Armenia, jentik.id-Presiden Prancis Emmanuel Macron meminta Amerika Serikat dan Iran segera berkoordinasi untuk membuka kembali Selat Hormuz. Ia menilai kerja sama langsung menjadi satu-satunya cara menghentikan gangguan di jalur vital energi dunia tersebut.
Macron menyampaikan pernyataan itu dalam pertemuan para pemimpin Eropa di Armenia. Ia menegaskan Prancis tidak akan ikut operasi militer tanpa kerangka yang jelas.
Selat Hormuz mulai terganggu sejak konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pecah pada akhir Februari. Korps Garda Revolusi Islam Iran menutup jalur tersebut dan langsung menghambat pelayaran global.
Penutupan itu mengguncang pasar energi karena sekitar seperlima pasokan minyak dunia melintasi Selat Hormuz. Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat pun meningkat.
Sebagai respons, Amerika Serikat memberlakukan blokade laut ke pelabuhan Iran untuk menekan Teheran agar membuka kembali jalur tersebut. Presiden Donald Trump menyatakan kesiapan AS membantu kapal-kapal yang terjebak keluar dengan aman.
Trump menegaskan AS akan mengawal kapal dari berbagai negara agar kembali beroperasi normal, meski ia belum merinci teknis operasinya.
Di sisi lain, Komando Pusat Amerika Serikat menyiapkan dukungan berupa ribuan personel, ratusan pesawat, kapal perang, dan drone.
Menurut Organisasi Maritim Internasional, ratusan kapal dan puluhan ribu pelaut masih tertahan akibat konflik ini. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap dampak ekonomi global jika Selat Hormuz tidak segera dibuka kembali. (nr*)









