Setelah Ramai Dikritik, Cholil Nafis Minta Maaf!

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 26 Maret 2026 - 17:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cholil Nafis

Cholil Nafis

Jakarta, jentik.id-Setelah pernyataannya memicu perbincangan luas di tengah masyarakat, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia sekaligus Rais Syuriyah Nahdlatul Ulama, Cholil Nafis, akhirnya buka suara dan memberikan klarifikasi. Melalui akun facebook pribadinya, ia menjelaskan bahwa pernyataan yang sebelumnya ramai diperdebatkan itu bukan disampaikan tanpa dasar, melainkan merujuk pada Fatwa MUI tahun 2004 serta keputusan Muktamar NU ke-20.

Dalam penjelasannya, Cholil Nafis menegaskan bahwa menurut pemahaman yang ia pegang, kewenangan menetapkan dan mengumumkan awal Ramadan maupun Idul Ffitri berada di tangan pemerintah, khususnya Menteri Agama Republik Indonesia. Pandangan itu, menurutnya, sejalan dengan rujukan keagamaan dan keputusan organisasi yang selama ini menjadi pijakan dalam menyikapi perbedaan penetapan hari besar Islam di Indonesia.

Ia juga mengungkapkan bahwa pernyataan yang belakangan menjadi polemik itu sebenarnya muncul secara spontan dalam sebuah forum tertutup. Saat itu, dirinya diminta menyampaikan tanggapan sebelum pemerintah melalui Menteri Agama menetapkan 1 Syawal. Namun, ia mengakui bahwa penyampaian yang kemudian beredar ke publik menimbulkan ketidaknyamanan, apalagi jika potongan informasi yang diterima masyarakat tidak utuh.

Baca Juga :  Heboh Isu Kipas Angin Rp1,8 Triliun, Dirut Agrinas Minta Legislator PDIP Tunjukkan Bukti

Cholil Nafis pun menunjukkan sikap terbuka atas kegaduhan yang timbul. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa kurang nyaman dengan ucapannya.

Dalam klarifikasinya, ia menulis bahwa apabila ada saudara-saudara yang merasa terganggu atau kurang berkenan dengan pernyataannya, maka ia memohon maaf dengan tulus.

Permintaan maaf tersebut langsung menjadi perhatian publik karena dinilai sebagai upaya meredakan polemik yang sempat memanas menjelang dan sesudah momen Lebaran. Apalagi, isu penetapan awal Ramadan dan Idul Fitri memang selalu menjadi topik sensitif yang mudah memancing perdebatan, terutama di tengah perbedaan metode penentuan yang digunakan oleh berbagai kelompok umat Islam di Indonesia.

Di bagian akhir klarifikasinya, Cholil Nafis juga menyampaikan pesan yang menyejukkan. Ia menutup pernyataannya dengan ucapan “Minal ‘aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” yang menegaskan semangat saling memaafkan di hari kemenangan.

Baca Juga :  Kasus Amsal Sitepu Berbuntut Panjang, Kejagung Periksa Kajari Karo

Pesan itu dianggap sebagai sinyal bahwa polemik seharusnya tidak berkepanjangan dan tidak sampai merusak persatuan umat.

Meski begitu, respons masyarakat tetap beragam. Ada yang menilai klarifikasi dan permintaan maaf tersebut sudah cukup untuk meredakan situasi. Namun, ada pula yang menganggap polemik ini masih menyisakan ruang perdebatan, terutama terkait cara penyampaian pendapat tokoh publik dalam isu sensitif keagamaan.

Yang jelas, momen Lebaran semestinya menjadi ruang untuk merajut kembali kebersamaan, memperkuat persaudaraan, dan menahan diri dari konflik yang tidak perlu. Klarifikasi yang disampaikan Cholil Nafis setidaknya menjadi langkah penting untuk menenangkan suasana dan mengajak semua pihak kembali fokus pada nilai utama Idulfitri, yaitu saling memaafkan dan menjaga persatuan.
(*/syam)

Berita Terkait

Harga BBM Naik Lagi! Daftar Terbaru Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo 7 September 2026
Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau Menyebar ke Lima Provinsi Jawa dan Sumatera
Desil DTSEN Tiba-Tiba Berubah? Gus Ipul Ungkap Ada 12 Juta Data Baru
Desil Warga Tak Sesuai Kondisi? Komisi X Beri BPS Tenggat 2 Minggu
Purbaya Bertemu Pengusaha Rokok Ilegal, Pilihan Legal atau Diberantas
Ratusan Siswa dan Santri Diduga Keracunan MBG, Kepala SPPG Kalitengah Minta Maaf
Waspada Lowongan Kerja Fiktif! 7.908 Konten Dihapus, Patroli Siber Makin Diperkuat
Iming-iming Kerja Bergaji Tinggi, 8 WNI Diduga Terjebak hingga Masuk Tentara Rusia
Berita ini 104 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 14:22 WIB

Harga BBM Naik Lagi! Daftar Terbaru Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo 7 September 2026

Minggu, 6 September 2026 - 16:11 WIB

Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau Menyebar ke Lima Provinsi Jawa dan Sumatera

Jumat, 4 September 2026 - 20:22 WIB

Desil DTSEN Tiba-Tiba Berubah? Gus Ipul Ungkap Ada 12 Juta Data Baru

Kamis, 3 September 2026 - 11:32 WIB

Desil Warga Tak Sesuai Kondisi? Komisi X Beri BPS Tenggat 2 Minggu

Kamis, 3 September 2026 - 09:48 WIB

Purbaya Bertemu Pengusaha Rokok Ilegal, Pilihan Legal atau Diberantas

Berita Terbaru

Kursi Menkeu Purbaya di serahkan pada Suahsil.

Ekonomi

Kursi Menkeu Diserahkan Tanggung Jawab kepada Suahasil Nazara

Selasa, 15 Sep 2026 - 12:28 WIB

Nurul dan Fares terima kado besti dari Discukcapil Kota Sungai Penuh. (Dok. Ft: Meri)

Pemerintahan

Discukcapil Beri Kado Besti untuk Nurul dan Fares di Hari Bahagia

Selasa, 15 Sep 2026 - 11:01 WIB

Wako Alfin,SH hadiri Pisah sambut Pedang Pora Polres Kerinci dari AKBP Ramadhanil,SH,S.I.K.MH kepada  AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro, SH, S.I.K., M.I.K.salam komando.

Sungai Penuh

Wako Alfin Hadiri Pisah Sambut Tradisi Pedang Pora Kapolres Kerinci

Senin, 14 Sep 2026 - 18:22 WIB