Banjarbaru, jentik.id — Seorang ustazah berinisial HN tewas dalam aksi begal di Kelurahan Sungai Ulin, Kecamatan Banjarbaru Utara, Rabu (29/4/2026). Pelaku lalu membuang jasad korban ke semak-semak.
Kapolres Banjarbaru, AKBP Pius X Febry Aceng Loda, mengatakan keluarga mulai curiga karena korban tidak pulang seperti biasanya. Korban biasanya sudah tiba di rumah sekitar pukul 19.00 Wita.
Keluarga mencari korban keesokan harinya. Mereka menemukan sepeda motor korban yang pelaku sembunyikan di semak-semak. Keluarga kemudian melapor ke polisi.
“Kami menerima laporan penemuan mayat perempuan dan langsung menyelidiki kasus ini bersama Polda Kalsel,” ujar Febry, Senin (4/5/2026).
Polisi lalu menangkap dua pelaku berinisial AS (40) dan MF (43). Keduanya mengaku merencanakan aksi setelah melihat korban rutin melintas di jalur yang sama.
Keduanya juga mengaku membutuhkan uang untuk biaya sekolah anak di Pulau Jawa. Sebelumnya, mereka sempat meminta pinjaman kepada bos tempat bekerja, namun ditolak. Dari situ, mereka merencanakan aksi perampokan.
Dalam aksinya, pelaku memukul korban dengan balok kayu hingga korban tidak sadarkan diri. Mereka membekap dan mengikat korban hingga meninggal dunia. Setelah itu, pelaku mengambil barang berharga korban dan menyembunyikan sepeda motornya di semak-semak. Total kerugian mencapai sekitar Rp9 juta.
Polisi terus mendalami kasus ini dan menggelar rekonstruksi untuk memperkuat penyidikan.
Atas perbuatannya, polisi menjerat kedua pelaku dengan pasal berlapis terkait pembunuhan berencana, pembunuhan, dan pencurian dengan kekerasan sesuai KUHP baru. Mereka terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup. (nr*)









