Pekanbaru, Jentik.id –Kasus Pembunuhan brutal terhadap seorang wanita lanjut usia, Dumaris Deniwati Boru Sitio (60), akhirnya berhasil diungkap aparat kepolisian. Peristiwa tragis yang terjadi pada Rabu (29/04) di Jalan Kurnia, Kelurahan Limbungan, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru.
Fakta mengejutkan semua pihak tertata dalang di balik pembunuhan diduga adalah menantu korban sendiri dan
korban ditemukan tewas mengenaskan di dalam rumahnya oleh sang suami, Salmon Meha (61), sekitar pukul 11.00 WIB.
“Saat itu, ia baru pulang dan mendapati pintu rumah dalam keadaan terbuka serta kondisi rumah berantakan. Setelah melakukan pencarian, ia menemukan istrinya sudah tak bernyawa di area dapur dengan kondisi penuh luka akibat hantaman benda keras.
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini menjadi prioritas sebagai bentuk komitmen kepolisian dalam memberikan rasa keadilan kepada masyarakat.
“Dari hasil penyelidikan, motif pembunuhan ini adalah untuk menguasai harta korban. Pelaku mengambil perhiasan serta uang valuta asing milik korban setelah menghabisi nyawanya,” ujar Kapolda.
Lebih lanjut diungkapkan, pelaku utama berinisial AF, yang merupakan menantu korban, telah mengakui perbuatannya di hadapan penyidik. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus ini.
Kapolresta Pekanbaru, Kombes Muharman Arta, membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan empat orang tersangka, termasuk AF.
“Tim gabungan berhasil menangkap para pelaku di dua lokasi berbeda. Dua pelaku diamankan di Aceh Tengah, sementara dua lainnya ditangkap di Binjai, Sumatera Utara,” jelasnya.
Dari hasil penyelidikan, aksi keji tersebut juga terekam kamera CCTV di dalam rumah korban. Rekaman memperlihatkan seorang perempuan berkaus hitam diduga AF datang lebih dulu dan berpura-pura bertamu.
Tak lama kemudian, tiga pelaku lain menyusul masuk ke dalam rumah. Korban sempat menyambut kedatangan pelaku dengan ramah. Namun, situasi berubah menjadi tragis ketika salah satu pelaku pria tiba-tiba menghantam korban menggunakan balok kayu secara brutal hingga korban tak berdaya.
Para pelaku bahkan sempat melihat ke arah kamera CCTV sebelum melarikan diri.
Kabid Humas Polda Riau, Zahwani Pandra Arsyad, menyebutkan bahwa rekaman CCTV menjadi bukti penting dalam mengungkap kronologi kejadian dan mengidentifikasi para pelaku.
Saat ini, keempat tersangka telah diamankan dan sedang menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi memastikan akan terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa tindak kejahatan dapat terjadi bahkan di lingkup keluarga terdekat, dengan motif yang kerap dipicu oleh persoalan ekonomi dan keserakahan.(asy*)









