JAKARTA, jentik.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menyalurkan Tunjangan Profesi Guru (TPG) non-ASN Triwulan III 2026 senilai Rp921,6 miliar. Program ini menjangkau lebih dari 507 ribu guru di berbagai daerah Indonesia.
Penyaluran tersebut mencakup pembayaran tunjangan untuk periode Juli, Agustus, dan September 2026.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti meminta para guru honorer yang memenuhi persyaratan segera memeriksa rekening masing-masing.
Ia menjelaskan setiap guru menerima total Rp6 juta untuk pembayaran tiga bulan tersebut. Namun, penerima harus memastikan data mereka lolos proses validasi.
BRI menjalankan pencairan dana berdasarkan instruksi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Dalam program ini, BRI bertugas sebagai bank penyalur.
Sementara itu, pemerintah tetap memegang kewenangan dalam menentukan penerima, besaran tunjangan, serta jadwal pencairan.
Untuk memperlancar proses tersebut, BRI memanfaatkan jaringan kantor dan infrastruktur perbankan yang tersebar di berbagai wilayah. Dengan demikian, para guru dapat menerima dana langsung melalui rekening masing-masing.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan penyaluran tunjangan ini merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap kesejahteraan tenaga pendidik.
Menurutnya, kesejahteraan guru memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
BRI juga berkomitmen mendukung berbagai program pemerintah yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Melalui penyaluran TPG ini, pemerintah berharap para guru non-ASN semakin terbantu dalam memenuhi kebutuhan sekaligus menjalankan tugas pendidikan.
Selain meningkatkan kesejahteraan pendidik, program tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. (nr*)









