Kebakaran TPA Putri Cempo Belum Padam, Warga Keluhkan Gejala ISPA

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 5 September 2026 - 22:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendatangi lokasi Kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo, hingga Sabtu (5/9/2026) belum berhasil dipadamkan. Foto: Dok. Istimewa

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendatangi lokasi Kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo, hingga Sabtu (5/9/2026) belum berhasil dipadamkan. Foto: Dok. Istimewa

SOLO, Jentik.id — Kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo, masih berlangsung hingga Sabtu (5/9/2026). Asap dari tumpukan sampah mulai mengganggu warga sekitar yang mengeluhkan sejumlah gejala kesehatan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turun langsung ke lokasi untuk memantau proses pemadaman sekaligus memastikan keselamatan warga. Ia meminta seluruh pihak bergerak bersama agar kebakaran segera teratasi.

Luthfi mengatakan kebakaran tersebut sudah memasuki hari ketiga. Pemerintah daerah juga menggelar rapat bersama Pemkot Surakarta untuk membahas penanganan dan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Yang menjadi prioritas kita jangan sampai ini terulang kembali,” ujar Luthfi.

Ia meminta pemerintah memastikan dampak kebakaran tidak mengganggu kesehatan masyarakat. Kementerian Lingkungan Hidup juga telah mengecek kondisi dan kualitas udara di sekitar TPA.

Baca Juga :  APBD Tebo Dipangkas Rp306 Miliar, Kewalahan Cari Sumber Dana Pembangun Infrastruktur 

Luthfi kemudian meminta Dinas Kesehatan Jawa Tengah mengirim tenaga medis ke permukiman warga. Pemerintah ingin memastikan warga yang terdampak asap mendapat pemeriksaan kesehatan.

“Kita lakukan pengecekan kesehatan di wilayah sekitar sini, memberikan jaminan kepastian kesehatan bagi masyarakat,” katanya.

Dokter Spesialis Periksa Warga

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Muhammad Natsir mengatakan petugas telah memeriksa sekitar 30 warga di sekitar TPA.

Tim medis melibatkan dokter spesialis paru, mata, serta telinga, hidung, dan tenggorokan (THT). Sejumlah warga mengeluhkan gejala yang mengarah pada ISPA.

Meski demikian, hingga pemeriksaan tersebut belum ada warga yang harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Dinkes Jateng juga berencana melibatkan dokter spesialis kejiwaan. Langkah tersebut bertujuan mengantisipasi dampak psikologis yang mungkin muncul akibat kebakaran.

Helikopter Bantu Pemadaman

Petugas TNI dan Polri mengerahkan helikopter untuk membantu pemadaman dari udara. Namun, helikopter yang tersedia saat ini hanya mampu membawa sekitar 300 liter air.

Baca Juga :  RSUD Raden Mattaher Amankan Stok Obat, Siap Layani Pasien Saat Ramadan

Luthfi telah meminta dukungan tambahan melalui Lanud Adi Soemarmo kepada Mabes TNI. Pemerintah berharap helikopter dengan kapasitas sekitar 2.000 liter dapat membantu proses water bombing.

Hasil pengecekan di lokasi menunjukkan titik api masih muncul dari dalam tumpukan sampah. Bara dan asap juga masih terlihat di sejumlah bagian gunungan sampah.

Pemkot Solo Ajukan Modifikasi Cuaca

Wali Kota Solo Respati Ardi mengatakan pemerintah kota mengajukan modifikasi cuaca kepada BMKG setelah mendapat saran dari BNPB.

Selain mengusulkan modifikasi cuaca, Pemkot Solo juga meminta tambahan dukungan helikopter Super Puma yang mampu membawa hingga 2.000 liter air.

Pemerintah berharap berbagai langkah tersebut dapat mempercepat pemadaman sekaligus mengurangi dampak asap terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar TPA Putri Cempo. (nr*)

Berita Terkait

35 Tahun Beroperasi, Tiga Traffic Light di Sungai Penuh Segera Diganti
Tim SAR Gabungan Kerahkan Lima Kapal Cari Lima Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Gunung Anak Krakatau
Bukan Sekadar Usia, Ini Alasan SIM B Punya Batas Lebih Tinggi dari SIM A
Abu Gunung Anak Krakatau Menyebar, Sejumlah Daerah Alihkan Sekolah ke PJJ
Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Ini Alasannya
Semeru Erupsi dan Luncurkan Lava Pijar Saat Kawasan TNBTS Masih Terbakar
Paripurna Anggaran Berujung Adu Jotos, Ketua DPRD Ende Dilaporkan ke Polisi
Desil DTSEN Tiba-Tiba Berubah? Gus Ipul Ungkap Ada 12 Juta Data Baru
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 14:45 WIB

35 Tahun Beroperasi, Tiga Traffic Light di Sungai Penuh Segera Diganti

Rabu, 9 September 2026 - 11:26 WIB

Tim SAR Gabungan Kerahkan Lima Kapal Cari Lima Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Gunung Anak Krakatau

Senin, 7 September 2026 - 12:28 WIB

Bukan Sekadar Usia, Ini Alasan SIM B Punya Batas Lebih Tinggi dari SIM A

Senin, 7 September 2026 - 10:13 WIB

Abu Gunung Anak Krakatau Menyebar, Sejumlah Daerah Alihkan Sekolah ke PJJ

Senin, 7 September 2026 - 08:47 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Ini Alasannya

Berita Terbaru

Wakil Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi. Lahirlah atlet tembak nasional

Sport

TNI AU Gelar Kompotisi Tembak Di Ikuti 800 Peserta 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:36 WIB