Hadapi Ancaman Megathrust, Unand Kembangkan Shelter Berbasis Masjid di Padang

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2026 - 07:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Padang Fadly Amran berfoto bersama Ketua Program Studi Magister Manajemen Bencana Sekolah Pascasarjana Unand Prof Yenny Narny,

Wali Kota Padang Fadly Amran berfoto bersama Ketua Program Studi Magister Manajemen Bencana Sekolah Pascasarjana Unand Prof Yenny Narny,

PADANG, jentik.id – Pemerintah Kota Padang dan tim peneliti Sekolah Pascasarjana Universitas Andalas (Unand) memperkuat mitigasi bencana melalui pengembangan shelter berbasis masjid dan sistem peringatan dini (Early Warning System/EWS) berbasis komunitas.

Program itu menjadi salah satu hasil riset tentang kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman gempa Megathrust Mentawai dan tsunami. Karena itu, Wali Kota Padang Fadly Amran menerima tim peneliti Unand di Balai Kota Aie Pacah, Rabu (17/6/2026).

Ketua Program Studi Magister Manajemen Bencana Unand Prof Yenny Narny, Tim Percepatan Pembangunan Kota Padang Prof James Hellyward, dan sejumlah kepala OPD turut menghadiri audiensi tersebut.

Prof Yenny Narny mengatakan, tim peneliti mengundang Wali Kota Padang untuk menghadiri penyerahan hasil riset pada 29 Juni 2026 di Auditorium Universitas Andalas.

Baca Juga :  Penuh Semangat, Puluhan Lansia Ikuti MTQ Ramadan di Masjid Nurul Amri Padang Panjang

Menurutnya, kolaborasi Sekolah Pascasarjana Unand dan PT Pegadaian menghasilkan sejumlah rekomendasi untuk mendukung pengurangan risiko bencana di kawasan pesisir.

Selain itu, tim peneliti melibatkan berbagai disiplin ilmu sehingga mampu menyusun model mitigasi yang mudah diterapkan masyarakat.

Salah satu hasil utama riset itu berupa rancangan shelter berbasis masjid. Tim merancang shelter tersebut sebagai tempat evakuasi sementara saat gempa dan tsunami terjadi.

Tim juga mengembangkan sistem peringatan dini berbasis komunitas. Dengan demikian, pengurus dan jamaah masjid dapat mengelola sistem tersebut secara mandiri.

Prof Yenny berharap pemerintah memanfaatkan hasil riset itu sebagai acuan untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman gempa dan tsunami.

Baca Juga :  Selama Mudik Lebaran, Lembah Anai Buka 24 Jam

Sementara itu, Wali Kota Padang Fadly Amran mengapresiasi kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha dalam memperkuat mitigasi bencana.

Menurutnya, Kota Padang memiliki risiko tinggi terhadap gempa bumi dan tsunami. Oleh sebab itu, sinergi semua pihak menjadi kunci untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.

Fadly mengatakan, Pemkot Padang terus memasang sistem peringatan dini, menggelar edukasi kebencanaan, serta melaksanakan simulasi evakuasi tsunami secara berkala.

Ia berharap hasil riset Unand dapat menjadi referensi penyusunan kebijakan. Bahkan, hasil penelitian tersebut diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan masyarakat pesisir dalam menghadapi bencana. (nr*)

Berita Terkait

BNN Bongkar Jaringan Ganja Gayo-Medan, Habiburokhman Beri Apresiasi atas Sitaan 93 Kilogram
Bayi G Kembali ke Pelukan Ibu, Polisi Dalami Dugaan Penjualan Anak Rp20 Juta
TNI Percepat Pembangunan 35.334 Koperasi Desa Merah Putih, Target Rampung Agustus 2026
Polda Jambi Periksa 13 Saksi untuk Ungkap Kematian Brigadir Eko Winarno Saputra
Wako Alfin Perjuangkan Kepastian Batas Kawasan Hutan, Bukit Khayangan Jadi Prioritas
Kesal Hanya Diberi Rp5 Ribu, Karyawan di Jambi Nekat Bawa Kabur Motor Bos
Nagari Ramai-ramai Tolak Tol Sicincin-Bukittinggi
Lansia di Talang Bakung Dibekap dan Dirampok, Polisi Berhasil Ringkus Sejoli Pelaku
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:18 WIB

BNN Bongkar Jaringan Ganja Gayo-Medan, Habiburokhman Beri Apresiasi atas Sitaan 93 Kilogram

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:47 WIB

Bayi G Kembali ke Pelukan Ibu, Polisi Dalami Dugaan Penjualan Anak Rp20 Juta

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:59 WIB

TNI Percepat Pembangunan 35.334 Koperasi Desa Merah Putih, Target Rampung Agustus 2026

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:29 WIB

Polda Jambi Periksa 13 Saksi untuk Ungkap Kematian Brigadir Eko Winarno Saputra

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:02 WIB

Wako Alfin Perjuangkan Kepastian Batas Kawasan Hutan, Bukit Khayangan Jadi Prioritas

Berita Terbaru