Bahlil Pastikan BBM Subsidi & LPG 3 Kg Tak Naik hingga 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 4 Mei 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pertamina Patra Niaga memperluas pembelian LPG 3 kg secara digital. Tapi pembeli manual tetap dilayani. Foto: Pertamina Patra Niaga

Pertamina Patra Niaga memperluas pembelian LPG 3 kg secara digital. Tapi pembeli manual tetap dilayani. Foto: Pertamina Patra Niaga

Jakarta, jentik.id-Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM subsidi dan LPG 3 kg hingga akhir 2026. Ia menyampaikan hal tersebut dalam forum dialog di IPB.

Ia menjelaskan pemerintah tetap menjaga stabilitas harga meskipun harga minyak dunia atau Indonesian Crude Price (ICP) bisa mencapai USD 100 per barel. Menurutnya, kebijakan ini bertujuan melindungi daya beli masyarakat.

Bahlil menegaskan pemerintah mempertahankan harga BBM subsidi dan LPG 3 kg sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat kecil. Ia juga memastikan kebijakan ini tetap berjalan tanpa perubahan hingga 31 Desember 2026.

Baca Juga :  Subsidi Listrik Tembus Rp200 Triliun, Bahlil Andalkan PLTS 100 GW

Ia menambahkan pemerintah tetap menahan harga meskipun kondisi global memengaruhi sektor energi. Selain itu, ia menyebut kebijakan ini sebagai bagian dari gerakan kerakyatan untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.

Pemerintah juga memastikan ketersediaan energi nasional tetap aman. Bahlil menyampaikan bahwa pemerintah sudah mengamankan stok minyak mentah untuk kebutuhan satu tahun ke depan.

Selain itu, pemerintah memperkuat pasokan energi melalui kerja sama internasional, termasuk impor minyak dari Rusia. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketahanan energi di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Ia menjelaskan pemerintah telah menyepakati impor minyak mentah dari Rusia sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Pemerintah juga menargetkan impor hingga 150 juta barel yang masuk secara bertahap sampai akhir 2026.

Baca Juga :  Gaji Debt Collector di Indonesia: Tarif Tarik Kendaraan Bisa Capai Rp20 Juta

Selanjutnya, pemerintah mengolah minyak tersebut di dalam negeri melalui kilang yang tersedia untuk memperkuat pasokan energi nasional.

Di sisi lain, PT Pertamina Patra Niaga mulai memperluas sistem pembelian LPG 3 kg secara digital. Meski begitu, Pertamina tetap melayani pembelian secara manual agar masyarakat tetap mudah mendapatkan LPG subsidi.

Perusahaan menerapkan sistem digital untuk memperbaiki distribusi dan memastikan subsidi tepat sasaran. Selain itu, sistem ini membantu pemerintah mengawasi penyaluran LPG agar lebih transparan. (nr*)

Berita Terkait

Program MBG Diminta Berbenah, Komnas HAM Soroti 6 Masalah Penting
Jokowi Tak Lagi Tegas Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Pengamat Ungkap Penyebabnya
Subsidi Listrik Tembus Rp200 Triliun, Bahlil Andalkan PLTS 100 GW
Gibran Akhirnya Buka Suara soal Putusan MK: “Saya Kuliah sampai S1 di Singapura”
DPR Ketuk Palu, RUU Perampasan Aset Resmi Jadi Usul DPR
MBG Ubah Cara Sajian, BGN Uji Coba Prasmanan di Sekolah
Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong Disebut Dibiayai Warga Binaan
Garuda Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Prabowo Bangga dengan Perjuangan Tim
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:53 WIB

Program MBG Diminta Berbenah, Komnas HAM Soroti 6 Masalah Penting

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Jokowi Tak Lagi Tegas Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Pengamat Ungkap Penyebabnya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Subsidi Listrik Tembus Rp200 Triliun, Bahlil Andalkan PLTS 100 GW

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:15 WIB

Gibran Akhirnya Buka Suara soal Putusan MK: “Saya Kuliah sampai S1 di Singapura”

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:36 WIB

DPR Ketuk Palu, RUU Perampasan Aset Resmi Jadi Usul DPR

Berita Terbaru