Belanja Negara 2027 Tembus Rp4.097 Triliun, Prabowo Bidik Ekonomi Tumbuh 6 Persen

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto (tengah) didampingi Wakil Presiden dan Ketua DPR RI menyapa sejumlah legislator pada Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026-2027 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO

Presiden Prabowo Subianto (tengah) didampingi Wakil Presiden dan Ketua DPR RI menyapa sejumlah legislator pada Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR Tahun Sidang 2026-2027 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO

JAKARTA, jentik.id – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rancangan postur RAPBN 2027 dalam Pidato Nota Keuangan di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Dalam rancangan tersebut, pemerintah menargetkan belanja negara Rp4.097,2 triliun pada 2027. Angka itu meningkat dibandingkan APBN 2026 yang mencapai Rp3.842,7 triliun.

Prabowo menjelaskan bahwa pemerintah menyusun RAPBN 2027 secara ekspansif. Namun, pemerintah tetap mengarahkan penggunaan anggaran secara terukur agar belanja negara mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Untuk menjalankan seluruh agenda tersebut, belanja negara tahun 2027 direncanakan sebesar Rp4.097,2 triliun, naik dari Rp3.842,7 triliun di APBN 2026,” ujar Prabowo, Jumat (14/8).

RAPBN 2027 Fokus pada Delapan Prioritas

Selanjutnya, Prabowo menjelaskan delapan program kerja prioritas nasional yang akan menjadi fokus pemerintah pada 2027.

Pertama, pemerintah akan memperkuat kedaulatan pangan. Selain itu, pemerintah mendorong kemandirian energi dan air untuk memperkuat ketahanan nasional.

Kemudian, pemerintah juga memprioritaskan pendidikan dan kesehatan. Kedua sektor tersebut menjadi bagian penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Baca Juga :  Tarif Listrik Dipastikan Tak Naik hingga September 2026, Bahlil Ungkap Alasannya

Di sisi lain, pemerintah akan mempercepat hilirisasi dan industrialisasi. Melalui kebijakan tersebut, pemerintah ingin meningkatkan nilai tambah berbagai komoditas sekaligus memperkuat industri dalam negeri.

Selanjutnya, pemerintah mengarahkan anggaran untuk infrastruktur, perumahan, dan ketahanan terhadap bencana.

Tidak hanya itu, pemerintah juga memperkuat ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa. Pada saat yang sama, pemerintah menargetkan penurunan angka kemiskinan melalui berbagai program pembangunan.

Dengan demikian, pemerintah berharap delapan prioritas tersebut dapat berjalan secara beriringan dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Pendapatan Negara Ditargetkan Rp3.426 Triliun

Sementara itu, pemerintah menargetkan pendapatan negara sebesar Rp3.426 triliun pada 2027.

Target tersebut meningkat dari pendapatan negara dalam APBN 2026 yang mencapai Rp3.153,6 triliun.

Selain pendapatan, pemerintah juga merencanakan pembiayaan sebesar Rp671,2 triliun untuk mendukung kebutuhan anggaran tahun depan.

Dengan postur tersebut, pemerintah menetapkan defisit RAPBN 2027 sebesar 2,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan rencana defisit APBN 2026 yang mencapai 2,68 persen PDB. Pada 2026, pemerintah merencanakan pembiayaan sebesar Rp689,1 triliun.

Baca Juga :  Profil Kuntadi, Jaksa Penangan Kasus Korupsi Besar yang Kini Jadi Jampidsus Kejagung

Prabowo mengatakan pemerintah ingin menjaga keseimbangan fiskal melalui pengelolaan anggaran yang lebih terukur.

“Kita memahami bahwa defisit yang lebih rendah menunjukkan cita-cita anggaran yang lebih seimbang,” kata Prabowo.

Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen

Selain menyusun postur anggaran, pemerintah juga menetapkan target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6 persen pada 2027.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan mendorong berbagai sektor strategis. Misalnya, pemerintah akan memperkuat sektor pangan, energi, industri, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta ekonomi masyarakat.

Dengan belanja negara yang lebih besar, pemerintah berharap berbagai program prioritas dapat meningkatkan aktivitas ekonomi.

Selain itu, pemerintah ingin mendorong investasi, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan daya beli masyarakat.

Pada akhirnya, pemerintah menargetkan RAPBN 2027 tidak hanya menjaga stabilitas fiskal, tetapi juga mempercepat pembangunan nasional.

Melalui belanja negara Rp4.097,2 triliun, Prabowo berharap pemerintah dapat menjalankan program prioritas secara efektif. Dengan begitu, target pertumbuhan ekonomi 6 persen sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai.  (nr*)

Berita Terkait

Prabowo Uji Tepung Singkong untuk Padamkan Karhutla
KPK Ganti Armada Tahanan, 3 Toyota Hilux Rangga Resmi Jadi Kendaraan Baru
Bahlil Beri Peringatan Keras, Desil 9-10 Diminta Tinggalkan BBM Subsidi
Guru PPPK Paruh Waktu Berpeluang Jadi Penuh Waktu pada 2027
Nindya Eltsani Pulang Kampung Usai Tugas Nasional, Sekda Jambi Beri Apresiasi
Amran Copot 14 Pejabat Kementan, Ada Kerabat Dekat dan Dugaan Uang Miliaran
Resmi Dibuka! CPNS Sekolah Kedinasan 2026 Siapkan 4.770 Formasi
Sosok Achmad Fachri, Putra Jambi yang Sukses Kibarkan Merah Putih di Istana
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:49 WIB

Prabowo Uji Tepung Singkong untuk Padamkan Karhutla

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:24 WIB

KPK Ganti Armada Tahanan, 3 Toyota Hilux Rangga Resmi Jadi Kendaraan Baru

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:10 WIB

Bahlil Beri Peringatan Keras, Desil 9-10 Diminta Tinggalkan BBM Subsidi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:50 WIB

Guru PPPK Paruh Waktu Berpeluang Jadi Penuh Waktu pada 2027

Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:36 WIB

Nindya Eltsani Pulang Kampung Usai Tugas Nasional, Sekda Jambi Beri Apresiasi

Berita Terbaru