Bupati Kuansing Buka Suara soal Amplop ke Raja Juli Antoni: “Bukan Saya yang Kasih”

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Kuansing Angkat Bicara soal Amplop ke Raja Juli Antoni, Tegaskan Bukan Pemberinya

Bupati Kuansing Angkat Bicara soal Amplop ke Raja Juli Antoni, Tegaskan Bukan Pemberinya

JAKARTA, jentik.id – Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) nonaktif, Suhardiman Amby, membantah tudingan yang menyebut dirinya memberikan amplop kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Ia juga mengaku tidak mengetahui isi amplop yang kini menjadi bagian dari penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Suhardiman menyampaikan pernyataan itu setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan jabatan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (17/7/2026).

“Yang mana tuh? Saya enggak tahu isinya. Bukan saya yang kasih,” ujar Suhardiman kepada wartawan.

Sebelumnya, Raja Juli Antoni mengungkapkan bahwa setelah pertemuan resmi dengan Suhardiman pada 2 Juni 2026, ajudannya menemukan sebuah amplop yang tertinggal di dalam map.

Karena merasa tidak berhak menerima pemberian tersebut, Raja Juli langsung meminta ajudannya mengembalikan amplop kepada pihak yang membawanya.

“Saya tidak mengetahui apa isi amplop tersebut. Karena merasa tidak berhak menerimanya, saya meminta ajudan untuk segera mengembalikannya,” kata Raja Juli dalam keterangan tertulis.

Baca Juga :  Kejagung Tetapkan Tujuh  Korupsi Program BMG Sekretaris Deputi BGN Jadi Tersangka Baru.

Raja Juli juga melaporkan peristiwa itu kepada Direktorat Gratifikasi dan Pelayanan Publik KPK sebagai bentuk pelaporan dugaan gratifikasi.

KPK Dalami Asal Usul Amplop

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan Direktorat Gratifikasi telah menelaah laporan tersebut. Hasil analisis menunjukkan perkara itu berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi.

Karena itu, KPK mengalihkan penanganan kasus ke bidang penindakan sesuai Peraturan KPK Nomor 1 Tahun 2026.

Saat ini, penyidik mendalami asal-usul amplop, tujuan pemberian, serta pihak yang diduga menyerahkannya.

Dugaan Dana Berasal dari Pemotongan SHU

Selain menelusuri amplop tersebut, KPK juga menduga Suhardiman mengumpulkan dana dari sejumlah pihak sebelum bertemu Menteri Kehutanan.

Penyidik menduga sebagian dana berasal dari pemotongan Sisa Hasil Usaha (SHU) anggota Koperasi Unit Desa (KUD). Dana itu diduga digunakan untuk mengurus pelepasan kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) seluas sekitar 1.828 hektare.

Baca Juga :  Jampidsus Dalami Dugaan Korupsi Tata Kelola Pengadaan Program MBG Dan Seluruh Proyek BGN Diteliti

Penyidik juga menduga sebagian uang sempat ditukarkan ke mata uang dolar Singapura.

Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengatakan tim penyidik menyita uang tunai sebesar 12.000 dolar Singapura dari Ketua DPRD Kuansing, Juprizal.

Menurut Taufik, uang tersebut diduga berkaitan dengan pengumpulan dana dari masyarakat yang kini menjadi bagian dari penyidikan.

“Kami masih mendalami apakah ada permintaan ataupun mekanisme lainnya. Yang jelas, bupati telah mengakui membawa uang ketika bertemu dengan menteri,” kata Taufik.

Hingga kini, KPK masih menelusuri aliran dana, sumber uang, dan pihak-pihak yang diduga terlibat dalam perkara tersebut. (nr*)

Berita Terkait

Bupati Sukoharjo Etik Suryani Jadi Tersangka KPK, Diduga Peras ASN Lewat Pemotongan Insentif
Polda Jambi Bongkar Sindikat Peretas Bank Jambi, Tiga Pelaku Lokal Ditangkap
Mahfud MD Soroti Kasus Febrie, KPK Akhirnya Buka Suara
Mahasiswa di Bungo Ditangkap usai Curi Dompet Ibu Muda, Aksinya Terekam CCTV
Kejagung Pastikan Tangani Kasus Febrie Adriansyah Secara Hati-Hati, Bentuk Tim Penyidik Khusus
Arca Buddha Abad ke-8 Asal Indonesia Yang Dijarah Dikembalikan Jaksa Amerika Serikat
Profil Don Ritto, Pengacara Alumni Unja yang Jadi Tersangka Bersama Febrie Adriansyah
Tan Kian Jadi Salah Satu Saksi dalam Kasus PT ASABRI yang Menyeret Nama Febrie Adriansyah
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:26 WIB

Bupati Kuansing Buka Suara soal Amplop ke Raja Juli Antoni: “Bukan Saya yang Kasih”

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:18 WIB

Bupati Sukoharjo Etik Suryani Jadi Tersangka KPK, Diduga Peras ASN Lewat Pemotongan Insentif

Selasa, 14 Juli 2026 - 21:05 WIB

Polda Jambi Bongkar Sindikat Peretas Bank Jambi, Tiga Pelaku Lokal Ditangkap

Selasa, 14 Juli 2026 - 10:46 WIB

Mahfud MD Soroti Kasus Febrie, KPK Akhirnya Buka Suara

Selasa, 14 Juli 2026 - 08:44 WIB

Mahasiswa di Bungo Ditangkap usai Curi Dompet Ibu Muda, Aksinya Terekam CCTV

Berita Terbaru