Jakarta, jentik.id – Meliter Zionis Israel dilaporkan menculik sejumlah warga negara Indonesia (WNI) dan dua wartawan yang tergabung dalam misi kemanusiaan menuju Jalur Gaza, Palestina.
Para relawan tersebut merupakan bagian dari “Global Sumud Flotilla 2026 Spring Mission”, armada kemanusiaan internasional yang bertujuan menembus blokade Israel di Gaza sekaligus mengirim bantuan logistik bagi warga Palestina.
Armada flotilla itu diberangkatkan dari marina Augusta di Pulau Sisilia, Italia, pada 26 April 2026. Sebanyak 65 kapal berlayar secara berurutan di Laut Mediterania dengan membawa berbagai bantuan kemanusiaan serta mengibarkan bendera Palestina.
Pimpinan Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, menyebut kelompok WNI yang mengalami intersepsi oleh militer Israel terdiri dari sembilan relawan, termasuk dua wartawan Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai.
“Kami mengecam keras tindakan intersepsi yang dilakukan militer Zionis Israel terhadap kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional,” kata Andi.
Ia menegaskan keselamatan para relawan dan wartawan Indonesia menjadi perhatian serius pihaknya.
“Menurutnya, para relawan berlayar membawa semangat solidaritas kemanusiaan untuk rakyat Palestina, sementara wartawan yang ikut dalam pelayaran tersebut sedang menjalankan tugas jurnalistik.” Keselamatan mereka menjadi perhatian serius kami,” ujarnya.
Andi menilai tindakan Israel terhadap relawan dan wartawan internasional itu merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil warga dunia yang membawa bantuan untuk Gaza.
“Kami berdiri bersama para relawan kemanusiaan dunia, dan kami menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap misi kemanusiaan di perairan internasional,” tuturnya.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI telah dimintai keterangan terkait dugaan penculikan para relawan dan jurnalis Indonesia tersebut.
Republika juga menyiarkan video yang memperlihatkan salah satu wartawannya, Bambang Noroyono, setelah dilaporkan dicegat pasukan Israel.
Dalam video yang diunggah melalui Instagram, Bambang terlihat mengenakan jaket hitam sambil mengacungkan paspor Indonesia.
“Jika anda menemukan video ini, mohon disampaikan kepada Pemerintah Republik Indonesia bahwa saya saat ini dalam penculikan tentara Zionis Israel,” kata Bambang dalam video tersebut.
“Saya meminta agar Pemerintah Republik Indonesia membebaskan saya dari penculikan tentara penjajah Zionis Israel,” lanjutnya.
Menurut laporan Republika, pasukan Zionis Israel melakukan intersepsi terhadap armada flotilla pada Senin pagi waktu Turki di perairan Siprus, sekitar 200 mil laut dari Gaza.
Bambang bersama wartawan dan relawan lainnya diketahui berada di kapal “Boralize” saat dicegat militer Israel di perairan internasional.(asy*)









