Tim SAR Gabungan Hentikan 10 Hari Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda Keluarga Pasrah.

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 20 September 2026 - 00:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok lima jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Anak krakatau diselat sunda

Dok lima jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Anak krakatau diselat sunda

Pandeglang, jentik.id– Tim SAR gabungan resmi menghentikan operasi pencarian lima jurnalis foto dan tiga awak kapal Arupadhatu I yang dilaporkan hilang di perairan Selat Sunda saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.

Operasi pencarian dihentikan pada Kamis (17/9/2026), setelah berlangsung selama 10 hari dan diperpanjang selama tiga hari.

Hingga operasi berakhir, tim SAR gabungan belum menemukan keberadaan delapan orang maupun kapal yang mereka tumpangi.

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, keputusan penghentian operasi diambil setelah proses pencarian dinilai tidak lagi efektif. Sebelumnya, operasi pencarian telah berlangsung selama tujuh hari dan kemudian diperpanjang tiga hari.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut Bus ALS Dan Truk Tangki Minyak di Musi Rawas Utara,16 Orang Tewas

Menurut Andra, hingga hari terakhir pencarian, tim gabungan belum menemukan petunjuk yang mengarah pada keberadaan kapal maupun para penumpang dan awak kapal.

“Disampaikan bahwa sejak pelaksanaan hari pertama operasi gabungan pencarian dan pertolongan sampai dengan hari ke-10, setelah perpanjangan tiga hari, secara umum tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun penumpang atau awak yang berada di kapal tersebut,” kata Andra di Carita.

Selama operasi berlangsung, tim SAR gabungan menemukan 13 objek yang terdiri atas sejumlah barang, di antaranya jaket pelampung, terpal, helm, dan galon.

Seluruh temuan tersebut kemudian diperiksa dan dikonfirmasi bersama Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Polairud). Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan keterkaitan antara barang-barang tersebut dengan kapal Arupadhatu I.

Baca Juga :  Akhir Pencarian 4 Hari, Tim SAR Temukan Guru Hanyut Sejauh 19 Kilometer

“Ada beberapa temuan material atau objek. Tercatat ada 13 objek yang ditemukan selama operasi dan sudah dikonfirmasi oleh Polairud. Setelah dicek dan diteliti, dinyatakan bahwa saat ini temuan tersebut tidak terhubung dengan Arupadhatu I,” jelas Andra.

Dengan dihentikannya operasi tersebut, keberadaan lima jurnalis foto dan tiga awak kapal Arupadhatu I hingga kini masih belum diketahui,kondisi keberadaan mereka.

“Sementara informasi dari pihak keluarga suah pasrah, upaya dari Tim SAR gabungan telah maksimal melakukan pencarian.(asy*)

Berita Terkait

Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat, Maksimalkan TPS3R
Warga Sumur Anyir Heboh, Pria Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi
Operasi SAR Memasuki Radius Zona Rawan Anak Gunung Krakatau, Cari Lima Jurnalis Yang Hilang.
Satu Keluarga Luka Bakar Serius Akibat Ledakan Tabung Gas di Kerinci
Kenangan Sosok AKP Veri Prasetyawan di Mata Jurnalis Kerinci Dan Sungai Penuh
Fenomena El Niño Picu Kemarau Panjang, BMKG Ingatkan Lonjakan Suhu Udara dan Risiko Kekeringan
WNI Diduga Disandera Di Myanmar, Pelaku Minta Tebusan Rp200 Juta
3.342 Orang Tewas dan 16.700 Terluka, Korban Gempa Dahsyat Venezuela
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 00:14 WIB

Tim SAR Gabungan Hentikan 10 Hari Pencarian Lima Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda Keluarga Pasrah.

Sabtu, 19 September 2026 - 21:39 WIB

Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat, Maksimalkan TPS3R

Senin, 14 September 2026 - 01:25 WIB

Warga Sumur Anyir Heboh, Pria Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi

Jumat, 11 September 2026 - 13:30 WIB

Operasi SAR Memasuki Radius Zona Rawan Anak Gunung Krakatau, Cari Lima Jurnalis Yang Hilang.

Rabu, 9 September 2026 - 20:41 WIB

Satu Keluarga Luka Bakar Serius Akibat Ledakan Tabung Gas di Kerinci

Berita Terbaru

Pengelola sampah terpadubl TPS3R

Manusia

Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat, Maksimalkan TPS3R

Sabtu, 19 Sep 2026 - 21:39 WIB