan siswa mendapat buku tanpa harus membeli buku baru dengan biaya sendiri.

“Harapan kami, perubahan buku mata pelajaran ini tidak menjadi ladang bisnis baru,” kata Lalu.

Lalu menegaskan pemerintah harus memberikan akses yang sama kepada seluruh siswa, termasuk mereka yang tinggal di daerah terpencil.

Ia juga meminta pemerintah tetap memenuhi kebutuhan dasar pendidikan lainnya dalam kebijakan anggaran.

Baca Juga :  Andre Rosiade Gerak Cepat, 122 Sapi Kurban Disebar ke Sumbar Sesuai Perintah Prabowo

Prabowo Soroti Kondisi Buku Pelajaran

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah mengevaluasi kualitas buku pelajaran yang siswa gunakan dari tingkat SD hingga SMA.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan Prabowo mulai menyoroti persoalan tersebut setelah mengunjungi sejumlah sekolah. Dalam kunjungan itu, Prabowo memeriksa langsung buku yang siswa gunakan.

Teddy mengatakan Prabowo menemukan sejumlah masalah. Beberapa buku menggunakan bahan yang mudah rusak, sedangkan sebagian lainnya memiliki ukuran tulisan yang terlalu kecil.

Kondisi itu membuat sejumlah siswa, terutama anak SD, harus membaca buku dalam jarak sangat dekat.

Setelah melihat kondisi tersebut, Prabowo meminta pemerintah memeriksa buku pelajaran dari tingkat SD hingga SMA.

Pemerintah juga akan membandingkan buku pelajaran Indonesia dengan buku ajar dari negara-negara tetangga. Pemerintah dapat menggunakan hasil perbandingan itu sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas buku nasional.

Komisi X berharap pemerintah tidak berhenti pada pergantian fisik buku. Pemerintah juga perlu memperbaiki materi, melibatkan pakar pendidikan, membuka uji publik, dan memastikan seluruh siswa mendapat buku secara gratis. (nr*)

Berita Terkait

KPK Ungkap Dugaan Kerugian Negara Triliunan Rupiah dalam Kasus Cukai PT Djarum
Dakwaan Silmy Karim Ungkap Uang Klik, Saham Rp 31 Miliar hingga Biaya Kuliah S3
Amran Bongkar Dugaan Pengoplosan 600 Ton Beras SPHP, Kerugian Capai Rp3,3 Miliar
Amran Bertindak Tegas! 8 Pejabat Bapanas-Bulog Dicopot Buntut Dugaan Penyelewengan Beras SPHP
Kepala BGN Klaim Hemat Anggaran MBG Rp44 Triliun, Tutup 2.000 Dapur Bermasalah
BGN Siapkan Pejabat Daerah Setingkat Kapolres hingga Kapolda, Ini Tugasnya
Mentan Amran Bongkar Dugaan Pengalihan Beras SPHP Jadi Premium di Jakarta Timur
OJK Ingatkan Modus Penipuan Kerja Online hingga Love Scam, Masyarakat Diminta Waspada
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:42 WIB

KPK Ungkap Dugaan Kerugian Negara Triliunan Rupiah dalam Kasus Cukai PT Djarum

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Dakwaan Silmy Karim Ungkap Uang Klik, Saham Rp 31 Miliar hingga Biaya Kuliah S3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Amran Bongkar Dugaan Pengoplosan 600 Ton Beras SPHP, Kerugian Capai Rp3,3 Miliar

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Amran Bertindak Tegas! 8 Pejabat Bapanas-Bulog Dicopot Buntut Dugaan Penyelewengan Beras SPHP

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Kepala BGN Klaim Hemat Anggaran MBG Rp44 Triliun, Tutup 2.000 Dapur Bermasalah

Berita Terbaru