3,4 Juta Meterai Palsu Disita, Negara Terancam Rugi Rp1,03 Triliun

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (19/8/2026) (ANTARA/Ilham Kausar)

Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (19/8/2026) (ANTARA/Ilham Kausar)

JAKARTA, jentik.id — Polda Metro Jaya bersama Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan membongkar sindikat lintas provinsi yang memproduksi dan mengedarkan meterai palsu. Polisi memperkirakan aksi sindikat itu menimbulkan potensi kerugian negara hingga Rp1,03 triliun.

Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono mengatakan kepolisian bekerja sama dengan Ditjen Pajak untuk memutus jaringan pemalsuan meterai dari produksi hingga distribusi.

“Operasi penindakan berlangsung serentak pada 24 Juni hingga 2 Juli 2026 di lima wilayah hukum, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera Utara,” kata Dekananto di Jakarta, Rabu (19/8).

Dalam operasi tersebut, penyidik menangkap 16 tersangka. Mereka menjalankan berbagai peran, mulai dari produsen, distributor, kurir, pendaur ulang, hingga penjual.

Baca Juga :  Amran Bongkar Dugaan Pengoplosan 600 Ton Beras SPHP, Kerugian Capai Rp3,3 Miliar

Produksi dan Rekondisi Meterai

Menurut polisi, sindikat menjalankan dua modus utama. Mereka mencetak meterai palsu baru dan mengolah kembali meterai bekas agar terlihat seperti baru.

Pelaku menghapus tanda tangan, cap, atau tanggal pemakaian pada meterai bekas. Setelah itu, mereka menjual kembali meterai tersebut melalui berbagai platform marketplace.

Polisi menyita 3.438.541 keping meterai palsu senilai nominal Rp10.000 yang siap edar. Petugas juga mengamankan tiga gulungan bahan baku kertas yang dapat menghasilkan hingga 33,3 juta keping meterai.

Selain itu, polisi menyita satu set mesin cetak dan sejumlah akun marketplace yang digunakan untuk memasarkan produk tersebut.

Dalam setahun terakhir, sindikat itu telah menjual sedikitnya 4.007.334 keping meterai palsu. Polisi mencatat perputaran uang dari penjualan tersebut mencapai Rp40,07 miliar.

Baca Juga :  Polisi Ungkap Kericuhan Menteng, 7 Tersangka Diamankan usai Satu Korban Tewas

Terancam Hukuman Tujuh Tahun

Atas kasus tersebut, penyidik menjerat para tersangka dengan Pasal 24, Pasal 25, dan Pasal 26 UU Nomor 10 Tahun 2020 tentang Bea Meterai. Polisi juga menerapkan Pasal 382 dan Pasal 383 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun.

Selain itu, penyidik mendalami dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) untuk menelusuri aliran dana hasil kejahatan.

Polda Metro Jaya mengingatkan masyarakat agar membeli meterai melalui gerai resmi, seperti Kantor Pos. Polisi juga meminta masyarakat berhati-hati terhadap penawaran meterai dengan harga jauh di bawah harga resmi di platform online. (nr*)

Berita Terkait

KPK Cegah Ahmad Dedi alias Dedi Congor ke Luar Negeri dalam Kasus Bea Cukai
Kapolda Jambi Instruksikan Seluruh Kapolres Petakan Wilayah Rawan PETI
Ibu Kandung Ditemukan Meninggal, Anak yang Berstatus Polisi Kini Ditahan
Ladang Ganja Seluas 18 Hektare Terungkap di Aceh Utara, BNN Amankan Empat Orang
TNI AL Bongkar Aksi Penyelundupan Emas Rp2,9 Miliar, Petugas Temukan 3 Benda Mencurigakan
Polisi Bongkar 3 Kasus Solar Subsidi di Padang, Puluhan Jeriken Jadi Barang Bukti!
Polda Jambi Ungkap 32 Kasus PETI, 71 Tersangka Diamankan dan 3,5 Kilogram Emas Disita
Bangkai Kapal Wisata Kerinci Sakti Senilai Rp1,2 Miliar Kembali Muncul, Baru Sepekan Berlayar Sudah Rusak
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:39 WIB

KPK Cegah Ahmad Dedi alias Dedi Congor ke Luar Negeri dalam Kasus Bea Cukai

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:40 WIB

Kapolda Jambi Instruksikan Seluruh Kapolres Petakan Wilayah Rawan PETI

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:27 WIB

Ibu Kandung Ditemukan Meninggal, Anak yang Berstatus Polisi Kini Ditahan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:27 WIB

Ladang Ganja Seluas 18 Hektare Terungkap di Aceh Utara, BNN Amankan Empat Orang

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:53 WIB

TNI AL Bongkar Aksi Penyelundupan Emas Rp2,9 Miliar, Petugas Temukan 3 Benda Mencurigakan

Berita Terbaru