Jambi, jentik.id – Ketu Umum Persatuan Wartawan Indonesia Pusat, Akhmad Munir, melakukan kunjungan kerja dan silaturahmi ke Kantor PWI Provinsi Jambi, Rabu (20/05/2026). Kedatangannya disambut hangat Ketua PWI Provinsi Jambi, Riduan Agus, bersama Sekretaris PWI Jambi Arnawi, jajaran pengurus, anggota PWI Jambi, serta para Ketua PWI kabupaten/kota se-Provinsi Jambi.
Dalam pertemuan tersebut, Akhmad Munir menegaskan bahwa PWI merupakan rumah besar bagi seluruh wartawan Indonesia. Ia mengajak seluruh insan pers untuk memperkuat solidaritas dan menjaga marwah organisasi setelah konflik internal yang sempat melanda PWI dalam beberapa tahun terakhir.
“Teman-teman sudah tahu bahwa PWI ini adalah rumah besar, rumah besarnya wartawan,” ujar Akhmad Munir.
Menurutnya, dualisme
kepengurusan yang terjadi sejak 2023 hingga 2025 membuat organisasi mengalami stagnasi dan berdampak terhadap eksistensi PWI sebagai organisasi profesi wartawan terbesar di Indonesia.
“Kita baru menyelesaikan masalah besar terhadap organisasi kita. PWI sempat terbelah. Tahun 2023 sampai 2025 kita semua merasakan dampaknya. PWI yang menjadi payung organisasi wartawan seluruh Indonesia justru bertengkar sendiri,” katanya.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut membuat pemerintah pusat maupun daerah mengalami kebingungan dalam menjalin komunikasi dengan organisasi wartawan.
“Pemerintah pusat, pemerintah daerah hingga kabupaten/kota bingung harus ikut siapa. Hampir dua tahun kita mengalami stagnasi dan legitimasi eksistensi PWI ikut terdampak,” jelasnya.
Namun demikian, Akhmad Munir bersyukur karena seluruh pengurus dan anggota PWI di berbagai daerah memiliki kesadaran bersama untuk kembali mempersatukan organisasi.
“Alhamdulillah, dengan kesadaran kita sebagai anggota dan pengurus PWI, mulai dari pusat sampai daerah, akhirnya muncul semangat untuk kembali mempersatukan PWI,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan adanya dorongan dari pemerintah agar persoalan internal PWI segera diselesaikan demi menjaga kemitraan yang harmonis antara pemerintah dan insan pers.
Penyelesaian dualisme kepengurusan tersebut akhirnya dituntaskan melalui Kongres PWI di Cikarang, yang menetapkan Akhmad Munir sebagai Ketua Umum PWI Pusat.
“Setelah kongres di Cikarang, dalam waktu singkat kami menyusun kepengurusan dan sebelum November seluruh dualisme berhasil diselesaikan,” ungkapnya.
Akhmad Munir menambahkan, saat konflik terjadi, dualisme kepengurusan muncul di 12 provinsi dan puluhan kabupaten/kota di Indonesia.
Kini, PWI Pusat fokus membangun kembali soliditas organisasi dan memperkuat peran PWI sebagai wadah profesional wartawan Indonesia.
Sementara itu, Ketua PWI Provinsi Jambi, Riduan Agus, menyampaikan apresiasi atas kunjungan perdana Ketua Umum PWI Pusat ke Jambi sejak dilantik.
“Kami sangat mengapresiasi kunjungan dan silaturahmi ini. Kehadiran Ketua Umum PWI Pusat membawa angin segar bagi seluruh anggota PWI se-Provinsi Jambi. Ini menunjukkan bahwa PWI Jambi mendapat perhatian penuh dari kepengurusan pusat. Di bawah nahkoda Cak Mun, kami optimistis PWI akan semakin solid,” ujar Riduan Agus.
Suasana silaturahmi berlangsung penuh keakraban dan kekeluargaan. Pertemuan antara Ketua Umum PWI Pusat dengan pengurus serta anggota PWI Provinsi Jambi berlangsung hangat tanpa sekat, mencerminkan semangat persatuan dalam membangun organisasi wartawan yang lebih kuat dan profesional.(asy*)









