Wabah di Laut Lepas! 3 Penumpang Kapal Pesiar Tewas Diduga Virus Hanta

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (dok. iStock

Ilustrasi (dok. iStock

Johannesburg, jentik.id – World Health Organization melaporkan tiga penumpang meninggal dunia akibat wabah penyakit di kapal pesiar MV Hondius yang berlayar di Samudra Atlantik. Otoritas kesehatan memastikan satu korban terinfeksi virus hanta, penyakit yang biasanya menular dari hewan pengerat ke manusia.

Kapal itu berangkat dari Ushuaia, Argentina, menuju Tanjung Verde. Hingga kini, tim kesehatan mencatat enam kasus, terdiri dari satu kasus terkonfirmasi dan lima kasus suspek.

Dari jumlah tersebut, tiga pasien meninggal dunia, sementara satu pasien masih menjalani perawatan intensif di Afrika Selatan.

Pemerintah Afrika Selatan menetapkan kejadian ini sebagai wabah penyakit pernapasan akut berat. Juru bicara pemerintah, Foster Mohale, menyatakan pasien yang dirawat di Johannesburg positif virus hanta. Virus ini dapat memicu demam berdarah serta gangguan pernapasan serius.

Baca Juga :  Iran Tutup Selat Hormuz, Ketegangan dengan AS Kian Memanas

WHO menjelaskan virus hanta menyebar melalui paparan urin atau feses hewan pengerat. Dalam kasus tertentu, virus ini juga dapat menular antarmanusia dan menyebabkan gangguan pernapasan berat.

Kasus pertama bermula dari seorang penumpang pria berusia 70 tahun yang jatuh sakit di atas kapal hingga meninggal dunia. Petugas membawa jenazahnya ke Pulau Saint Helena. Istrinya yang berusia 69 tahun ikut terinfeksi dan meninggal setelah tim medis mengevakuasinya ke Johannesburg.

Baca Juga :  Di Tengah Konflik Timur Tengah, Menhan AS Tiba-Tiba Pecat 3 Jenderal Sekaligus

Korban ketiga merupakan pria asal Inggris berusia 69 tahun. Tim medis sempat merawatnya di Johannesburg sebelum akhirnya ia meninggal dunia.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan operator kapal dan negara terkait. WHO juga memfasilitasi evakuasi medis, menilai risiko, serta mendukung penanganan penumpang dan kru.

Ia menegaskan langkah cepat dan koordinasi yang kuat sangat penting untuk menekan penyebaran serta melindungi kesehatan publik. (nr*)

Berita Terkait

China Peringatkan AS dan Iran, Keamanan Selat Hormuz Tak Boleh Terganggu
Konflik AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Tembus USD 79 per Barel
Kelab Malam di Bangkok Dilalap Api, 27 Tewas dan 22 Korban Berjuang di Ruang Intensif
Perang AS-Iran Memanas Lagi! Iran Tutup Selat Hormuz dan Gempur Basis Militer AS
Kamboja Gerebek Scam Center, 1.100 WNI Ditahan dan 12 Ribu Lebih Ajukan Pemulangan
Kabar Baik! Pemerintah Singapura Cairkan BLT hingga Rp11,8 Juta per Orang
Kapal Tanker LNG Terbakar di Selat Hormuz, Rudal Picu Ketegangan Baru di Timur Tengah
Atlet Kickboxing Asal Jambi Bharada Billy Van Aziz Boston Raih Medali Perak di ISKA Indonesia Open Tournament 2026
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:29 WIB

China Peringatkan AS dan Iran, Keamanan Selat Hormuz Tak Boleh Terganggu

Senin, 13 Juli 2026 - 16:56 WIB

Konflik AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Tembus USD 79 per Barel

Senin, 13 Juli 2026 - 12:07 WIB

Kelab Malam di Bangkok Dilalap Api, 27 Tewas dan 22 Korban Berjuang di Ruang Intensif

Senin, 13 Juli 2026 - 08:55 WIB

Perang AS-Iran Memanas Lagi! Iran Tutup Selat Hormuz dan Gempur Basis Militer AS

Minggu, 12 Juli 2026 - 17:56 WIB

Kamboja Gerebek Scam Center, 1.100 WNI Ditahan dan 12 Ribu Lebih Ajukan Pemulangan

Berita Terbaru

Aparatur Sipil Negara (ASN) berkesempatan naik pangkat melebihi atasannya.PP bari.

Pemerintahan

Peraturan Baru, ASN Kini Bisa Naik Pangkat Melebihi Atasan

Rabu, 15 Jul 2026 - 18:08 WIB