Cegah Subisidi Tidak Tepat Sasaran, Pembelian Gas3 Kg Perlu Sistem Verifikasi Biometrik

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 7 April 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Said Abdullah

Said Abdullah

Jakarta, jentik.id-Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah mengusulkan agar pembelian gas elpiji 3 kilogram (kg) menggunakan sistem verifikasi biometrik, seperti sidik jari hingga retina mata, guna memastikan penyaluran subsidi tepat sasaran.

Menurut Said, langkah tersebut diperlukan untuk mencegah kebocoran subsidi yang selama ini dinilai belum sepenuhnya dinikmati oleh masyarakat yang berhak.

“Yang diperlukan justru adalah subsidi Elpiji 3 kg itu harus tepat sasaran, targeted,” ujar Said di Gedung DPR RI, Senin (6/4).

Said menilai, mekanisme pendataan penerima subsidi tidak cukup hanya mengandalkan basis data pemerintah.

Baca Juga :  Program Makan Bergizi Gratis Tepat Sasaran?

Diperlukan sistem verifikasi berlapis untuk memastikan elpiji subsidi benar-benar dibeli oleh kelompok masyarakat yang berhak.

“Caranya bukan sekadar semata-mata pemerintah punya data sentral, tetapi juga lakukanlah berulang kali saya bolak-balik (sarankan) dengan sidik jari atau retina mata bagi orang yang berhak untuk mendapatkan tabung elpiji 3 kg,” kata dia.

Berdasarkan perhitungan Banggar, lanjut Said, jumlah penerima elpiji 3 kg yang benar-benar layak diperkirakan lebih kecil dari total pagu yang ada saat ini.

Dengan penerapan sistem verifikasi biometrik, ia berharap distribusi elpiji subsidi menjadi lebih efisien dan tidak terjadi pemborosan anggaran.

Baca Juga :  KPK Ganti Armada Tahanan, 3 Toyota Hilux Rangga Resmi Jadi Kendaraan Baru

“Karena hitungan kami dari 8,6 juta kalau mau tepat sasaran, targeted, tidak sia-sia menghambur-hamburkan anggaran, elpiji 3 kilo tabung 3 kg itu hanya 5,4 juta cukup dari 8,6 yang ada di pagu,” tutur Said.

Adapun usulan tersebut disampaikan Said sebagai langkah alternatif yang dilakukan pemerintah, daripada mengurangi subsidi BBM untuk menekan defisit APBN.

“Kalau subsidi BBM dikurangi kami enggak setuju,” tegas Said.

Politikus PDI-P itu berpandangan, jika pemerintah ingin melakukan penyesuaian, sebaiknya dilakukan pada harga BBM non-subsidi yang dijual berdasarkan harga keekonomian, dengan tetap mempertimbangkan dampak inflasi.
(*/syam)

Berita Terkait

Harga BBM Naik Lagi! Daftar Terbaru Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo 7 September 2026
Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau Menyebar ke Lima Provinsi Jawa dan Sumatera
Desil DTSEN Tiba-Tiba Berubah? Gus Ipul Ungkap Ada 12 Juta Data Baru
Desil Warga Tak Sesuai Kondisi? Komisi X Beri BPS Tenggat 2 Minggu
Purbaya Bertemu Pengusaha Rokok Ilegal, Pilihan Legal atau Diberantas
Ratusan Siswa dan Santri Diduga Keracunan MBG, Kepala SPPG Kalitengah Minta Maaf
Waspada Lowongan Kerja Fiktif! 7.908 Konten Dihapus, Patroli Siber Makin Diperkuat
Iming-iming Kerja Bergaji Tinggi, 8 WNI Diduga Terjebak hingga Masuk Tentara Rusia
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 14:22 WIB

Harga BBM Naik Lagi! Daftar Terbaru Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo 7 September 2026

Minggu, 6 September 2026 - 16:11 WIB

Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau Menyebar ke Lima Provinsi Jawa dan Sumatera

Jumat, 4 September 2026 - 20:22 WIB

Desil DTSEN Tiba-Tiba Berubah? Gus Ipul Ungkap Ada 12 Juta Data Baru

Kamis, 3 September 2026 - 11:32 WIB

Desil Warga Tak Sesuai Kondisi? Komisi X Beri BPS Tenggat 2 Minggu

Kamis, 3 September 2026 - 09:48 WIB

Purbaya Bertemu Pengusaha Rokok Ilegal, Pilihan Legal atau Diberantas

Berita Terbaru

Penyambutan tradisi pedang pora kapolre Kerinci AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro, S.H., S.I.K., M.I.K.

Kerinci

AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro Resmi Komando Polres Kerinci

Senin, 14 Sep 2026 - 08:40 WIB