BGN Tutup 504 Dapur MBG, 3.000 SPPG Masih Diperiksa

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah petugas mengemas makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Polres Aceh Barat, Aceh,

Sejumlah petugas mengemas makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Polres Aceh Barat, Aceh,

Jakarta, jentik.id-Badan Gizi Nasional (BGN) menutup permanen 504 dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga 10 Agustus 2026. BGN mengambil langkah tersebut setelah dinas kesehatan menemukan ratusan dapur tidak memenuhi standar sanitasi.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan pihaknya menutup ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) karena masalah kelayakan sanitasi. Pemerintah daerah melaporkan hasil pemeriksaan melalui Kementerian Kesehatan.

“Ada 504 dapur yang kemudian kami tutup secara permanen karena dinyatakan tidak layak secara sanitasi,” ujar Sudaryono dalam Rapat Koordinasi Khusus bersama Menteri Dalam Negeri dan kepala daerah se-Indonesia di Jakarta, Kamis (13/8/2026).

Selain 504 dapur tersebut, sekitar 3.000 SPPG masih menjalani pemeriksaan oleh dinas kesehatan di daerah masing-masing.

Baca Juga :  Kemnaker Kunci Outsourcing, Ini 6 Pekerjaan yang Masih Diizinkan

BGN Perketat Standar Keamanan Pangan

Sudaryono menegaskan BGN tidak ingin mempercepat pemeriksaan dengan mengabaikan standar keamanan pangan. Menurutnya, kualitas sanitasi dapur MBG berkaitan langsung dengan keselamatan penerima manfaat, terutama anak-anak.

Sekitar 3.000 dapur yang telah mendaftar kini menunggu hasil pemeriksaan. BGN akan mengambil tindakan terhadap dapur yang tidak memenuhi persyaratan.

“Ini urusan nyawa seseorang, nyawa anak-anak kita. Itu tidak bisa kita tolong lagi,” kata Sudaryono.

Karena itu, BGN meminta dinas kesehatan daerah menjalankan pemeriksaan secara cermat. Pemerintah juga perlu memastikan setiap dapur memenuhi standar sebelum melanjutkan pelayanan MBG.

Baca Juga :  Alat Kecil di Balik Helm Ini Ternyata Bisa Membahayakan Nyawa di Jalan

BGN Terapkan Toleransi Nol Kasus Keracunan

BGN mengapresiasi pemerintah daerah yang ikut mengawasi pelaksanaan program MBG. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dinilai penting untuk menjaga kualitas makanan yang diterima para penerima manfaat.

Sudaryono juga menegaskan komitmen BGN untuk mencegah kasus keracunan dalam program MBG.

“Kami juga ingin menegaskan bahwa keinginan kami adalah zero tolerance terhadap adanya kasus keracunan di kemudian hari,” tuturnya.

Penutupan 504 dapur tersebut menjadi bagian dari upaya BGN memperketat pengawasan keamanan pangan. BGN akan terus memantau dapur MBG dan meminta setiap SPPG memenuhi standar sanitasi sebelum melayani penerima manfaat. (nr*)

Berita Terkait

Harga BBM Naik Lagi! Daftar Terbaru Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo 7 September 2026
Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau Menyebar ke Lima Provinsi Jawa dan Sumatera
Desil DTSEN Tiba-Tiba Berubah? Gus Ipul Ungkap Ada 12 Juta Data Baru
Desil Warga Tak Sesuai Kondisi? Komisi X Beri BPS Tenggat 2 Minggu
Purbaya Bertemu Pengusaha Rokok Ilegal, Pilihan Legal atau Diberantas
Ratusan Siswa dan Santri Diduga Keracunan MBG, Kepala SPPG Kalitengah Minta Maaf
Waspada Lowongan Kerja Fiktif! 7.908 Konten Dihapus, Patroli Siber Makin Diperkuat
Iming-iming Kerja Bergaji Tinggi, 8 WNI Diduga Terjebak hingga Masuk Tentara Rusia
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 14:22 WIB

Harga BBM Naik Lagi! Daftar Terbaru Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo 7 September 2026

Minggu, 6 September 2026 - 16:11 WIB

Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau Menyebar ke Lima Provinsi Jawa dan Sumatera

Jumat, 4 September 2026 - 20:22 WIB

Desil DTSEN Tiba-Tiba Berubah? Gus Ipul Ungkap Ada 12 Juta Data Baru

Kamis, 3 September 2026 - 11:32 WIB

Desil Warga Tak Sesuai Kondisi? Komisi X Beri BPS Tenggat 2 Minggu

Kamis, 3 September 2026 - 09:48 WIB

Purbaya Bertemu Pengusaha Rokok Ilegal, Pilihan Legal atau Diberantas

Berita Terbaru

Penyambutan tradisi pedang pora kapolre Kerinci AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro, S.H., S.I.K., M.I.K.

Kerinci

AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro Resmi Komando Polres Kerinci

Senin, 14 Sep 2026 - 08:40 WIB