Wamensos Desak Pemda Perbarui Data, PBI JKN Harus Tepat Sasaran

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 22 April 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) RI Agus Jabo Priyono mengikuti audiensi bersama sejumlah pemerintah daerah di Kantor Kementerian Sosial

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) RI Agus Jabo Priyono mengikuti audiensi bersama sejumlah pemerintah daerah di Kantor Kementerian Sosial

 

JAKARTA, jentik.id – Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono, meminta pemerintah daerah aktif memperbarui data agar program PBI JKN tepat sasaran.

Ia menyampaikan hal tersebut saat audiensi dengan sejumlah pemerintah daerah di Kantor Kementerian Sosial, Selasa (21/4/2026).

Agus menegaskan kuota PBI JKN sudah sangat padat. Karena itu, daerah harus rutin memutakhirkan data agar bantuan tidak salah sasaran.

Menurutnya, pemerintah harus menggunakan data akurat melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Pemerintah memperbarui data bansos setiap tiga bulan, sementara data PBI JKN diperbarui setiap bulan melalui Pusdatin Kemensos.

Hingga Februari 2026, program JKN telah menjangkau sekitar 156,8 juta jiwa.

Baca Juga :  Sosok Pegawai KPK yang Diduga Peras Bupati Terkuak, Pernah Dampingi Pimpinan Selama 9 Tahun

“Sinergi pusat dan daerah menjadi kunci agar jaminan kesehatan tepat sasaran,” ujar Agus.

Dalam audiensi tersebut, sejumlah daerah mengusulkan tambahan kuota PBI JKN.

Bupati Tapanuli Utara, Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, menyebut wilayahnya membutuhkan tambahan kuota karena kondisi geografis dan dominasi masyarakat petani.

Ia juga menjelaskan bantuan Kemensos untuk penanganan bencana telah mencapai lebih dari Rp5 miliar bagi 434 kepala keluarga. Namun, pendataan masih berjalan karena cuaca belum stabil.

Selain itu, Pemkab Tapanuli Utara mengusulkan pembentukan Puskesos sebagai layanan terpadu.

Perwakilan Kabupaten Tanggamus menyampaikan kebutuhan mendesak dengan usulan tambahan sekitar 160 ribu jiwa dari total 650 ribu jiwa.

Baca Juga :  KPK Temukan Uang Rp4 Miliar di Rumah Kadis PUPR Bengkulu, Kasus Korupsi Baru Terbongkar

Sementara itu, Bupati Polewali Mandar, Samsul Mahmud, menyebut kebutuhan PBI JKN masih tinggi.

Hingga April 2026, usulan mencapai lebih dari 27 ribu jiwa. Saat ini peserta aktif 256 ribu jiwa, sedangkan masyarakat rentan lebih dari 326 ribu jiwa.

Kondisi ini menunjukkan selisih besar antara kebutuhan dan kuota, dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp44 miliar per tahun.

Melalui audiensi ini, pemerintah pusat dan daerah sepakat memperkuat sinergi perlindungan sosial.

Pemerintah menekankan pemutakhiran data, dukungan anggaran, dan inovasi layanan agar PBI JKN tepat sasaran.

Dengan langkah ini, pemerintah berharap bantuan kesehatan menjangkau masyarakat yang membutuhkan (nr*)

Berita Terkait

Teh Kemasan Berbusa Saat Demo Viral, Polisi Telusuri Pihak yang Membagikan
KPK Ungkap Dugaan Kerugian Negara Triliunan Rupiah dalam Kasus Cukai PT Djarum
Dakwaan Silmy Karim Ungkap Uang Klik, Saham Rp 31 Miliar hingga Biaya Kuliah S3
Amran Bongkar Dugaan Pengoplosan 600 Ton Beras SPHP, Kerugian Capai Rp3,3 Miliar
Amran Bertindak Tegas! 8 Pejabat Bapanas-Bulog Dicopot Buntut Dugaan Penyelewengan Beras SPHP
Kepala BGN Klaim Hemat Anggaran MBG Rp44 Triliun, Tutup 2.000 Dapur Bermasalah
BGN Siapkan Pejabat Daerah Setingkat Kapolres hingga Kapolda, Ini Tugasnya
Mentan Amran Bongkar Dugaan Pengalihan Beras SPHP Jadi Premium di Jakarta Timur
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Teh Kemasan Berbusa Saat Demo Viral, Polisi Telusuri Pihak yang Membagikan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:42 WIB

KPK Ungkap Dugaan Kerugian Negara Triliunan Rupiah dalam Kasus Cukai PT Djarum

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Dakwaan Silmy Karim Ungkap Uang Klik, Saham Rp 31 Miliar hingga Biaya Kuliah S3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Amran Bongkar Dugaan Pengoplosan 600 Ton Beras SPHP, Kerugian Capai Rp3,3 Miliar

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Amran Bertindak Tegas! 8 Pejabat Bapanas-Bulog Dicopot Buntut Dugaan Penyelewengan Beras SPHP

Berita Terbaru