Indonesia Kembangkan Tabung CNG 3 Kg, Siap Gantikan LPG Bersubsidi

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dirjen Migas Kementerian ESDM Laode Sulaiman di kantornya, Jumat (3/10/2025). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan

Dirjen Migas Kementerian ESDM Laode Sulaiman di kantornya, Jumat (3/10/2025). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan

JAKARTA, jentik.id – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai mengkaji penggunaan tabung Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram untuk menggantikan LPG rumah tangga. Indonesia bahkan berpeluang menjadi negara pertama yang memakai tabung CNG 3 kg secara massal.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan CNG merupakan gas alam bertekanan tinggi yang tersimpan dalam tabung khusus hingga 250 bar. Berbeda dengan LNG yang berbentuk cair, CNG tetap berbentuk gas.

Laode mengatakan teknologi tabung CNG sudah berkembang sejak lama. Kini pemerintah mengembangkan tabung tipe 4 berbahan komposit fiber yang lebih ringan dan kuat dibanding tabung logam biasa.

Ia menilai Indonesia bisa menjadi pelopor penggunaan tabung CNG 3 kg untuk rumah tangga. Pemerintah juga memasukkan program tersebut ke dalam roadmap energi nasional.

Baca Juga :  Prabowo Tutup 290 BUMN Rugi, Pemerintah Hemat Rp50 Triliun

Potensi Hemat Subsidi dan Kurangi Impor

Laode menjelaskan pasokan gas CNG bisa berasal dari lapangan migas dalam negeri dan fasilitas LNG di Bontang maupun Papua. Pemerintah ingin memanfaatkan energi domestik untuk menekan impor LPG.

Menurutnya, penggunaan CNG dapat menghemat subsidi energi hingga 20 sampai 30 persen. Program ini juga berpotensi mengurangi beban devisa negara.

Saat ini konsumsi LPG nasional sudah menembus lebih dari 7 juta ton per tahun. Sementara itu, produksi dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Laode menegaskan pemerintah harus mencari sumber energi alternatif agar impor LPG tidak terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan jumlah penduduk.

Pemerintah Fokus pada Aspek Keselamatan

Pemerintah masih memprioritaskan faktor keselamatan sebelum menjalankan program tersebut secara luas. Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi Lemigas masih menguji tabung dan sistem distribusi CNG.

Baca Juga :  Lolos Paskibraka Nasional, Dapat Apa Saja? Ini Honor dan Bonusnya

Laode menargetkan proses kajian selesai dalam tiga bulan ke depan. Setelah itu, pemerintah akan menyiapkan produksi tabung CNG 3 kg secara massal.

Pemerintah juga memastikan masyarakat tidak perlu mengganti kompor. Tabung CNG nantinya memakai valve dan converter sistem plug and play sehingga bisa langsung digunakan pada kompor LPG yang sudah ada.

Selain itu, pemerintah masih membahas skema bisnis dan distribusi tabung CNG. Laode menyebut penggunaan CNG tetap bisa menghemat subsidi hingga 30 persen meski harganya setara dengan LPG 3 kg.

Pemerintah berharap program ini dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG. (nr*)

Berita Terkait

Harga BBM Naik Lagi! Daftar Terbaru Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo 7 September 2026
Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau Menyebar ke Lima Provinsi Jawa dan Sumatera
Desil DTSEN Tiba-Tiba Berubah? Gus Ipul Ungkap Ada 12 Juta Data Baru
Desil Warga Tak Sesuai Kondisi? Komisi X Beri BPS Tenggat 2 Minggu
Purbaya Bertemu Pengusaha Rokok Ilegal, Pilihan Legal atau Diberantas
Ratusan Siswa dan Santri Diduga Keracunan MBG, Kepala SPPG Kalitengah Minta Maaf
Waspada Lowongan Kerja Fiktif! 7.908 Konten Dihapus, Patroli Siber Makin Diperkuat
Iming-iming Kerja Bergaji Tinggi, 8 WNI Diduga Terjebak hingga Masuk Tentara Rusia
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 14:22 WIB

Harga BBM Naik Lagi! Daftar Terbaru Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo 7 September 2026

Minggu, 6 September 2026 - 16:11 WIB

Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau Menyebar ke Lima Provinsi Jawa dan Sumatera

Jumat, 4 September 2026 - 20:22 WIB

Desil DTSEN Tiba-Tiba Berubah? Gus Ipul Ungkap Ada 12 Juta Data Baru

Kamis, 3 September 2026 - 11:32 WIB

Desil Warga Tak Sesuai Kondisi? Komisi X Beri BPS Tenggat 2 Minggu

Kamis, 3 September 2026 - 09:48 WIB

Purbaya Bertemu Pengusaha Rokok Ilegal, Pilihan Legal atau Diberantas

Berita Terbaru

Kursi Menkeu Purbaya di serahkan pada Suahsil.

Ekonomi

Kursi Menkeu Diserahkan Tanggung Jawab kepada Suahasil Nazara

Selasa, 15 Sep 2026 - 12:28 WIB

Nurul dan Fares terima kado besti dari Discukcapil Kota Sungai Penuh. (Dok. Ft: Meri)

Pemerintahan

Discukcapil Beri Kado Besti untuk Nurul dan Fares di Hari Bahagia

Selasa, 15 Sep 2026 - 11:01 WIB

Wako Alfin,SH hadiri Pisah sambut Pedang Pora Polres Kerinci dari AKBP Ramadhanil,SH,S.I.K.MH kepada  AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro, SH, S.I.K., M.I.K.salam komando.

Sungai Penuh

Wako Alfin Hadiri Pisah Sambut Tradisi Pedang Pora Kapolres Kerinci

Senin, 14 Sep 2026 - 18:22 WIB